maungpersib.com – Kabar Ciro Alves tak bisa main untuk Persib datang seperti petir di siang bolong bagi Bobotoh yang masih berharap bisa melihat aksi sang striker hingga akhir musim. Tapi apa daya, keputusan sudah bulat. Liga 1 2024/2025 tinggal menyisakan dua laga penentu, namun Persib harus melanjutkan langkah tanpa salah satu ujung tombak andalannya. Ada apa sebenarnya di balik semua ini? Yuk simak selengkapnya dalam penjelasan di bawah ini!
1. Keputusan Final, Ciro Absen di Dua Laga Sisa
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memilih langkah aman. Dia lebih banyak diam ketika ditanya soal sanksi Ciro Alves yang membuat sang pemain tak bisa tampil di sisa kompetisi. Dalam dua laga terakhir melawan Persita Tangerang (16 Mei) dan Persis Solo (24 Mei) Ciro Alves tak bisa main untuk Persib karena sanksi tambahan dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Awalnya, insiden tersebut terjadi saat Persib menghadapi Malut United. Dalam laga itu, Ciro terlibat insiden panas. Ia menyikut pemain lawan, dan VAR tak segan menunjukkan bukti. Hasilnya? Kartu merah langsung. Namun ternyata, itu belum akhir dari konsekuensinya. Komdis PSSI kemudian menjatuhkan sanksi tambahan yaitu larangan bermain dalam tiga pertandingan dan denda sebesar Rp 10 juta.
2. Hodak Berkata “Saya Tak Mau Bicara, Bisa Kena Masalah”
Saat ditemui di Stadion SPOrT Jabar, Arcamanik, Selasa (13/5), Hodak hanya bisa tersenyum pahit. Ketika awak media bertanya, dia menjawab singkat namun penuh makna.
“Anda lihat Yuran (Fernandes) memberi komentar, hasilnya apa? Jadi saya tidak bisa komentar. Kecuali kamu ingin saya terkena masalah,” ucap Hodak.
Sikap Hodak jelas, ia tak mau bernasib sama seperti Yuran Fernandes, pemain PSM, yang dihukum larangan beraktivitas selama 12 bulan dan denda Rp 25 juta karena komentar keras dan tindakannya yang memukul layar VAR. Daripada memancing badai, Hodak memilih menepi. Tapi satu hal ia tegaskan yaitu Ciro Alves tak bisa main untuk Persib hingga akhir musim.
3. Laga Terakhir Ciro, Salam Perpisahan yang Emosional
Jika kamu sempat menyaksikan laga Persib vs PSS Sleman yang berakhir 3-0, mungkin kamu juga sempat menyadari sesuatu yang berbeda. Ciro Alves memberikan gestur perpisahan. Dia menyapa fans, menunduk, dan terlihat emosional. Yup, itu adalah laga terakhir Ciro berkostum Persib. Setelah dua musim penuh perjuangan, pasang surut, dan selebrasi gol yang membakar stadion, kini tiba saatnya pisah jalan.
Pemain asal Brasil ini memang sudah menyampaikan keinginannya untuk hengkang dari tim berjuluk Pangeran Biru. Dan, dengan sanksi tambahan yang memaksanya absen di dua pertandingan pamungkas, momen perpisahan itu terjadi lebih cepat dari yang dibayangkan.
4. Kenapa Ciro Bisa Dapat Sanksi Tambahan?
Sanksi tambahan untuk Ciro Alves bukan tanpa alasan. Komdis PSSI dalam rilis resminya menyebut bahwa tindakan menyikut pemain lawan tergolong pelanggaran serius.Tayangan ulang lewat VAR menjadi bukti kuat. Setelah wasit melihat monitor, kartu merah langsung dikibarkan. Dan setelah ditinjau lebih lanjut oleh Komdis, keputusan final pun diambil tiga pertandingan larangan bermain, dan denda Rp 10 juta.Dengan kata lain, Ciro Alves tak bisa main untuk Persib hingga akhir musim dan harus membayar harga mahal atas aksinya tersebut.
5. Dampak Besar untuk Persib di Sisa Liga 1
Kehilangan Ciro di dua laga pamungkas tentu jadi kerugian besar. Persib masih mengejar hasil maksimal untuk menutup musim dengan catatan manis. Tapi kini mereka harus menyusun strategi baru tanpa striker utama mereka.
Bojan Hodak harus putar otak. Siapa yang bakal menggantikan posisi Ciro? Apakah Beckham Putra bisa bermain lebih ofensif? Atau giliran Ezra Walian turun tangan? Yang jelas, atmosfer dua laga terakhir akan terasa berbeda. Tanpa Ciro di lini depan, tekanan jadi lebih besar, terutama dari pendukung yang berharap tim menutup musim dengan kemenangan.
6. Perpisahan yang Pahit Manis
Kisah Ciro Alves di Persib sebenarnya penuh warna. Dari momen-momen mencetak gol penting, selebrasi yang menggelegar, hingga momen emosional di akhir. Ia bukan hanya mesin gol, tapi juga pemain yang punya tempat tersendiri di hati Bobotoh.
Sayangnya, perpisahan ini terjadi dalam nuansa pahit. Bukan karena kontrak selesai atau penghargaan perpisahan yang meriah. Tapi karena sanksi yang membuatnya tak bisa turun di laga terakhir.
Ironisnya, justru dalam laga melawan Malut United yang berujung sanksi, semua cerita itu berakhir. Ada simbolisme di situ. Pertandingan itu menjadi batas antara masa lalu dan masa depan, antara kebersamaan dan perpisahan.
7. Hikmah di Balik Drama Ini
Dalam sepak bola, drama seperti ini bukan hal baru. Tapi selalu meninggalkan jejak di hati para pecinta bola. Untuk Persib, ini menjadi pelajaran penting soal kedisiplinan dan kontrol emosi di lapangan.
Untuk Ciro, mungkin ini cara semesta menyuruhnya istirahat sejenak. Merenungi karier, merencanakan langkah baru. Dan siapa tahu, mungkin kelak jalan kita bertemu lagi di lapangan hijau. Yang pasti, Ciro Alves tak bisa main untuk Persib lagi musim ini. Tapi kenangan tentang dirinya akan tetap hidup di tribun, di chants, dan di hati para Bobotoh sejati.
8. Terima Kasih dan Selamat Jalan, Ciro!
Kabar bahwa Ciro Alves tak bisa lagi membela Persib Bandung jelas jadi pukulan berat bagi banyak Bobotoh. Ada rasa kecewa yang sulit disembunyikan, amarah yang sempat membuncah, bahkan kesedihan yang menggantung di langit Bandung.
Bagaimana tidak? Pemain asal Brasil itu bukan hanya pencetak gol, tapi juga simbol semangat, kerja keras, dan loyalitas di lapangan hijau. Namun, sepak bola memang tak pernah kehabisan kejutan kadang manis, kadang pahit, dan perpisahan sering datang tanpa aba-aba.
Sekarang bukan waktunya terus tenggelam dalam kecewa. Masih ada dua laga penting yang harus dijalani Persib tanpa Ciro memang, tapi bukan berarti tanpa daya juang. Di sinilah mental juara diuji. Saat satu bintang pergi, yang lain harus bersinar. Tim harus tetap solid, fans harus tetap mendukung, dan mimpi harus terus dikejar. Persib adalah tim besar, dan sejarah telah membuktikan bahwa dari setiap tantangan, selalu lahir kekuatan baru.
Untuk Ciro, kami hanya bisa bilang terima kasih. Terima kasih untuk setiap gol yang membuat kami bersorak, untuk setiap selebrasi yang mengguncang stadion, untuk momen-momen haru yang bikin mata berkaca-kaca. Kamu bukan sekadar pemain asing. Kamu adalah bagian dari keluarga besar Persib. Langkahmu mungkin menjauh dari Bandung, tapi jejakmu takkan pernah hilang.
Tetaplah berlari, tetaplah mencetak gol di mana pun kamu berada. Karena sekali Pangeran Biru, selamanya Pangeran Biru. Selamat jalan, Ciro Alves. Sukses selalu untuk petualangan barumu. Kami di sini akan terus mengingatmu, seperti lagu lama yang tak pernah usang di hati.

