Maungpersib.com – Liga 1 Indonesia akan segera menyambut musim baru 2025/2026 dengan gairah dan ambisi yang tinggi. Klub-klub dari berbagai penjuru Tanah Air sudah memulai persiapan, mulai dari pemusatan latihan, transfer pemain, hingga pemantapan taktik. Namun di balik riuh transfer dan strategi baru, ada kisah menarik tentang beberapa pemain yang pernah bersinar bersama Timnas Indonesia, tetapi kini tengah meredup performanya.
Meski demikian, musim baru selalu menghadirkan peluang baru. Para pemain ini masih memiliki kesempatan besar untuk bangkit dan membuktikan bahwa mereka pantas kembali ke performa puncak, bahkan layak kembali ke pangkuan Timnas Indonesia. Berikut ini adalah lima pemain berlabel Timnas Indonesia yang mengalami penurunan performa di musim 2024/2025, tetapi masih memiliki potensi besar untuk bersinar kembali di musim 2025/2026.
1. Rachmat Irianto, Dari Pilar Timnas hingga Kembali ke Rumah
Nama Rachmat Irianto tentu tidak asing bagi pecinta sepak bola nasional. Putra legenda Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro, ini dikenal sebagai bek tangguh dan memiliki naluri bertahan yang kuat. Ia memiliki 30 caps bersama Timnas Indonesia dan terakhir tampil saat menghadapi Filipina pada Kualifikasi Piala Dunia 2026, November 2023 lalu.
Namun, musim 2024/2025 menjadi tantangan berat bagi Rachmat. Cedera yang cukup serius membuatnya hanya tampil 12 kali bersama Persib Bandung, jauh dari performa impresif musim sebelumnya di mana ia mencatatkan 29 penampilan dan membantu tim meraih gelar juara BRI Liga 1.
Dengan kontraknya yang tidak diperpanjang oleh Persib, Rachmat Irianto memutuskan kembali ke Persebaya Surabaya, klub yang membesarkan namanya. Kembalinya Irianto ke Bajul Ijo bukan hanya sekadar transfer, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali kariernya. Usianya yang baru 25 tahun masih menyisakan banyak peluang untuk kembali bersinar.
2. Witan Sulaeman, Bintang Muda yang Perlu Konsistensi
Dari Harapan Besar hingga Perjuangan Menembus Starting XI, Witan Sulaeman adalah salah satu talenta muda terbaik Indonesia. Pemain berusia 23 tahun ini memiliki 46 caps bersama Timnas Indonesia dan dikenal dengan kelincahan serta kreativitasnya di sisi sayap.
Namun, musim 2024/2025 bersama Persija Jakarta berjalan tidak mudah bagi Witan. Meskipun mencatatkan 28 penampilan, sebagian besar di antaranya ia mulai dari bangku cadangan. Ia hanya mencetak 1 gol dan 6 assist, catatan yang lebih rendah dibandingkan paruh musim sebelumnya (3 gol dan 6 assist).
Meski performanya menurun, Witan masih dipercaya oleh manajemen Persija. Dengan kontrak yang masih tersisa satu musim lagi dan kedatangan pelatih baru, Maurizio Suza, Witan diharapkan bisa mendapatkan peran yang lebih besar dan kembali menemukan bentuk terbaiknya.
3. Muhammad Ferarri, Bek Muda Serbabisa yang Siap Pindah Haluan
Muhammad Ferarri merupakan salah satu bek muda potensial yang menonjol di Persija Jakarta. Pemain berusia 21 tahun ini dikenal mampu bermain sebagai bek tengah maupun gelandang bertahan.
Namun musim ini performanya terlihat stagnan. Ia tampil 23 kali, menyumbang 3 assist, tetapi tidak mencetak gol seperti musim sebelumnya (2 gol dari 18 laga). Selain itu, ia juga menerima 1 kartu merah dan 2 kartu kuning, menunjukkan ada aspek emosional yang masih perlu di perbaiki.
Siap Memulai Petualangan Baru, Setelah memutuskan untuk berpisah dari Persija, Ferarri akan mencari tantangan baru di klub lain. Dengan pengalaman 7 penampilan dan 2 gol di Timnas senior, Ferarri tentu menjadi incaran banyak klub yang ingin membangun lini belakang yang solid dan muda.
4. Syahrian Abimanyu, Gelandang Cerdas yang Kehilangan Momentum
Potensi Besar yang Belum Sepenuhnya Terwujud, Syahrian Abimanyu umur 26 tahun, pernah dianggap sebagai jenderal lapangan tengah masa depan Indonesia. Ia memiliki teknik olah bola dan visi permainan yang baik. Pengalamannya bermain di Johor Darul Ta’zim (Malaysia) dan Madura United menjadi bukti kualitasnya. Sayangnya, performa Syahrian bersama Persija dalam dua musim terakhir belum menunjukkan ledakan yang di harapkan.
Musim ini, ia hanya tampil 21 kali dengan kontribusi 1 assist. Kontraknya yang berakhir pada Juni 2025 membuat Syahrian kini berstatus bebas transfer. Dengan 11 caps bersama Timnas Indonesia sejak debut pada Mei 2021, Syahrian tentu masih memiliki nilai jual tinggi. Klub yang mampu memberinya menit bermain dan kepercayaan bisa menjadi tempat ideal untuk membangkitkan kariernya kembali.
5. Hokky Caraka, Striker Muda yang Butuh Ajang Pembuktian
Gemilang di Timnas Junior, Masih Mencari Konsistensi di Liga 1, Nama Hokky Caraka sempat jadi sorotan setelah tampil impresif di level Timnas U-20. Namun performanya bersama PSS Sleman di musim 2024/2025 tidak sebaik harapan. Hokky bermain 27 kali, hanya mencetak 3 gol dan 1 assist, dan gagal menyelamatkan PSS dari degradasi ke Liga 2.
Padahal musim-musim sebelumnya ia di kenal sebagai penyerang tajam yang penuh determinasi. Dengan 10 caps di level senior, Hokky terakhir kali membela Timnas Indonesia saat Piala AFF 2024, di mana ia sempat masuk skuad untuk menghadapi Australia di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Menanti Kebangkitan di Liga 2
Meski turun kasta bersama PSS Sleman ke Liga 2, ini bisa menjadi kesempatan emas bagi Hokky Caraka untuk kembali menemukan ketajamannya. Liga 2 sering menjadi wadah pengembangan pemain muda, dan Hokky dapat memanfaatkan intensitas kompetisi ini untuk mengasah naluri mencetak gol dan meningkatkan kepercayaan diri. Jika ia mampu tampil konsisten dan produktif, bukan tidak mungkin klub Liga 1 atau bahkan pelatih Timnas Indonesia kembali meliriknya.
Tekanan yang lebih ringan di Liga 2 juga memberi ruang bagi Hokky untuk mengevaluasi diri dan tumbuh sebagai striker yang lebih matang dan berbahaya. Dengan dukungan tim pelatih yang tepat serta peran sentral dalam skuad PSS Sleman, Hokky berpeluang menjadi mesin gol utama. Musim 2025/2026 bisa menjadi momen kebangkitan bagi pemain asal Gunungkidul ini untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak bersaing di level tertinggi sepak bola nasional.
Baca juga: Persib Lepas Hingga 10 Pemain, Ryan Kurnia Juga Pamit
Musim Baru, Kesempatan Baru untuk Bangkit
Musim kompetisi 2025/2026 akan menjadi titik balik bagi banyak pemain, termasuk lima nama yang di sebutkan di atas. Meski performa mereka sempat meredup, talenta dan pengalaman internasional yang mereka miliki tetap menjadi aset berharga.
Dengan klub baru, pelatih baru, atau motivasi baru, para pemain ini punya semua alasan untuk kembali tampil gemilang dan menghidupkan kembali karier mereka. Dukungan dari publik, staf pelatih, dan manajemen akan sangat menentukan apakah mereka bisa menjawab tantangan ini.
Bagi penggemar sepak bola nasional, menarik untuk menantikan bagaimana perjalanan kelima pemain ini di musim mendatang. Akankah mereka kembali mencuri perhatian dan menjadi bagian dari skuad Garuda? Mari kita tunggu dan saksikan kiprah mereka di lapangan hijau musim 2025/2026.

