Maungpersib.com – Jelang laga krusial leg kedua babak 16 besar AFC Champions League (ACL) Two 2025/26 melawan Ratchaburi FC, Persib Bandung mendapat suntikan energi yang berbeda. Bukan hanya dari strategi pelatih atau latihan intens di lapangan, tetapi juga dari doa dan dukungan ratusan santri. Pada Selasa, 17 Februari 2026, ratusan santri dari Pondok Pesantren Al-Um Kota Bogor datang langsung ke Graha Persib di Jalan Sulanjana No. 17, Kota Bandung.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda biasa. Ada silaturahmi, ada harapan, dan tentu saja ada doa yang dipanjatkan bersama untuk Dedi Kusnandar dan rekan-rekannya. Momentum ini terasa istimewa. Di tengah tekanan kompetisi Asia yang tidak mudah, dukungan moral seperti ini menjadi bahan bakar tambahan bagi Maung Bandung.
Harapan Lolos ke Perempat Final AFC Champions League Two
Pertandingan melawan Ratchaburi FC bukan laga biasa. Ini adalah penentuan nasib Persib di kompetisi Asia musim 2025/26. Setelah melewati fase sebelumnya dengan perjuangan panjang, kini langkah menuju perempat final tinggal selangkah lagi. Ratusan santri yang hadir menyampaikan doa agar Persib mampu meraih kemenangan dan memastikan tiket ke babak delapan besar. Doa dipanjatkan dengan harapan agar perjuangan di lapangan sejalan dengan takdir terbaik dari Allah SWT.
KH. Herman Sudrajat S.Ag. yang memimpin rombongan menyampaikan bahwa kunjungan ini diharapkan membawa keberkahan. Tidak hanya untuk para santri, tetapi juga untuk Persib sebagai kebanggaan Jawa Barat. Ia berharap para pemain selalu diberi kekuatan, kesehatan, dan mental yang tangguh saat menghadapi laga penting tersebut. Baginya, dukungan spiritual adalah bagian dari ikhtiar yang tidak boleh dilupakan.
Mengenal Lebih Dekat Persib Bandung
Kunjungan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi para santri. Mereka tidak hanya datang untuk berdoa, tetapi juga mengenal lebih jauh tentang Persib sebagai klub besar Indonesia.
Rombongan berkesempatan mengunjungi Persib Store dan melihat berbagai merchandise resmi kebanggaan Bobotoh. Antusiasme terlihat jelas saat para santri menyusuri setiap sudut toko. Selain itu, mereka juga menaiki Bandros “Jalan-jalan Persib” atau yang akrab disebut Jajap. Program ini memberikan pengalaman berbeda, memperkenalkan sejarah dan perjalanan Persib kepada para pendukungnya. Melalui kegiatan ini, santri tidak hanya mengenal Persib sebagai tim sepak bola, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan daerah, perjuangan, dan persatuan.
Sambutan Hangat dari Manajemen Persib
Rombongan Ponpes Al-Um disambut langsung oleh Vice President of Operations PT Persib Bandung Bermartabat, Andang Ruhiat. Kehadiran para santri disebutnya sebagai kebanggaan tersendiri bagi klub. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan. Menurutnya, kunjungan tersebut membawa energi positif menjelang laga penting di kompetisi Asia.
Andang juga mengingatkan bahwa setiap pertandingan tidak hanya soal taktik dan strategi. Ada doa yang mengiringi setiap langkah tim, baik dari manajemen, pemain, maupun para pendukung. Ia menegaskan bahwa para pemain akan berikhtiar maksimal di lapangan. Sementara itu, manajemen dan para santri tidak lupa memanjatkan doa agar hasil terbaik bisa diraih.
Doa dan Ikhtiar Jadi Kekuatan Tambahan Persib
Dalam sepak bola modern, persiapan fisik dan taktik memang menjadi kunci. Namun faktor mental dan spiritual sering kali menjadi pembeda, terutama di laga-laga besar. Persib menyadari bahwa perjuangan di ACL Two bukan sekadar membawa nama klub. Ada nama Indonesia dan kebanggaan Jawa Barat yang ikut dipertaruhkan. Karena itu, dukungan dalam bentuk apa pun sangat berarti.
Doa dari ratusan santri ini menjadi simbol bahwa Persib tidak berjalan sendiri. Ada masyarakat yang mendukung, ada Bobotoh yang setia, dan ada harapan besar yang dititipkan kepada para pemain. Ketika pemain melangkah ke lapangan, mereka membawa semangat ribuan orang. Termasuk doa-doa tulus yang dipanjatkan di Graha Persib hari itu.
Persib dan Misi Mengharumkan Nama Indonesia di Asia
Kompetisi AFC Champions League Two menjadi panggung penting bagi Persib untuk menunjukkan kualitasnya di level Asia. Lolos ke perempat final tentu akan menjadi pencapaian besar. Selain itu, Persib juga masih berjuang di kompetisi domestik. Target juara Super League menjadi ambisi yang terus diperjuangkan. Kombinasi fokus di dua ajang sekaligus tentu bukan perkara mudah.
Namun dengan dukungan penuh dari Bobotoh dan masyarakat, optimisme tetap terjaga. Dukungan moral seperti yang diberikan para santri Ponpes Al-Um menjadi bukti bahwa sepak bola mampu menyatukan berbagai kalangan. Santri, manajemen, pemain, dan pendukung berada dalam satu tujuan yang sama: melihat Persib meraih kemenangan dan membanggakan.
Makna Silaturahmi di Tengah Tekanan Kompetisi
Silaturahmi yang terjalin di Graha Persib bukan hanya seremoni. Ada pesan kuat tentang kebersamaan dan solidaritas. Di tengah tekanan pertandingan internasional, kehadiran para santri menjadi pengingat bahwa sepak bola lebih dari sekadar skor akhir. Ada nilai persatuan, doa, dan harapan yang menyertainya. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa Persib terbuka terhadap berbagai elemen masyarakat. Klub tidak hanya fokus pada hasil pertandingan, tetapi juga membangun hubungan sosial yang positif. Hal ini penting dalam membangun citra klub yang profesional dan dekat dengan masyarakat.
Optimisme Jelang Laga Kontra Ratchaburi FC
Menjelang leg kedua melawan Ratchaburi FC, atmosfer optimisme terasa semakin kuat. Para pemain di pastikan akan tampil dengan determinasi tinggi. Doa yang telah dipanjatkan menjadi tambahan motivasi. Mentalitas bertanding di laga hidup mati seperti ini sangat di butuhkan.
Persib tentu memahami bahwa pertandingan di level Asia menuntut konsentrasi penuh. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Karena itu, persiapan di lakukan secara maksimal, baik secara teknis maupun mental. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk para santri, menjadi bagian dari persiapan non-teknis yang tidak kalah penting.
Baca juga: Media Prancis Ikut Heboh, Kepindahan Layvin Kurzawa ke Persib Bukan Transfer Biasa
Dukungan Bobotoh dan Spirit Kebersamaan Jadi Modal Penting Persib
Selain doa dari para santri, Persib tentu tidak pernah berjalan sendiri. Ada Bobotoh yang selalu setia mendukung dalam kondisi apa pun. Baik saat tim berada di puncak performa, maupun ketika harus berjuang bangkit dari tekanan. Dukungan ini bukan sekadar sorakan di stadion, tetapi juga energi emosional yang ikut mendorong semangat pemain. Dalam laga sebesar AFC Champions League Two, atmosfer dukungan menjadi faktor penting.
Pemain butuh kepercayaan diri, dan itu sering lahir dari keyakinan bahwa mereka di dukung penuh oleh masyarakat. Ketika ribuan hati berharap pada hasil terbaik, rasa tanggung jawab pemain ikut tumbuh lebih besar. Kebersamaan antara manajemen, pemain, santri, dan Bobotoh menciptakan satu kekuatan kolektif. Persib tidak hanya mewakili klub, tetapi juga identitas dan harga diri daerah. Karena itu, setiap pertandingan selalu punya makna lebih dalam.
Dengan semangat kebersamaan ini, Persib memiliki modal kuat untuk menghadapi tekanan laga penentuan. Mental bertanding semakin terasah, motivasi semakin terjaga, dan harapan semakin nyata. Kini, semua elemen menyatu dalam satu tujuan, melihat Maung Bandung melangkah lebih jauh di pentas Asia. Kunjungan ratusan santri Pondok Pesantren Al-Um Kota Bogor ke Graha Persib menjadi momen penuh makna jelang laga 16 besar AFC Champions League Two 2025/26.
Silaturahmi, doa, dan dukungan yang di berikan menjadi energi tambahan bagi Dedi Kusnandar dan rekan-rekan. Manajemen pun menyambut hangat kehadiran mereka sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan. Di atas lapangan, pemain akan berjuang dengan segala kemampuan. Di luar lapangan, doa terus mengalir. Kombinasi ikhtiar dan tawakal menjadi fondasi penting dalam menghadapi laga besar. Kini harapan itu menggantung di pertandingan melawan Ratchaburi FC. Jika kemenangan berhasil di raih, bukan hanya tiket perempat final yang di dapat, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh Bobotoh dan masyarakat yang telah mendoakan.
Persib melangkah dengan semangat. Doa telah dipanjatkan. Tinggal bagaimana perjuangan itu di tuntaskan di lapangan.

