Persaingan Makin Panas! Persib Bandung Masih Santai di Puncak, Zona Degradasi Super League Super Ketat - MaungPersib

Persaingan Makin Panas! Persib Bandung Masih Santai di Puncak, Zona Degradasi Super League Super Ketat

maungpersib.com – Kompetisi Super League 2025/2026 makin mendekati fase krusial. Setiap pekan terasa seperti final bagi banyak tim. Ada yang sedang nyaman di puncak, tapi ada juga yang masih jungkir balik berjuang keluar dari zona merah. Sampai pekan ke-24, Persib Bandung masih terlihat paling santai. Tim berjuluk Maung Bandung itu tetap duduk manis di posisi teratas klasemen.

Padahal, mereka bahkan belum memainkan jumlah pertandingan yang sama dengan mayoritas tim lain. Di sisi lain, persaingan di papan bawah justru jauh lebih panas. Selisih poin antar tim yang terancam degradasi sangat tipis. Satu kemenangan saja bisa mengubah posisi klasemen secara drastis. Situasi seperti ini bikin akhir musim Super League terasa makin seru.

Persib Tetap Kokoh di Puncak Klasemen

Musim ini berjalan cukup sibuk bagi Persib Bandung. Selain fokus di liga domestik, mereka juga sempat menjalani agenda padat di kompetisi Asia, yaitu AFC Champions League Two.Karena jadwal yang padat itu, Persib baru memainkan 23 pertandingan, sementara mayoritas tim lain sudah menyelesaikan 24 laga. Meski begitu, posisi mereka di puncak klasemen tetap aman.

Ini jelas jadi bukti kalau konsistensi tim asuhan Bojan Hodak memang patut diacungi jempol. Sepanjang musim ini, Persib tampil cukup stabil. Mereka jarang kehilangan poin di laga penting. Kombinasi pemain lokal dan asing juga terlihat makin solid. Beberapa faktor yang membuat Persib tetap kuat di puncak antara lain:

  • Konsistensi permainan sepanjang musim
  • Kedalaman skuad yang cukup merata
  • Strategi taktik dari pelatih yang fleksibel
  • Mental pemain yang sudah terbiasa dengan tekanan

Dengan kondisi seperti ini, Persib punya peluang besar untuk kembali mengangkat trofi liga. Kalau berhasil, itu berarti mereka bisa mencetak tiga gelar liga secara beruntun, sebuah pencapaian yang jelas tidak mudah di kompetisi seketat Super League.

Persija Gagal Pangkas Jarak Poin

Salah satu pesaing utama Persib musim ini adalah Persija Jakarta. Tim berjuluk Macan Kemayoran sebenarnya punya kesempatan bagus untuk memperkecil jarak poin dari Persib. Namun peluang itu gagal dimanfaatkan. Saat menghadapi Borneo FC, Persija hanya mampu bermain imbang. Pertandingan tersebut berlangsung di Jakarta International Stadium pada 3 Maret 2026.

Laga itu sebenarnya berjalan cukup dramatis. Persija sempat unggul dan terlihat seperti akan mengamankan tiga poin penting. Dukungan ribuan suporter di stadion juga membuat atmosfer pertandingan terasa sangat panas. Namun menjelang akhir pertandingan, Borneo FC berhasil mencetak gol penyama kedudukan. Gol telat dari Pesut Etam itu langsung mengubah segalanya. Persija yang sudah di ambang kemenangan akhirnya harus puas dengan hasil imbang. Tambahan satu poin jelas bukan hasil yang diharapkan. Apalagi di saat mereka sedang mengejar Persib di puncak klasemen.

Baca juga: Marc Klok Sebut Duel Borneo FC vs PERSIB Rasa Final

Fokus Persib Kini Hanya Liga

Sebelumnya, perjalanan Persib di level Asia harus terhenti. Mereka tersingkir di babak 16 besar AFC Champions League Two setelah kalah dari klub Thailand, Ratchaburi FC. Kegagalan tersebut memang cukup mengecewakan bagi para bobotoh. Namun dari sisi lain, ada juga dampak positifnya. Sekarang Persib bisa fokus penuh ke kompetisi domestik.

Tanpa jadwal tambahan dari kompetisi Asia, rotasi pemain bisa lebih terjaga. Pemain juga punya waktu pemulihan yang lebih baik. Ini bisa menjadi keuntungan besar bagi tim yang sedang memimpin klasemen. Jika mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim, peluang Persib untuk menjadi juara kembali tentu semakin terbuka lebar.

Dua Tim Masih Punya Tabungan Laga

Menariknya, sampai pekan ke-24 hanya ada dua tim yang belum memainkan jumlah laga yang sama dengan tim lain. Dua tim tersebut adalah:

Persib Bandung

Borneo FC

Keduanya baru menjalani 23 pertandingan. Artinya, mereka masih memiliki satu pertandingan tunda yang bisa sangat berpengaruh terhadap posisi klasemen. Bagi Persib, laga tambahan itu bisa menjadi peluang untuk semakin menjauh dari para pesaing.  Sementara bagi Borneo FC, tambahan poin dari pertandingan tunda bisa membuat mereka ikut meramaikan persaingan di papan atas.

Zona Degradasi,  Selisih Poin Tipis Banget

Kalau papan atas terlihat cukup stabil, cerita berbeda justru terjadi di bagian bawah klasemen.Zona degradasi Super League saat ini dihuni oleh tiga tim dengan selisih poin yang sangat tipis. Tim yang berada di posisi 16 klasemen adalah PSBS Biak. Klub berjuluk Badai Pasifik itu mengoleksi 18 poin dari 24 pertandingan. Di bawahnya ada Persis Solo dengan 17 poin. Sementara posisi juru kunci ditempati Semen Padang FC yang juga memiliki 17 poin.

Meski poinnya sama, Semen Padang harus berada di posisi paling bawah karena kalah head-to-head dari Persis Solo. Kondisi ini membuat persaingan di zona merah benar-benar ketat. Satu kemenangan saja bisa membuat tim melonjak keluar dari zona degradasi. Sebaliknya, satu kekalahan bisa membuat posisi mereka makin terpuruk.

Semen Padang Bikin Keputusan Besar

Situasi sulit yang dialami Semen Padang FC akhirnya memicu keputusan besar dari manajemen klub. Saat menghadapi PSIM Yogyakarta, Semen Padang hanya mampu bermain imbang. Padahal lawan mereka bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama. Hasil itu jelas sangat mengecewakan. Bermain melawan tim yang kekurangan pemain seharusnya menjadi kesempatan emas untuk meraih kemenangan. Tapi kenyataannya, Semen Padang gagal memanfaatkan situasi tersebut.

Tak lama setelah pertandingan, manajemen klub langsung mengambil langkah tegas.Pelatih kepala Dejan Antonic resmi diberhentikan dari jabatannya. Keputusan itu cukup mengejutkan, tapi sebenarnya bisa dipahami jika melihat performa tim yang terus menurun.

Baca juga: Buntut Laga Panas Kontra Persib Bandung, Persebaya Disanksi Denda Rp250 Juta dan Tribun Ditutup

Imran Nahumarury Dapat Tugas Berat

Setelah memecat Dejan Antonic, manajemen klub menunjuk Imran Nahumarury sebagai pelatih baru. Tugas yang menunggu Imran jelas tidak ringan. Ia harus segera menemukan cara untuk mengangkat performa Semen Padang yang sedang terpuruk. Target utama tim saat ini sebenarnya cukup sederhana: bertahan di Super League musim depan. Artinya, mereka harus keluar dari zona degradasi sebelum kompetisi berakhir. Untuk mencapai target itu, beberapa hal perlu segera dibenahi, seperti:

  • Konsistensi permainan tim
  • Ketajaman lini depan
  • Kedisiplinan lini belakang
  • Mental pemain saat menghadapi tekanan

Jika perubahan cepat bisa dilakukan, peluang Semen Padang untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia masih terbuka.

Akhir Musim Dipastikan Makin Menegangkan

Kompetisi Super League musim ini benar-benar menghadirkan dua cerita berbeda.Di satu sisi, Persib Bandung terlihat semakin nyaman di puncak klasemen. Mereka punya peluang besar untuk kembali meraih gelar juara. Namun di sisi lain, pertarungan di zona degradasi justru jauh lebih menegangkan. Selisih poin yang sangat tipis membuat setiap pertandingan terasa seperti laga hidup mati bagi tim-tim papan bawah.

Beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu. Apakah Persib mampu menjaga dominasi mereka sampai akhir musim? Atau justru akan ada kejutan dari tim lain yang berhasil mengejar di klasemen? Yang jelas, satu hal pasti,  Super League musim ini masih jauh dari kata selesai.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *