Maungpersib.com – Kabar perpisahan Patrick Kluivert dengan Timnas Indonesia tengah menjadi sorotan besar di dunia sepak bola nasional. Keputusan PSSI untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Belanda itu menimbulkan berbagai spekulasi mengenai siapa sosok yang akan menggantikannya. Di tengah ramai isu pergantian pelatih, sejumlah nama mulai bermunculan di media dan kalangan penggemar sepak bola Tanah Air.
Namun, di tengah kegaduhan tersebut, Thom Haye, gelandang Persib Bandung asal Belanda, memilih untuk tidak ikut berkomentar. Pemain berusia 30 tahun itu menegaskan dirinya ingin fokus membantu Persib yang sedang dalam performa positif di kompetisi domestik maupun Asia. Bagi Haye, menjaga konsistensi permainan di lapangan jauh lebih penting ketimbang ikut dalam perdebatan publik soal pelatih Timnas.
PSSI dan Patrick Kluivert Resmi Berpisah
Setelah gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026, PSSI dan Patrick Kluivert resmi sepakat mengakhiri kerja sama mereka. Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi mendalam terhadap hasil yang di raih skuad Garuda di babak kualifikasi.
Kegagalan tersebut menjadi pukulan bagi PSSI yang sebelumnya berharap besar pada mantan bintang Ajax Amsterdam dan Barcelona itu. Bersamaan dengan kepergian Kluivert, seluruh staf pelatih asal Belanda yang mendampinginya juga turut meninggalkan posisinya.
Kini, PSSI tengah berburu pelatih baru yang di harapkan mampu membawa Timnas Indonesia tampil lebih baik dan kompetitif di ajang internasional mendatang.
Baca juga: Jung Akhirnya Tahu Jika PERSIB Klub Besar!
Deretan Nama Calon Pengganti Patrick Kluivert
Setelah kabar perpisahan tersebut di umumkan, sejumlah nama mulai mencuat sebagai calon kuat pengganti Kluivert. Di antaranya,
- Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan yang sebelumnya sukses membawa Timnas Indonesia U23 menembus babak perempat final Piala Asia.
- Timur Kapadze, sosok muda asal Uzbekistan yang di kenal memiliki filosofi sepak bola menyerang dan modern.
- Bojan Hodak, pelatih Persib Bandung yang kini tengah menikmati performa apik bersama klubnya di Super League 2025–2026.
Meski rumor semakin ramai, PSSI belum memberikan konfirmasi resmi terkait kandidat yang benar-benar akan di pertimbangkan. Semua masih dalam tahap pembahasan internal dan evaluasi menyeluruh.
Thom Haye Pilih Bungkam Soal Isu Pelatih Timnas
Dalam sesi wawancara setelah laga Persib Bandung kontra PSBS Biak, Jumat (17/10/2025), Thom Haye menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menanggapi kabar terkait pergantian pelatih Timnas Indonesia.
“Tidak ada komentar,” ujar Haye singkat saat di tanya oleh awak media.
“Saya tidak ingin membahas soal itu. Sekarang fokus saya adalah bermain sepak bola dan membantu Persib menang,” tambahnya.
Sikap diam Haye ini menunjukkan profesionalismenya sebagai pemain klub yang ingin menjaga fokus di tengah isu panas sepak bola nasional. Ia memahami bahwa situasi di level Timnas merupakan ranah federasi dan bukan kewenangannya untuk ikut berpendapat.
Fokus pada Performa Bersama Persib Bandung
Alih-alih membicarakan isu Timnas, Thom Haye lebih memilih untuk menyoroti performa apiknya di laga melawan PSBS Biak, di mana ia di nobatkan sebagai man of the match. Dalam pertandingan itu, Haye menjadi otak serangan Maung Bandung dengan distribusi bola yang akurat dan visi bermain yang tajam.
Pemain bernomor punggung 33 itu mampu mengendalikan tempo permainan dan memecah pertahanan lawan melalui umpan vertikal yang efektif. PSBS Biak tampak kesulitan menghadapi kreativitas dan mobilitas sang gelandang tengah.
“Seperti yang saya katakan hari ini, saya hanya harus bahagia bisa bermain sepak bola,” ujar mantan pemain Timnas U21 Belanda itu.
“Kemarin bersama Timnas Indonesia di ronde keempat itu sangat sulit bagi kami, tapi sekarang saya kembali ke lapangan, menikmati permainan, dan merasa senang.”
Baca juga: Kagum dengan Kegilaan Bobotoh, Wiliam Marcilio Tak Menyesal Gabung Persib Bandung
Momen Kedekatan dengan Bojan Hodak
Dalam beberapa pertandingan terakhir, kamera sempat menangkap momen komunikasi intens antara Thom Haye dan pelatih Persib, Bojan Hodak. Salah satunya saat laga melawan Persebaya Surabaya pada 12 September 2025 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Ketika Persib harus bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah Luciano Guaycochea, Haye terlihat berdiskusi dengan Hodak di tepi lapangan. Gelandang asal Belanda itu tampak memberi masukan taktik agar tim tetap solid di tengah tekanan lawan.
Momen tersebut memperlihatkan peran penting Haye sebagai “otak permainan” dan sosok yang di percaya Hodak dalam menjaga keseimbangan tim. Kolaborasi keduanya terbukti berbuah positif dengan catatan kemenangan beruntun Persib di kompetisi domestik.
Optimisme Thom Haye Menatap Laga Berikutnya
Thom Haye juga menunjukkan optimisme tinggi untuk tampil lebih baik di laga-laga berikutnya. Ia merasa adaptasinya di Indonesia semakin sempurna dan kondisi fisiknya makin prima.
“Saya harus lebih kuat lagi. Sekarang anda bisa lihat bahwa saya bermain lebih bertenaga dan percaya diri,” ujar Haye. “Saya sudah tidak sabar menantikan pertandingan berikutnya.”
Gelandang 30 tahun ini menegaskan bahwa rutinitas latihan intensif bersama Hodak membuatnya kembali ke level terbaik. Ia juga menikmati atmosfer kompetisi di Indonesia yang menurutnya penuh semangat dan dukungan luar biasa dari para suporter.
Jadwal Padat Persib Bandung di Liga dan Asia
Setelah kemenangan atas PSBS Biak, Persib Bandung akan menghadapi jadwal padat dalam dua pekan ke depan. Pada 23 Oktober 2025, Maung Bandung di jadwalkan menjamu Selangor FC (Malaysia) dalam lanjutan AFC Champions League Two di Stadion GBLA. Persib datang dengan kepercayaan diri tinggi usai meraih kemenangan tandang atas Bangkok United di matchday kedua.
Empat hari berselang, Persib akan kembali bertanding di Super League 2025–2026 melawan Persis Solo. Laga tersebut menjadi ujian penting bagi konsistensi performa anak asuh Bojan Hodak.
Baca juga: Uilliam Barros, Pahlawan Kemenangan Tipis Lawan Persebaya di Super League 2025/2026
Evaluasi dan Harapan dari PSSI
Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa keputusan berpisah dengan Kluivert menjadi bagian dari evaluasi besar demi masa depan sepak bola nasional. Ia menegaskan target jangka panjang PSSI adalah mendorong Timnas Indonesia masuk peringkat 100 besar dunia.
“Kami melakukan evaluasi menyeluruh. Kami ingin pelatih baru nanti bisa membawa visi jangka panjang dan membangun generasi emas sepak bola Indonesia,” kata Erick Thohir.
Dengan target ambisius tersebut, federasi kini tengah menimbang sosok pelatih yang tak hanya memiliki pengalaman internasional, tetapi juga memahami karakter pemain Indonesia.
Thom Haye, Profesionalisme dan Fokus Jadi Kunci
Sikap Thom Haye yang memilih bungkam soal pergantian pelatih Timnas Indonesia menunjukkan tingginya profesionalisme seorang pemain asing yang kini menjadi bagian penting Persib Bandung.
Haye tidak ingin terseret dalam spekulasi, melainkan fokus menunjukkan kualitasnya di lapangan. Ia memahami bahwa performa konsisten bersama klub akan menjadi kontribusi nyata bagi perkembangan sepak bola nasional, jauh lebih penting di banding ikut dalam perdebatan publik.
Baca juga: Respons Elegan Beckham Putra soal Regulasi 11 Pemain Asing di Super League 2025-2026
Fokus di Klub, Hormati Situasi Timnas
Keputusan Thom Haye untuk tidak berkomentar mengenai pengganti Patrick Kluivert adalah sikap bijak yang menunjukkan rasa hormatnya terhadap Timnas Indonesia dan PSSI. Di tengah gejolak yang melanda, Haye memilih tetap fokus memperkuat Persib Bandung dan menjaga performa puncaknya.
Dengan jadwal padat di kompetisi domestik dan internasional, kontribusi Thom Haye akan sangat krusial bagi Maung Bandung dalam mempertahankan momentum positif. Sementara itu, publik sepak bola Indonesia menunggu langkah PSSI dalam menentukan sosok pelatih baru yang di harapkan mampu membawa Garuda terbang lebih tinggi di masa depan.

