Maungpersib.com – PERSIB U20 harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 0-0 melawan Persebaya Surabaya pada gim ke-25 Grup B Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/26. Pertandingan yang digelar di SPOrT Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu, 14 Februari 2026 itu berlangsung ketat sejak menit awal hingga peluit panjang dibunyikan. Meski tidak ada gol tercipta, laga ini tetap menyajikan tensi tinggi. Kedua tim bermain disiplin dan berhati-hati. PERSIB U20 berusaha mengontrol permainan di hadapan publik sendiri, sementara Persebaya tampil solid dalam bertahan dan sesekali melancarkan serangan balik cepat.
Tambahan satu poin membuat PERSIB U20 kini mengoleksi 33 angka dan masih tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Grup B. Di sisi lain, puncak klasemen tetap ditempati Malut United dengan raihan 49 poin. Selisih yang cukup jauh ini menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan bagi skuad muda Maung Bandung.
Jalannya Pertandingan, Dominasi Tanpa Finishing Akhir
Sejak awal pertandingan, PERSIB U20 mencoba tampil agresif. Mereka memegang penguasaan bola lebih banyak dan membangun serangan dari lini tengah. Pola permainan yang rapi terlihat jelas, terutama dalam transisi dari bertahan ke menyerang. Namun, dominasi itu belum mampu dikonversi menjadi gol. Beberapa peluang emas tercipta, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi masalah utama. Tendangan dari luar kotak penalti belum menemui sasaran, sedangkan peluang di dalam kotak penalti kerap terhenti oleh barisan pertahanan Persebaya yang disiplin.
Persebaya sendiri bukan tanpa ancaman. Tim tamu beberapa kali menciptakan peluang lewat serangan balik cepat. Beruntung, lini belakang PERSIB U20 tampil cukup sigap. Koordinasi antarpemain belakang berjalan baik sehingga gawang tetap aman hingga akhir laga. Pertandingan berjalan alot. Intensitas tinggi membuat kedua tim harus bekerja ekstra keras. Meski begitu, skor 0-0 tetap bertahan hingga menit ke-90.
Posisi Klasemen dan Tantangan PERSIB U20
Hasil imbang ini memang tidak merugikan secara drastis, tetapi juga tidak banyak membantu PERSIB U20 untuk merangsek naik ke papan atas. Dengan 33 poin dari 25 pertandingan, peluang untuk mengejar puncak klasemen semakin menantang. Malut United yang berada di posisi teratas sudah mengoleksi 49 poin. Selisih angka yang cukup jauh membuat PERSIB U20 harus tampil konsisten di sisa pertandingan. Setiap laga kini terasa seperti final.
Konsistensi menjadi kunci. Di level pembinaan seperti EPA Super League, proses perkembangan pemain memang menjadi prioritas. Namun, hasil tetap penting untuk menjaga mental dan kepercayaan diri tim.
Evaluasi Pelatih Sabrun Hanapi
Setelah pertandingan, pelatih PERSIB U20, Sabrun Hanapi, menerima hasil imbang ini dengan sikap realistis. Ia menilai anak asuhnya sudah menunjukkan peningkatan dibanding pertandingan sebelumnya. “Kami terima hasil ini. Kami berada di level pembinaan dan anak-anak main sudah jauh lebih baik dari pertandingan kemarin. Ini yang terpenting,” ujar Sabrun. Pernyataan tersebut menunjukkan fokus utama tim bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi perkembangan permainan secara keseluruhan.
Ia melihat progres dalam cara bermain, keberanian menguasai bola, serta kerja sama antarpemain. Sabrun juga menegaskan bahwa seluruh pemain sudah berusaha maksimal. Menurutnya, gol hanya soal waktu. “Semua pemain sudah berusaha sekuat tenaga, mereka hanya tidak bisa bikin gol saja. Dengan komposisi baru yang main di pertandingan ini, menurut saya, mencetak gol tinggal menunggu waktu saja,” tambahnya.Komentar itu memberi gambaran bahwa perubahan komposisi pemain memang memengaruhi ritme permainan. Adaptasi masih terus berjalan.
Taktik Tanpa Striker di Menit 68
Salah satu momen menarik dalam pertandingan ini terjadi pada menit ke-68. PERSIB U20 tampil tanpa striker murni setelah M. Gaoshirowi ditarik keluar dan digantikan oleh Azka Fawwaz yang berposisi alami sebagai gelandang bertahan. Keputusan ini cukup mengejutkan. Banyak yang bertanya-tanya, mengapa Sabrun justru menarik penyerang saat tim membutuhkan gol?
Sabrun menjelaskan bahwa kondisi fisik Gaoshirowi sudah menurun. Ia tidak ingin memaksakan pemain yang sudah kelelahan. Sementara itu, striker lain, Satria Febrian, dinilai belum siap tampil di level tersebut. “Kondisi fisik Gaoshirowi sudah habis. Ada striker lain, tapi belum siap main di level ini dan saya enggak mau memaksakan. Sedangkan, tim ini butuh pemain yang bisa kuasai bola di depan,” jelasnya.
Dengan memasukkan Azka Fawwaz, Sabrun ingin memperkuat penguasaan bola di lini tengah dan depan. Strategi ini bertujuan menjaga tempo permainan serta membuka ruang lewat kombinasi umpan pendek. Meski belum membuahkan hasil berupa gol, pendekatan taktis ini menunjukkan fleksibilitas strategi PERSIB U20.
Masalah Finishing yang Perlu Dibenahi
Dari laga ini, satu hal yang paling terlihat adalah persoalan finishing. PERSIB U20 mampu menciptakan peluang, tetapi belum efektif dalam memaksimalkannya. Masalah penyelesaian akhir memang sering menjadi tantangan bagi tim muda. Faktor mental, pengalaman, hingga ketenangan di depan gawang sangat berpengaruh. Latihan intensif dan jam terbang akan membantu meningkatkan ketajaman lini depan. Jika aspek ini bisa diperbaiki, PERSIB U20 berpotensi tampil lebih kompetitif. Pola permainan sudah terbentuk, kerja sama tim terlihat solid, tinggal sentuhan akhir yang perlu diasah.
Peran EPA Super League dalam Pembinaan Pemain Muda
Elite Pro Academy (EPA) Super League bukan sekadar kompetisi biasa. Ajang ini menjadi wadah pembinaan pemain muda agar siap menembus level profesional. Bagi PERSIB U20, setiap pertandingan adalah kesempatan belajar. Tekanan pertandingan kompetitif melatih mental, sementara persaingan ketat mendorong pemain meningkatkan kualitas individu.
Hasil imbang melawan Persebaya bisa menjadi pelajaran berharga. Pemain belajar mengelola emosi saat gagal mencetak gol dan tetap menjaga fokus hingga akhir laga. Pengalaman seperti ini akan sangat berguna ketika mereka naik ke level senior.
Baca juga: Tanpa Reijnders, Ini Starter PERSIB vs PSBS Biak di Super League 2025/26
Optimisme Menatap Laga Berikutnya
Meski gagal meraih tiga poin, PERSIB U20 tetap memiliki alasan untuk optimis. Performa tim menunjukkan perkembangan. Organisasi permainan semakin rapi, transisi berjalan baik, dan lini belakang tampil disiplin.Sabrun Hanapi pun yakin gol akan datang pada waktu yang tepat. Dengan kerja keras dan evaluasi menyeluruh, peluang untuk bangkit di laga selanjutnya terbuka lebar. Kunci utamanya ada pada konsistensi latihan, peningkatan fisik, dan ketajaman penyelesaian akhir. Jika tiga aspek ini berjalan seimbang, PERSIB U20 bisa kembali ke jalur kemenangan.
Hasil imbang 0-0 antara PERSIB U20 dan Persebaya Surabaya di pekan ke-25 Grup B EPA Super League 2025/26 memang belum memuaskan. Tambahan satu poin membuat PERSIB U20 tetap berada di peringkat kelima klasemen sementara dengan 33 angka. Namun, di balik skor tanpa gol itu, ada proses pembinaan yang terus berjalan. Pelatih Sabrun Hanapi melihat peningkatan signifikan dalam permainan anak asuhnya. Taktik yang fleksibel dan komposisi baru memberi warna berbeda, meski belum berbuah gol.
Kini, tantangan berikutnya adalah memperbaiki finishing dan menjaga konsistensi. Perjalanan masih panjang. Dengan semangat dan evaluasi yang tepat, PERSIB U20 berpeluang menunjukkan perkembangan yang lebih matang di sisa musim EPA Super League 2025/26.

