PERSIB U20 Kalah Telak 1-5 dari Persis Solo di EPA Super League 2025/26

PERSIB U20 Kalah Telak 1-5 dari Persis Solo di EPA Super League 2025/26

Maungpersib.com – Hasil kurang memuaskan harus di terima PERSIB U20 pada lanjutan kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/26. Bertanding di Lapangan Kota Baru, Surakarta, Minggu (21/12/2025), Maung Ngora takluk dengan skor telak 1-5 dari Persis Solo U20. Kekalahan ini jelas jadi pukulan. Bukan hanya soal skor, tapi juga dampaknya pada posisi klasemen dan kepercayaan diri tim jelang laga-laga krusial berikutnya.

Meski sempat memberi perlawanan, PERSIB U20 akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah yang tampil lebih efektif.

Posisi PERSIB U20 di Klasemen Grup B EPA Super League

Hasil negatif ini membuat PERSIB U20 tetap tertahan di peringkat ketiga Grup B dengan koleksi 25 poin dari 14 pertandingan. Mereka kini tertinggal enam poin dari Malut United U20 yang berada di posisi kedua. Sementara itu, Borneo FC U20 masih nyaman di puncak klasemen dengan 32 poin. Situasi ini jelas mempersempit ruang gerak PERSIB U20 jika ingin menjaga asa lolos ke fase berikutnya.

Dengan sisa pertandingan yang makin menipis, setiap laga ke depan bakal terasa seperti partai final. Tak ada lagi ruang untuk kehilangan poin.

Baca juga: Persib Bandung Tutup 25% Kapasitas Stadion GBLA untuk Laga Kontra Bangkok United

Jalannya Pertandingan Babak Pertama

Sejak peluit awal di bunyikan, pertandingan berjalan cukup ketat. Kedua tim sama-sama tampil agresif dan berani bermain terbuka. PERSIB mencoba menguasai lini tengah, sementara Persis Solo mengandalkan kecepatan serangan balik.

Namun, kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-25. Arya Rangga Parusha berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang PERSIB U20. Gol ini membuat tempo permainan berubah.

Tiga menit berselang, Persis Solo kembali menekan. Kali ini, Faizul Mukhlisin Haq Al Mubarak menggandakan keunggulan lewat sepakan terukur yang tak mampu di bendung kiper PERSIB. Skor berubah menjadi 2-0.

Gol Balasan PERSIB U20 yang Sempat Bangkitkan Harapan

Tertinggal dua gol, PERSIB U20 tak langsung menyerah. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil di menit ke-36. Kevin M. Islami Pasha sukses memperkecil ketertinggalan lewat penyelesaian klinis di kotak penalti. Gol ini sempat membangkitkan harapan. Permainan Maung Ngora mulai lebih hidup, dan beberapa peluang sempat tercipta. Sayangnya, momentum itu tak bertahan lama.

Hanya dua menit berselang, Faizul Mukhlisin kembali mencetak gol keduanya di laga ini. Gol tersebut membuat Persis Solo menjauh dengan skor 3-1, sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan nyaman.

Evaluasi Babak Pertama,  Masalah di Lini Belakang

Jika di tarik benang merah, babak pertama menunjukkan satu masalah utama PERSIB, yakni kurangnya koordinasi di lini pertahanan. Beberapa gol Persis Solo lahir dari celah yang seharusnya bisa di tutup lebih cepat. Selain itu, transisi bertahan juga terlihat lambat. Setiap kali kehilangan bola, PERSIB U20 kerap kesulitan mengantisipasi pergerakan cepat pemain sayap Persis Solo.

Perubahan Strategi PERSIB U20 di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, pelatih PERSIB U20 langsung melakukan perubahan. Rhaka Syafaka Bilhuda di tarik keluar dan di gantikan oleh M. Azrial Aksa di posisi penjaga gawang. Di lini depan, Athaya Zahran juga di tarik keluar dan di gantikan M. Rokhmat. Pergantian ini jelas bertujuan untuk menambah daya gedor dan memperbaiki alur serangan.

Di pertengahan babak kedua, M. Bagus Cahaya Islami masuk menggantikan Athaya Zahran yang sebelumnya sempat di mainkan. Rotasi ini menandakan upaya serius PERSIBuntuk mengejar ketertinggalan.

Baca juga: Persib Dapat Tenaga Baru! Andrew Jung On Fire Jelang Duel Panas Kontra Bangkok United

Upaya Menekan, Tapi Efektivitas Masih Jadi Masalah

Secara permainan, PERSIB U20 sebenarnya tampil lebih berani di babak kedua. Mereka lebih sering menguasai bola dan mencoba menekan dari kedua sisi sayap. Namun, masalah lama kembali muncul,  penyelesaian akhir. Beberapa peluang emas gagal di konversi menjadi gol. Di sisi lain, Persis Solo tampil sangat disiplin dan menunggu celah untuk melakukan serangan balik cepat. Perbedaan efektivitas inilah yang akhirnya jadi pembeda besar di laga ini.

Dua Gol Telat yang Mematikan

Saat laga tampak akan berakhir dengan skor 3-1, petaka justru datang di menit-menit akhir. Konsentrasi PERSIB U20 menurun, dan Persis Solo memanfaatkannya dengan sangat baik. Di menit ke-90, Gerald Dwiki Saputro mencetak gol keempat untuk Persis Solo. Belum sempat PERSIB U20 menata ulang barisan, dua menit kemudian Gerald kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Dua gol cepat ini mengubah skor menjadi 5-1, sekaligus mengunci kemenangan telak bagi Persis Solo hingga peluit panjang di bunyikan.

Baca juga: Hasil Super League 2025–2026,  Thom Haye Cetak Gol Debut, Persib Pesta Gol ke Gawang Madura United

Dampak Kekalahan bagi PERSIB U20

Kekalahan ini jelas bukan sekadar soal tiga poin yang hilang. Dari sisi mental, hasil ini bisa berdampak besar jika tidak segera di antisipasi dengan evaluasi yang tepat. PERSIB U20 kini di tuntut untuk bangkit, terutama dalam hal:

  • Konsistensi permainan selama 90 menit
  • Koordinasi lini belakang
  • Ketajaman lini depan
  • Fokus di menit-menit krusial

Tanpa perbaikan di aspek-aspek tersebut, peluang untuk bersaing di papan atas Grup B bakal makin berat. Meski tertinggal dari Malut United U20, peluang PERSIB U20 sebenarnya masih terbuka. Namun syaratnya jelas,  tidak boleh lagi kehilangan poin di laga-laga tersisa. Selain itu, mereka juga perlu berharap pesaing di atasnya terpeleset. Situasi ini menempatkan PERSIB U20 dalam posisi yang tidak ideal, tapi bukan mustahil untuk dibalikkan.

Catatan Penting untuk PERSIB U20 Jelang Laga Berikutnya

Kekalahan telak dari Persis Solo U20 harus di jadikan bahan evaluasi serius bagi PERSIB U20, bukan sekadar hasil yang lewat begitu saja. Dalam pertandingan ini, terlihat jelas bahwa Maung Ngora masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dalam menjaga konsistensi permainan dari menit awal hingga akhir.

Salah satu catatan utama ada pada fokus di menit-menit krusial. Dua gol yang tercipta di penghujung laga menjadi bukti bahwa konsentrasi pemain masih mudah goyah ketika tekanan meningkat. Di level kompetisi Elite Pro Academy, detail kecil seperti ini sering kali berujung pada skor yang jauh lebih besar dari gambaran permainan sebenarnya.

Selain itu, transisi bertahan ke menyerang juga perlu di perbaiki. PERSIB U20 kerap kehilangan momentum setelah berhasil membangun serangan, lalu terlambat kembali ke posisi saat bola hilang. Situasi ini memberi ruang bagi lawan untuk melakukan serangan balik cepat.

Ke depan, rotasi pemain dan kedalaman skuad bisa menjadi solusi, asalkan di barengi dengan komunikasi yang lebih rapi di lapangan. Dengan evaluasi yang tepat dan kerja keras di sesi latihan, PERSIB U20 masih punya kesempatan untuk bangkit dan menutup fase grup dengan hasil yang lebih meyakinkan.

Baca juga: Andrew Jung dan Teja Pulih! Persib Bandung Siap Tempur Lawan Bangkok United

Kesimpulan

Kekalahan PERSIB U20 1-5 dari Persis Solo menjadi alarm keras di tengah perjalanan EPA Super League 2025/26. Meski sempat memberi perlawanan, perbedaan efektivitas dan konsentrasi menjadi faktor penentu hasil akhir.

Kini, tantangan terbesar Maung Ngora adalah bagaimana bangkit, belajar dari kesalahan, dan tampil lebih solid di laga berikutnya. Kompetisi masih berjalan, dan selama peluang itu ada, PERSIB U20 wajib berjuang sampai akhir.

Karena dalam sepak bola usia muda, hasil memang penting. Tapi proses, evaluasi, dan mental juara jauh lebih menentukan masa depan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *