Baru Bikin Pelatih Murka, Wasit Korea Selatan Justru Dipercaya Pimpin Duel Panas Persib vs Persija - MaungPersib

Baru Bikin Pelatih Murka, Wasit Korea Selatan Justru Dipercaya Pimpin Duel Panas Persib vs Persija

Maungpersib.com – Dunia sepak bola Indonesia kembali memanas. Kali ini bukan hanya karena rivalitas Persib vs Persija, tetapi juga karena sorotan tajam terhadap sosok wasit asing. Wasit asal Korea Selatan, Ko Hyung-jin, mendadak jadi bahan pembicaraan setelah memicu kemarahan Dejan Antonic, pelatih Semen Padang sekaligus mantan pelatih Persib.

Yang bikin geleng-geleng kepala, meski baru saja menuai kritik keras akibat keputusan kontroversial, Ko Hyung-jin justru ditunjuk PSSI untuk memimpin laga paling panas di Indonesia. Ya, El Clasico versi lokal: Persib Bandung kontra Persija Jakarta.

Situasi ini langsung memantik pro dan kontra. Wajar saja, karena satu keputusan wasit di laga sebesar ini bisa berdampak panjang. Bukan cuma soal hasil, tapi juga soal kepercayaan publik pada kompetisi.

Kontroversi Wasit Ko Hyung-jin di Pekan ke-16 Super League

Masalah ini berawal dari laga pekan ke-16 Super League 2025/2026. Semen Padang bertandang ke Stadion Sultan Agung, Bantul, menghadapi PSIM Jogja, Minggu (4/1/2026). Pertandingan berjalan ketat. Namun semuanya berubah setelah satu keputusan krusial dari wasit Ko Hyung-jin. Gol tunggal PSIM Jogja tercipta lewat titik putih. Masalahnya, penalti itu diberikan saat sistem VAR sedang tidak aktif alias inactive.

Dalam pertandingan tersebut, VAR memang beberapa kali mengalami gangguan sinyal. Bahkan pada menit ke-63, Semen Padang sempat merasa dirugikan karena ada dugaan pelanggaran di kotak penalti PSIM yang luput dari perhatian wasit. Ko Hyung-jin sempat terlihat menunggu cukup lama di tengah lapangan. Ia seperti berharap ada panggilan dari ruang VAR. Namun, hingga beberapa menit berlalu, sinyal tak kunjung tersedia.

Akhirnya, tanpa bantuan VAR, wasit asal Korea Selatan itu tetap mengambil keputusan. PSIM Jogja diuntungkan, Semen Padang harus menelan kekalahan 1-0. Keputusan ini langsung memicu polemik. Bukan hanya soal penalti, tapi juga soal kesiapan teknologi VAR di stadion yang dinilai belum ideal.

Amarah Dejan Antonic Meledak di Ruang Konferensi Pers

Usai laga, Dejan Antonic tak bisa menahan emosinya. Dalam konferensi pers, ia meluapkan kekecewaan secara terbuka. Bahkan, sekitar 10 menit pertama sesi tersebut dihabiskan hanya untuk mengkritik kepemimpinan wasit. Nada bicara Antonic tegas, emosional, dan penuh penekanan. Ia merasa keputusan wasit tidak adil dan mencederai esensi pertandingan.

Antonic menilai Ko Hyung-jin mengambil keputusan sepihak tanpa dukungan teknologi yang seharusnya menjadi penengah. “Dia bikin keputusan sendiri. VAR tidak jalan, dia kasih penalti,” ujar Antonic dengan nada kesal.

Menurutnya, jika VAR tidak aktif, seharusnya wasit lebih berhati-hati. Bukan malah membuat keputusan krusial yang bisa menentukan hasil akhir laga. Lebih jauh, Antonic menegaskan bahwa masalah ini bukan semata-mata soal Semen Padang.

Pesan untuk Semua Klub Besar

Dalam pernyataannya, Antonic menyebut nama klub-klub besar, termasuk Persib dan Persija. Ia menilai kesalahan seperti ini bisa terjadi pada siapa saja. “Saya cuma mau bilang ke depannya, jangan seperti ini. Bukan di PSIM, bukan di Semen Padang. Di Persib, di Persija juga. Jangan seperti ini. Ini contoh jelek untuk semua,” ucapnya.

Kalimat ini langsung menyebar luas. Banyak pihak menilai Antonic sedang memperingatkan federasi agar lebih serius mengelola perangkat pertandingan. “Sakit hati. Sakit hati kita. Saya sakit hati hari ini,” tambahnya. Kalimat sederhana, tapi penuh makna.

Harapan Dejan Antonic Tak Digubris PSSI

Setelah kritik keras tersebut, publik menunggu respons PSSI. Banyak yang menduga Komite Wasit akan mengevaluasi atau setidaknya menunda penugasan Ko Hyung-jin. Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Alih-alih dicadangkan, Ko Hyung-jin malah mendapat tugas terbesar. Ia ditunjuk sebagai wasit utama laga Persib Bandung vs Persija Jakarta pada pekan ke-17 Super League 2025/2026. Keputusan ini jelas mengejutkan banyak pihak.

Ko Hyung-jin Ditunjuk Pimpin Persib vs Persija

Laga Persib vs Persija bukan pertandingan biasa. Ini adalah duel gengsi, sarat emosi, dan selalu berada di bawah sorotan nasional. Satu keputusan kontroversial saja bisa memicu reaksi berantai, baik di stadion maupun di media sosial.

Sebagai mantan pelatih Persib, Dejan Antonic merasa keputusan PSSI ini sulit dipahami. Ia bahkan melontarkan komentar sarkastik. “Semoga dia tetap di Korea saja,” kata Antonic.

Komentar itu jelas menunjukkan kekecewaan mendalam. Antonic merasa kesalahan wasit seharusnya berujung evaluasi, bukan promosi. Ia melanjutkan dengan nada lebih tajam. “Dia melakukan kesalahan, besok jalan-jalan ke Borobudur, terbang pulang lalu lupa.”

Menurut Antonic, dampak dari kesalahan wasit tidak bisa dianggap sepele. “Kami di sini, pelatih, pemain, harus merasakan dampaknya. Ini tidak boleh lagi,” tegasnya.

Risiko Besar di Balik Laga El Clasico Indonesia

Menugaskan wasit yang sedang di sorot publik ke laga sebesar Persib vs Persija jelas mengandung risiko. Tekanan pada Ko Hyung-jin bakal berlipat ganda. Setiap peluit, setiap kartu, setiap keputusan kecil akan di awasi ketat.

Persib dan Persija memiliki basis suporter yang besar dan fanatik. Atmosfer stadion di pastikan panas, bahkan sebelum kick-off. Dalam situasi seperti ini, wasit di tuntut ekstra fokus. Sedikit saja salah langkah, reaksi bisa langsung membesar. Media pun tak kalah kritis. Apalagi setelah kontroversi di pekan sebelumnya, nama Ko Hyung-jin sudah lebih dulu di cap negatif oleh sebagian publik.

Tak hanya wasit, PSSI juga ikut dipertaruhkan. Keputusan menunjuk Ko Hyung-jin dianggap sebagai ujian keberanian sekaligus konsistensi federasi. Jika laga berjalan lancar, PSSI bisa berdalih bahwa penugasan ini tepat. Namun jika muncul kontroversi lagi, kritik bakal jauh lebih keras. Isu kualitas wasit, kesiapan VAR, hingga transparansi Komite Wasit bisa kembali mencuat ke permukaan.

VAR dan Masalah Infrastruktur yang Belum Tuntas

Kasus ini juga membuka kembali diskusi soal VAR di Indonesia. Teknologi yang seharusnya membantu keadilan justru jadi sumber masalah saat tidak siap digunakan. Stadion Sultan Agung menjadi contoh nyata.

Gangguan sinyal membuat VAR tidak berfungsi maksimal, dan wasit harus mengambil keputusan dalam kondisi serba terbatas. Jika kondisi seperti ini terus terjadi, bukan tidak mungkin kontroversi serupa akan terulang.

Baca juga: BRI Super League Memanas, Marc Klok Sambut Pemain Baru dengan Harapan Besar

Harapan Publik Jelang Persib vs Persija

Terlepas dari semua polemik, publik sepak bola Indonesia berharap satu hal sederhana. Laga Persib vs Persija berjalan adil, bersih, dan minim kontroversi. Ko Hyung-jin kini berada di titik krusial. Ia punya kesempatan membuktikan kualitasnya sebagai wasit internasional.

Jika mampu memimpin laga dengan tenang dan konsisten, tekanan bisa mereda. Namun jika tidak, sorotan akan semakin tajam.

Laga Panas, Wasit di Bawah Sorotan

Penunjukan Ko Hyung-jin sebagai wasit Persib vs Persija jelas bukan keputusan biasa. Di tengah kontroversi dan kritik keras dari Dejan Antonic, langkah PSSI ini terasa berani, bahkan nekat. Kini semua mata tertuju ke satu pertandingan. El Clasico Indonesia bukan cuma soal siapa menang atau kalah, tapi juga soal kredibilitas wasit dan federasi.

Semoga saja laga berjalan lancar. Karena jika tidak, tekanan pada Ko Hyung-jin dan PSSI bakal jauh lebih masif dari sebelumnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *