Babak Pertama PERSIB Ungguli Bhayangkara FC, Gol Cepat Ramon Tanque Jadi Pembeda

Babak Pertama PERSIB Ungguli Bhayangkara FC, Gol Cepat Ramon Tanque Jadi Pembeda

Maungpersib.com – Bandung menutup babak pertama dengan keunggulan tipis 1-0 atas Bhayangkara FC pada laga pekan ke-15 Super League 2025/2026. Pertandingan ini digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 21 Desember 2025, dengan dukungan penuh Bobotoh yang sejak awal menciptakan atmosfer panas.

Gol cepat dari Ramon Tanque pada menit ke-10 menjadi pembeda di paruh pertama. Sejak peluit awal dibunyikan, PERSIB memang tampil lebih dominan dan agresif, menunjukkan niat kuat untuk mengamankan poin penuh di kandang sendiri.

Dominasi Awal PERSIB Sejak Menit Pertama

Bermain di hadapan publik sendiri, PERSIB langsung mengambil inisiatif serangan. Anak asuh Bojan Hodak mencoba menguasai bola dan mengatur tempo permainan sejak awal laga. Skema build-up dari lini belakang berjalan cukup rapi, dengan umpan-umpan pendek yang bertujuan membuka ruang di pertahanan Bhayangkara FC.

Meski dominan, peluang berbahaya pertama baru tercipta pada menit kedelapan. Rosembergne “Berguinho” da Silva mendapat kesempatan melalui sundulan kepala setelah menerima umpan matang dari Eliano Reijnders. Sayangnya, bola masih bisa diamankan oleh kiper Bhayangkara FC, Muhammad Aqil Savik, yang tampil sigap di bawah mistar.Tekanan yang terus dilakukan akhirnya membuahkan hasil dua menit berselang.

Baca juga: Andrew Jung dan Teja Pulih! Persib Bandung Siap Tempur Lawan Bangkok United

Gol Ramon Tanque Buka Keunggulan PERSIB

Pada menit ke-10, PERSIB berhasil memecah kebuntuan. Ramon Tanque mencetak gol pembuka lewat tendangan keras dari dalam kotak penalti. Berawal dari pergerakan cepat di lini depan, Tanque berhasil menemukan ruang dan melepaskan tembakan yang tak mampu dibendung Aqil.

Gol ini langsung menyulut semangat para pemain PERSIB dan membuat Bobotoh bergemuruh. Keunggulan 1-0 membuat permainan PERSIB semakin percaya diri, sementara Bhayangkara FC dipaksa keluar dari zona nyaman.

Susunan Pemain PERSIB di Babak Pertama

Dalam laga ini, Bojan Hodak menurunkan komposisi pemain terbaiknya sejak menit awal. Berikut susunan starter PERSIB Bandung:

  • Penjaga gawang: Teja Paku Alam
  • Lini belakang: Federico Barba, Patricio Matricardi, Kakang Rudianto, Alfreandra Dewangga
  • Lini tengah: Eliano Reijnders, Luciano Guaycochea, Thom Haye
  • Lini depan: Uilliam Barros, Berguinho, Ramon Tanque

Kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda membuat permainan PERSIB terlihat seimbang, baik saat menyerang maupun bertahan.

Bhayangkara FC Coba Bangkit, PERSIB Tetap Solid

Tertinggal satu gol, Bhayangkara FC berusaha merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Beberapa kali mereka mencoba masuk melalui sisi sayap dan mengandalkan kecepatan Dendy Sulistyawan. Namun, lini belakang PERSIB tampil disiplin. Federico Barba dan Patricio Matricardi cukup tenang dalam mengantisipasi bola-bola atas maupun pergerakan lawan. Kakang Rudianto juga terlihat solid dalam duel satu lawan satu.

Hingga pertengahan babak pertama, Bhayangkara FC kesulitan menciptakan peluang bersih yang benar-benar mengancam gawang Teja Paku Alam.

Insiden Benturan Dewangga di Menit 20

Pada menit ke-20, laga sempat terhenti sejenak setelah Alfreandra Dewangga berbenturan dengan Dendy Sulistyawan. Dewangga terlihat kesakitan dan harus mendapatkan perawatan dari tim medis PERSIB.

Meski sempat membuat khawatir, Dewangga akhirnya mampu bangkit dan melanjutkan pertandingan. Kehadirannya tetap penting di sisi kiri pertahanan PERSIB, terutama untuk meredam serangan balik Bhayangkara FC.

Baca juga: Persib Bandung Tutup 25% Kapasitas Stadion GBLA untuk Laga Kontra Bangkok United

Peluang Demi Peluang PERSIB Belum Berbuah Gol Tambahan

PERSIB hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-22. Thom Haye mendapatkan peluang emas setelah menerima umpan dari Uilliam Barros. Sayangnya, sontekan Haye masih melambung di atas mistar gawang. Tekanan terus berlanjut. Pada menit ke-31, Ramon Tanque kembali mengancam lewat sundulan keras hasil umpan silang. Namun, lagi-lagi Muhammad Aqil Savik tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan penting.

Semenit berselang, giliran Uilliam Barros yang mencoba peruntungan melalui tendangan kaki kanan dari luar kotak penalti. Bola melambung tipis di atas mistar, membuat Bobotoh hampir bersorak.

Aqil Savik Jadi Tembok Kokoh Bhayangkara FC

Jika bukan karena penampilan impresif Aqil Savik, keunggulan PERSIB mungkin sudah bertambah di babak pertama. Kiper Bhayangkara FC tersebut beberapa kali melakukan penyelamatan krusial, terutama menghadapi tembakan jarak dekat dan sundulan berbahaya.

Di menit ke-44, Thom Haye kembali mendapat peluang dari jarak dekat. Tendangan kerasnya masih bisa ditangkap Aqil dengan refleks cepat. Aksi ini membuat skor tetap bertahan 1-0 hingga turun minum.

Statistik Sementara Babak Pertama

Secara umum, PERSIB unggul hampir di semua aspek permainan pada babak pertama. Penguasaan bola lebih dominan, jumlah peluang lebih banyak, dan tekanan yang konsisten ke pertahanan lawan. Bhayangkara FC memang mencoba melawan, tetapi belum mampu memaksimalkan setiap peluang yang ada. Kurangnya penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah bagi mereka di babak kedua.

Meski unggul 1-0, PERSIB sebenarnya memiliki banyak peluang untuk menambah gol. Finishing menjadi catatan penting yang perlu diperbaiki jika ingin mengamankan kemenangan lebih cepat. Namun secara keseluruhan, performa babak pertama patut diapresiasi. Transisi antar lini berjalan baik, pertahanan solid, dan lini tengah mampu mengontrol permainan.

Baca juga: Persib Dapat Tenaga Baru! Andrew Jung On Fire Jelang Duel Panas Kontra Bangkok United

Dukungan Bobotoh Jadi Energi Tambahan bagi PERSIB

Atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api benar-benar terasa sejak menit awal pertandingan. Ribuan Bobotoh yang memadati tribun tak henti memberikan dukungan, mulai dari chant, tepuk tangan, hingga yel-yel khas yang membuat semangat para pemain PERSIB terus terjaga. Dukungan ini terlihat jelas memberi energi tambahan, terutama saat PERSIB menekan pertahanan Bhayangkara FC secara bertubi-tubi.

Setiap kali PERSIB membangun serangan, sorakan penonton seolah menjadi dorongan moral yang membuat para pemain tampil lebih berani dan percaya diri. Bahkan ketika beberapa peluang belum berbuah gol, Bobotoh tetap memberikan apresiasi. Situasi ini menciptakan suasana positif di lapangan, sekaligus memberi tekanan psikologis kepada tim tamu.

Bermain di kandang sendiri memang selalu menjadi keuntungan bagi PERSIB. Kehadiran Bobotoh bukan sekadar pelengkap, tapi menjadi bagian penting dari permainan. Energi dari tribun seolah menyatu dengan para pemain di lapangan, membuat PERSIB mampu menjaga intensitas dan fokus hingga akhir babak pertama.

Peran Lini Tengah PERSIB dalam Mengontrol Tempo Permainan

Salah satu kunci keunggulan PERSIB pada babak pertama terletak di lini tengah. Duet Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea tampil efektif dalam menjaga keseimbangan permainan, sementara Thom Haye berperan sebagai pengatur ritme. Ketiganya mampu mengalirkan bola dengan tenang, sekaligus memutus serangan Bhayangkara FC sejak masih di area tengah lapangan.

PERSIB terlihat sabar dalam membangun serangan. Bola tidak langsung diumpan panjang, melainkan diputar terlebih dahulu untuk mencari celah. Pola ini membuat Bhayangkara FC kesulitan menekan dan kerap kehilangan posisi. Ketika lawan mencoba naik, lini tengah PERSIB dengan cepat menutup ruang dan memaksa mereka bermain melebar.

Kontrol tempo inilah yang membuat PERSIB lebih dominan sepanjang babak pertama. Permainan jadi rapi, tidak terburu-buru, dan minim kesalahan sendiri. Jika konsistensi ini mampu dipertahankan hingga babak kedua, peluang PERSIB untuk menambah gol dan mengamankan kemenangan akan semakin terbuka lebar.

Baca juga: Review Pertandingan, Rentetan Kemenangan PERSIB Terhenti di Ternate

Babak Pertama dengan Keunggulan Layak

Hingga wasit meniup peluit tanda turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan PERSIB Bandung tetap bertahan. Gol Ramon Tanque di menit ke-10 menjadi satu-satunya pembeda di babak pertama pertandingan ini. Dengan performa seperti ini, PERSIB memiliki peluang besar untuk mengamankan tiga poin, asalkan mampu menjaga konsistensi dan memaksimalkan peluang di babak kedua. Bobotoh pun berharap tekanan berlanjut dan gol tambahan segera tercipta setelah jeda.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *