Sejarah Persib

Sekitar tahun 1923 Bandung memiliki klub sepakbola bernama Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) yang juga merupakan salah satu organisasi nasional di masanya tersebut. Mr Syamsudin sebagai ketua umunya dan dilanjutkan oleh R. Atot yang merupakan putra dari pahlawan nasional, Dewi Sartika.

BIVB sempat menghilang dan digantikan oleh 2 perkumpulan sepakbola baru; Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Namun pada akhirnya disepakati untuk peleburan kedua klub sehingga merubah namanya menjadi PERSIB pada tanggal 14 Maret 1993.

PERSIB berhasil merebut hati rakyat bandung dan membuat perkumpulan yang dimotori oleh Belanda ; Voetbal Bond Bandung dan Omstreken (VBBO) ikut melebur menjadi satu. Hal ini juga yang menyebabkan VBBO menyerahkan lapangan UNI miliknya dan diubah namanya menjadi lapangan SIDOLIG (Sekarang Stadion Persib).

PERSIB akhirnya menetap di sekretariat tetapnya yang berlokasi di Cilentah setelah sebelumnya berpindah-pindah pada periode 1953-1957. Sekretariat tersebut dibangun oleh Wali Kota yang menjabat saat itu; R Enoch. Saat ini kantor sekretariat PERSIB berada di Jalan Gurame dan hal itu merupakan upaya R. Soendoro.

Persib yang awalnya merupakan perserikatan amatir akhirnya menjadi klub profesional. Hal ini setelah terbentuknya sebuah badan hukum bernama PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) pada akhir Desember 2008. Persib tidak lagi mendapatkan kucuran dana pengelolaan dari pemerintah, melainkan dari pengelolaan usaha di bawah naungan PT PBB.

PT PBB pun menjadi salah satu pengelola klub profesional terbaik di Indonesia. Profesionalitas membawa prestasi cukup membaik pada Kompetisi Liga Super Indonesia I/2008-2009. Untuk kali pertama Persib diracik pelatih lokal dari luar Bandung. Jaya Hartono yang membawa Persik Kediri menggondol Piala LI IX/2003 dipanggil melatih Persib.

Persib menjadi juara Liga Super Indonesia 2014 di bawah kendali pelatih lokal, Djajang Nurdjaman. Juara ini diraih setelah puasa gelar selama 19 tahun. Persib mengalahkan Persipura Jayapura melalui adu penalti babak final yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

Persib Bandung tampil sebagai juara turnamen bergengsi Piala Presiden 2015. Pada babak final, tim asuhan Djadjang Nurdjaman mengalahkan Sriwijaya FC, 2-0. Namun, kegemilangan pada ajang pengisi kekosongan liga itu tidak berlanjut pada turnamen selanjutnya, Piala Jenderal Sudirman.

Langkah tim yang memiliki pendukung seperti Viking Bandung ini terhenti hanya di babak fase grup karena cuma menang sekali dan menelan tiga kekalahan beruntun.