maungpersib.com – Isu terkait penunjukan legenda sepak bola Belanda berdarah Maluku, Simon Tahamata, sebagai Kepala Pemandu Bakat (Head of Scouting) Timnas Indonesia mulai menghangat. Meskipun pihak PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) belum memberikan konfirmasi resmi, berbagai sumber dari media Belanda menyebutkan bahwa penunjukan ini sudah dalam tahap akhir.
PSSI Belum Mengonfirmasi, Tapi Juga Tidak Membantah
Saat di konfirmasi mengenai kabar ini, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, memberikan tanggapan yang cukup singkat dan diplomatis. Ia tidak memberikan klarifikasi langsung, namun juga tidak membantah kabar yang telah beredar luas. “Tunggu saja,” ujar Arya kepada awak media, menandakan bahwa perkembangan lebih lanjut akan segera di umumkan.
Pernyataan ini memunculkan spekulasi bahwa PSSI memang sedang menjajaki atau bahkan telah menyelesaikan proses negosiasi dengan Tahamata. Menariknya, media Belanda Voetbal Primeur menyebutkan bahwa Tahamata bahkan di jadwalkan tiba di Jakarta pada pekan depan.
Siapa Simon Tahamata? Profil Singkat Sang Legenda Berdarah Indonesia
Simon Melkianus Tahamata lahir di Vught, Belanda pada 26 Mei 1956. Meskipun lahir dan besar di Eropa, ia memiliki darah Indonesia yang berasal dari Maluku, menjadikannya bagian dari diaspora yang memiliki hubungan emosional dan historis dengan tanah air.
Karier Profesional, Ajax, Standard Liège, Hingga Timnas Belanda
Simon di kenal sebagai pemain sayap dengan kemampuan dribel luar biasa. Kariernya mencakup beberapa klub besar seperti Ajax Amsterdam, Standard Liège, dan Feyenoord. Ia juga memperkuat Tim Nasional Belanda dengan mencatatkan beberapa caps. Dengan latar belakang sebagai pemain top dan kemudian pelatih teknik, reputasinya di dunia sepak bola Eropa tidak di ragukan lagi.
Pengalaman Melatih, 10 Tahun Bersama Akademi Ajax Amsterdam
Simon Tahamata di kenal luas sebagai pelatih teknik (technical trainer) di akademi Ajax Amsterdam, salah satu akademi sepak bola terbaik di dunia. Ia mengabdi selama kurang lebih satu dekade, dari 2014 hingga 2024.
Mengapa Simon Meninggalkan Ajax?
Menurut laporan dari Voetbal Primeur, Tahamata sempat berharap untuk mendapatkan peran baru di Ajax setelah masa jabatannya sebagai pelatih teknik berakhir. Namun, ia tidak mendapatkan tanggapan konkret dari manajemen klub tersebut. “Tahamata sempat berharap bisa kembali ke Ajax dalam peran pendamping atau teknis, tapi ia tidak pernah menerima tanggapan konkret dari Amsterdam,” tulis Voetbal Primeur.
Ketika peluang di Ajax tertutup, datanglah tawaran dari Indonesia. Dengan ikatan emosional terhadap tanah leluhurnya, Simon merasa di hargai dan dihormati oleh tawaran yang di berikan PSSI.
Penugasan Resmi, Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia
Jika kabar ini resmi di umumkan, maka Simon Tahamata akan menjadi Head of Scouting atau Kepala Pencari Bakat Timnas Indonesia. Tugas utamanya akan mencakup dua aspek penting:
- Menemukan dan mengamati talenta muda di dalam negeri.
- Memantau dan merekrut pemain keturunan Indonesia di luar negeri, terutama di Belanda dan Eropa.
Kerja Sama dengan Tim Pelatih Asal Belanda
Penunjukan Tahamata bukan hal yang berdiri sendiri. Ia akan bekerja sama dengan jajaran pelatih asal Belanda yang telah lebih dulu bergabung dengan Timnas Indonesia:
- Patrick Kluivert sebagai Pelatih Kepala
- Denny Landzaat dan Alex Pastoor sebagai Asisten Pelatih
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa PSSI tengah mengonsolidasikan pendekatan Eropa, khususnya model Belanda, dalam sistem pelatihan dan pencarian bakat.
Visi Jangka Panjang, Menuju Piala Dunia 2026
Penunjukan Simon Tahamata sejalan dengan visi strategis jangka panjang PSSI untuk membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi, khususnya dalam menghadapi Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
“Penunjukan ini sejalan dengan visi jangka panjang federasi sepak bola Indonesia, yang fokus pada pengembangan menuju Piala Dunia 2026,” tulis Voetbal Primeur. Dengan Tahamata di posisi scouting, diharapkan Indonesia dapat menggali lebih banyak potensi pemain diaspora yang memiliki kualitas internasional, namun belum tergarap secara maksimal.
Jadwal Awal Tugas, Kualifikasi Piala Dunia 2026
Simon dikabarkan akan langsung memulai tugasnya dalam rangkaian pertandingan Timnas Indonesia di Grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
baca juga: Pentingnya Peran Pemain Humoris dalam Menciptakan Suasana Positif di Tim Persib Bandung
Jadwal Pertandingan:
- Indonesia vs China
- Lokasi: Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta
- Laga ke-9 di Grup C
- Jepang vs Indonesia
- Lokasi: Stadion Suita City Football, Suita, Jepang
- Laga terakhir grup
Keberadaan Simon di staf Timnas diharapkan dapat memberikan analisis pemain yang lebih mendalam, baik terhadap lawan maupun potensi tim sendiri.
Simon Menolak Klub Lain Demi Indonesia
Menurut laporan media Belanda, Simon menerima sejumlah tawaran dari klub-klub menarik di Eropa, namun ia memilih Indonesia karena merasa dihargai dan karena adanya keterikatan emosional.
“Tahamata menerima beberapa tawaran, termasuk dari klub-klub menarik, tapi ia secara sadar memilih Indonesia,” ungkap Voetbal Primeur. Keputusan ini mencerminkan komitmen pribadi dan profesional Simon terhadap sepak bola Indonesia, dan merupakan sinyal positif bagi perkembangan sepak bola nasional.
Relevansi Posisi Kepala Pemandu Bakat
Dalam ekosistem sepak bola modern, posisi Head of Scouting sangat strategis. Ini bukan hanya soal “mencari pemain”, tetapi juga:
- Membangun sistem database pemain
- Mengembangkan jaringan pemantauan di dalam dan luar negeri
- Menyusun profil pemain untuk kebutuhan tim nasional berdasarkan gaya bermain pelatih kepala
- Menjembatani komunikasi antara klub, federasi, dan pemain diaspora
Dengan pengalaman Eropa dan jaringan luasnya, Simon Tahamata dianggap sangat tepat untuk posisi ini.
Peran Strategis Scouting dalam Sepak Bola Modern
Peran kepala pemandu bakat (head of scouting) saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan satu dekade yang lalu. Tidak hanya bertugas mengamati pemain melalui pertandingan langsung, seorang kepala scouting kini juga harus menguasai analisis data, pemetaan performa berbasis statistik, serta pemahaman psikologis pemain.
Hal inilah yang membuat kehadiran Simon Tahamata menjadi aset besar bagi Timnas Indonesia. Dengan pengalamannya di Ajax, yang dikenal sebagai klub dengan sistem scouting terbaik di dunia, Tahamata dinilai mampu mentransformasi sistem pencarian bakat Indonesia yang selama ini belum optimal. Dalam konteks Indonesia, scouting yang kuat akan berdampak langsung pada kualitas regenerasi pemain dan penyusunan skuad nasional untuk jangka panjang.
Lebih dari itu, kehadiran Tahamata diyakini akan memperluas jaringan pemantauan pemain diaspora—bukan hanya di Belanda, tetapi juga di negara-negara Eropa lainnya yang memiliki populasi keturunan Indonesia. Ini sejalan dengan strategi federasi untuk terus memperkuat basis pemain nasional dari diaspora, sebagaimana telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
Simon Tahamata, Pilar Baru dalam Transformasi Timnas
Jika penunjukan Simon Tahamata sebagai Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia benar adanya, maka ini bisa menjadi langkah transformasional dalam membangun kekuatan jangka panjang sepak bola Indonesia. PSSI tampaknya serius membentuk struktur profesional berstandar Eropa, tidak hanya di lapangan, tapi juga dari sisi manajemen dan pengembangan pemain.
Dengan keterlibatan pelatih-pelatih Belanda seperti Patrick Kluivert dan kini Simon Tahamata, publik boleh berharap bahwa Timnas Indonesia tengah menuju arah yang benar menuju Piala Dunia 2026 dan seterusnya.

