Maungpersib.com – Setelah jeda kompetisi selama dua pekan, atmosfer Super League 2025/26 akhirnya kembali terasa. Pada pekan ke-13, Persib Bandung bersiap menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat (21/11/2025). Laga ini jadi salah satu pertandingan yang banyak ditunggu, bukan hanya karena tensi persaingan dua tim, tapi juga karena kondisi di luar lapangan yang kembali jadi sorotan.
Namun, seperti yang sudah diketahui sejak musim lalu, pertandingan masih berjalan dengan sejumlah pembatasan. Regulasi soal kehadiran penonton, khususnya suporter tim tamu, masih diberlakukan ketat. Situasi ini membuat pihak Persib merasa perlu menyampaikan imbauan khusus kepada pendukung Dewa United agar tidak memaksakan hadir ke Bandung.
Di artikel ini, kita akan membahas secara lengkap konteks pertandingan, aturan liga yang berlaku, alasan larangan suporter tamu tetap di berlakukan, sampai pesan resmi dari manajemen Persib. Semuanya di kemas untuk membantu pembaca memahami situasi secara utuh.
Situasi Kompetisi Setelah Jeda Dua Pekan
Jeda kompetisi Super League selama dua pekan memang cukup memengaruhi ritme banyak tim. Persib, misalnya, memanfaatkan periode ini untuk mengembalikan kondisi fisik pemain, memperbaiki detail taktikal, dan mengevaluasi performa di laga-laga sebelumnya. Dewa United pun mengalami hal yang sama, apalagi mereka punya ambisi untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Dengan kembali bergulirnya liga pada pekan ke-13, tensi pertandingan langsung meningkat. Di atas kertas, Persib tampil sebagai tuan rumah di GBLA, stadion yang jadi benteng utama mereka sepanjang musim. Sementara itu, Dewa United datang sebagai tim yang cukup stabil dan sering memberikan kejutan di laga-laga besar.
Di luar lapangan, atensi publik juga mengarah pada potensi tingginya animo suporter—baik tuan rumah maupun pendukung Dewa United. Sayangnya, peraturan liga masih menutup pintu untuk suporter tamu.
Regulasi Super League 2025/26 yang Membatasi Suporter Tamu
Larangan kehadiran suporter tamu sebenarnya bukan hal baru. Aturan ini sudah berlaku sejak musim sebelumnya dan kembali di tegaskan di Super League 2025/26. Regulasi tersebut tercantum jelas dalam:
- Pasal 5 tentang Keamanan dan Kenyamanan ayat 7
- Pasal 141 Kode Disiplin PSSI 2023
Isi aturan ini mengikat semua kontestan liga. Intinya, pertandingan hanya boleh di hadiri oleh suporter dari tim tuan rumah, sedangkan suporter tim tamu di larang berada di stadion dalam bentuk apa pun.
Kebijakan tersebut muncul untuk menjaga keamanan pertandingan. Liga masih berupaya mencegah potensi gesekan antarsuporter yang bisa memicu kericuhan. Selain itu, pihak keamanan dan panpel klub tuan rumah merasa lebih mudah mengendalikan situasi jika penonton yang hadir hanya berasal dari satu kubu.
Baca juga: Intip Percakapan Serius Andrew Jung dan Bojan Hodak Jelang Duel Panas Persib vs Dewa United!
Mengapa Larangan Ini Tetap Diberlakukan?
Banyak pendukung sepak bola nasional berharap aturan ini segera di cabut. Tapi, dalam praktiknya, langkah ini belum bisa di ambil secara cepat. Ada beberapa alasan utama yang membuat larangan suporter tamu tetap di pertahankan.
1. Fokus pada Keamanan di Stadion
Beberapa insiden di masa lalu masih menjadi pertimbangan. Liga ingin memastikan pertandingan berjalan kondusif, tanpa risiko bentrok yang merugikan banyak pihak.
2. Evaluasi Sistem Pengamanan yang Belum Optimal
Pengelolaan pertandingan di beberapa stadion masih di anggap belum ideal untuk menampung dua kubu suporter sekaligus. Pembatasan ini di lakukan sembari menunggu peningkatan sistem keamanan dari berbagai aspek.
3. Mencegah Sanksi Berat dari Liga
Jika terjadi keributan atau pelanggaran aturan, dua tim berpotensi menerima denda besar. Bahkan dalam kasus tertentu, bisa memicu sanksi tambahan seperti pertandingan tanpa penonton.
4. Koordinasi dan Kesepakatan Bersama
Menurut pihak Persib, aturan ini bukan keputusan sepihak. Seluruh klub, operator liga, PSSI, serta pihak keamanan sudah menyepakati regulasi tersebut sejak awal musim.
Imbauan Resmi Persib untuk Suporter Dewa United
Di tengah situasi ini, Persib Bandung merasa perlu memberikan pernyataan langsung. Mereka mengajak suporter Dewa United untuk tidak hadir ke Bandung pada hari pertandingan.
Vice President of Operations PT Persib Bandung Bermartabat, Andang Ruhiat, menegaskan bahwa semua pihak harus mematuhi regulasi yang berlaku.
“Setelah jeda kompetisi, mari kita sambut kembali pertandingan dengan menjaga seluruh aturan agar berlangsung tertib dan sesuai regulasi. Salah satunya adalah larangan kehadiran suporter tim tamu di stadion,” kata Andang.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan di buat sepihak, tetapi merupakan hasil kesepakatan bersama. Tujuannya demi menjaga kelancaran pertandingan dan menghindari risiko sanksi.
Andang juga mengingatkan bahwa bila ada suporter yang memaksa datang, risiko pelanggaran bisa berdampak langsung kepada dua klub. Dendanya tidak sedikit, dan tentu tidak ada pihak yang ingin mendapat kerugian seperti itu.
Dampak Jika Suporter Tamu Memaksa Hadir
Meskipun larangan ini sudah di sampaikan dengan jelas, tetap ada kemungkinan sebagian pendukung mencoba hadir secara diam-diam. Pihak Persib mengingatkan bahwa langkah tersebut justru bisa memicu masalah.
1. Berpotensi Mengganggu Pertandingan
Jika diketahui ada suporter tamu di dalam atau sekitar stadion, panitia pelaksana harus mengambil langkah penanganan khusus. Ini bisa mengganggu jalannya pertandingan.
2. Memunculkan Risiko Gesekan
Meski sebagian suporter datang dengan itikad baik, situasi padat di sekitar stadion rentan memicu salah paham.
3. Klub Bisa Dikenai Sanksi
Sanksi dari operator liga bisa berupa denda, pengosongan tribun, bahkan penutupan pertandingan berikutnya untuk penonton.
4. Dampak untuk Suporter Sendiri
Penonton yang melanggar aturan bisa diamankan oleh pihak keamanan. Ini tentu bukan pengalaman yang ingin dialami siapa pun.
Baca juga: Emil Audero dan Maarten Paes Mengunci Pos Kiper Timnas Indonesia, Tantangan Serius Bagi Kiper Lokal
Ajakan untuk Mendukung dari Rumah atau Nobar Resmi
Sebagai solusi, Persib mengimbau suporter Dewa United untuk menikmati pertandingan melalui siaran resmi atau mengikuti kegiatan nonton bareng yang diselenggarakan secara legal. Menurut Andang:
“Kami memohon kepada suporter Dewa United untuk mematuhi aturan yang berlaku. Silakan mendukung tim kebanggaan melalui siaran di rumah atau melalui kegiatan nobar yang resmi. Dukunglah dengan cara yang baik dan bijak.”
Dengan menonton dari tempat yang aman, suporter tetap bisa menikmati pertandingan tanpa risiko pelanggaran regulasi. Selain itu, pengalaman nobar sering kali justru menghadirkan suasana kebersamaan yang menyenangkan.
Harapan agar Liga Bisa Lebih Ramah Suporter di Masa Depan
Meski aturan ini menjadi kenyataan yang tidak menyenangkan, banyak pihak berharap situasi sepak bola Indonesia terus membaik. Pada akhirnya, keberadaan suporter tamu merupakan bagian penting dari atmosfer pertandingan. Untuk mencapai tahap itu, beberapa hal masih perlu diperbaiki:
- Peningkatan standar keamanan di stadion
- Edukasi antarsuporter untuk saling menghormati
- Kesiapan panpel dalam mengakomodasi dua kubu pendukung
- Penegakan aturan secara konsisten tanpa tebang pilih
Jika semuanya berjalan baik, bukan tidak mungkin liga kembali membuka pintu bagi suporter tamu seperti pada era sebelumnya.
Kesimpulan
Pertandingan Persib vs Dewa United pada pekan ke-13 Super League 2025/26 di pastikan menarik, baik dari sisi permainan maupun atensi publik. Namun, aturan liga soal larangan suporter tamu tetap harus di hormati.
Imbauan Persib bukan sekadar pernyataan formal, melainkan bagian dari upaya menjaga kondusifitas pertandingan agar sepak bola Indonesia terus berkembang ke arah yang lebih baik. Mendukung dari rumah atau nobar resmi adalah langkah paling aman dan bijak dalam situasi seperti ini. Semoga pertandingan berlangsung lancar, aman, dan seru untuk disaksikan.

