Buntut Laga Panas Kontra Persib Bandung, Persebaya Disanksi Denda Rp250 Juta dan Tribun Ditutup - MaungPersib

Buntut Laga Panas Kontra Persib Bandung, Persebaya Disanksi Denda Rp250 Juta dan Tribun Ditutup

maungpersib.com – Pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung memang selalu punya cerita. Atmosfer panas di lapangan sering kali ikut terbawa sampai ke tribun penonton. Nah, hal itulah yang terjadi saat kedua tim bentrok pada pekan ke-24 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (2/3).

Alih-alih cuma meninggalkan cerita soal permainan di lapangan, laga tersebut justru berujung sanksi bagi Persebaya. Komite Disiplin PSSI menjatuhkan hukuman berupa denda sebesar Rp250 juta serta penutupan sebagian stadion.

Sanksi ini muncul setelah adanya temuan penggunaan petasan dan kembang api yang dinyalakan oleh suporter di tribun stadion. Walau pertandingan tetap berjalan sampai selesai, insiden tersebut tetap dianggap melanggar aturan disiplin kompetisi. Bagi Persebaya, hukuman ini jelas bukan kabar bagus. Apalagi mereka sedang berusaha memperbaiki posisi di klasemen dan menjaga momentum di sisa musim.

Kronologi Insiden di Stadion Gelora Bung Tomo

Pertandingan antara Persebaya dan Persib sebenarnya sudah diprediksi berlangsung panas sejak jauh hari. Rivalitas kedua tim memang cukup terasa, terutama di level suporter. Sebelum pertandingan dimulai, tensi di sekitar stadion sudah mulai meningkat. Ribuan suporter memenuhi tribun Stadion Gelora Bung Tomo dengan semangat tinggi untuk mendukung tim kesayangan mereka. Saat laga berlangsung, suasana stadion memang luar biasa. Dukungan dari tribun terus mengalir sepanjang pertandingan. Namun di tengah atmosfer tersebut, beberapa kali terdengar suara petasan dari arah tribun penonton.

Tak hanya petasan, beberapa kembang api juga terlihat dinyalakan oleh suporter. Kilatan cahaya dari tribun sempat menarik perhatian banyak orang yang menyaksikan pertandingan.

Meski begitu, pertandingan tidak sampai dihentikan oleh wasit. Laga tetap berjalan hingga selesai tanpa gangguan besar di dalam lapangan. Namun setelah pertandingan berakhir, insiden tersebut tetap masuk dalam laporan resmi pengawas pertandingan. Dari situlah kemudian Komite Disiplin PSSI melakukan penyelidikan lebih lanjut.Hasil investigasi menunjukkan bahwa penyalaan petasan dan kembang api terjadi dalam jumlah cukup banyak. Berdasarkan bukti yang dikumpulkan, insiden tersebut berasal dari area Tribun Utara stadion.

Komdis PSSI Ambil Keputusan Tegas

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap laporan pertandingan serta bukti yang ada, Komite Disiplin PSSI akhirnya menjatuhkan sanksi kepada Persebaya Surabaya. Dalam keputusan resminya, Komdis menyebut bahwa tindakan penyalaan petasan dan kembang api oleh suporter termasuk pelanggaran disiplin kompetisi. Hal ini juga diperkuat dengan bukti yang dianggap cukup jelas untuk memastikan adanya pelanggaran. Keputusan tersebut menyebutkan bahwa Persebaya melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025.

Beberapa pasal yang disebut dalam keputusan itu antara lain Pasal 70 ayat (1), ayat (2), serta Lampiran 1 Nomor 5 yang berkaitan dengan perilaku suporter di dalam stadion. Selain itu, Komdis juga mengacu pada Pasal 138 dalam Kode Disiplin PSSI Tahun 2025 yang memberikan dasar bagi pemberian sanksi kepada klub. Dari hasil sidang tersebut, Persebaya akhirnya dijatuhi dua hukuman utama. Pertama adalah penutupan sebagian stadion, tepatnya di area Tribun Utara. Penutupan ini berlaku untuk satu pertandingan kandang terdekat setelah keputusan tersebut diterbitkan.

Kedua adalah denda finansial yang nilainya tidak kecil, yakni Rp250 juta. Jumlah tersebut tentu cukup besar bagi sebuah klub, apalagi di tengah kompetisi yang masih berjalan. Komdis juga menegaskan bahwa hukuman yang lebih berat bisa diberikan jika pelanggaran serupa kembali terjadi di masa mendatang.

Baca juga: Thom Haye Absen Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, John Herdman Dipaksa Putar Otak Cari Solusi

Persebaya Ambil Langkah Tegas

Menanggapi keputusan dari Komdis PSSI, manajemen Persebaya langsung mengambil langkah cepat. Salah satu tindakan yang di lakukan adalah menutup Tribun Utara untuk pertandingan kandang mereka. Langkah ini dil akukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap keputusan yang telah di tetapkan oleh Komdis.

Tak hanya itu, manajemen juga berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali di masa depan. Klub tentu ingin menjaga agar pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo tetap berjalan aman dan nyaman bagi semua pihak.

Suporter sendiri memiliki peran besar dalam menjaga atmosfer sepak bola yang positif. Dukungan yang luar biasa memang menjadi kekuatan utama bagi tim, tetapi tetap harus mengikuti aturan yang berlaku. Bagi Persebaya, dukungan dari suporter tetap sangat penting. Namun klub juga harus memastikan bahwa dukungan tersebut tidak sampai menimbulkan masalah disiplin yang merugikan tim.

Dampak Hukuman bagi Persebaya di Persaingan Liga

Sanksi yang di jatuhkan Komdis tentu datang di momen yang kurang ideal bagi Persebaya. Saat  ini mereka sedang berusaha keras memperbaiki posisi di klasemen Super League 2025/2026. Tim berjuluk Bajul Ijo itu sempat berada di posisi lima besar klasemen. Namun performa yang kurang stabil membuat mereka harus turun ke peringkat ketujuh. Kekalahan dari Borneo FC pada pekan sebelumnya menjadi salah satu faktor yang membuat posisi mereka melorot.

Situasi ini jelas membuat tekanan terhadap tim semakin besar. Apalagi persaingan di papan atas klasemen musim ini terbilang cukup ketat. Setiap poin menjadi sangat penting bagi klub yang ingin tetap bersaing di jalur juara maupun zona kompetisi Asia. Dengan adanya hukuman penutupan tribun, Persebaya tentu kehilangan sebagian dukungan langsung dari suporter saat bermain di kandang.

Padahal, atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo di kenal sebagai salah satu yang paling intimidatif bagi tim tamu.Tanpa dukungan penuh dari tribun, sedikit banyak situasi ini bisa mempengaruhi semangat tim di lapangan. Meski begitu, para pemain tetap harus fokus menghadapi sisa pertandingan musim ini.

Baca juga: Penalti Mariano Peralta Gagalkan Kemenangan Persib Bandung Atas Borneo di BRI Super League 2026

Fokus Persiapan Menghadapi Persita

Setelah melewati laga berat dan kabar kurang menyenangkan dari Komdis, Persebaya kini harus kembali fokus ke pertandingan berikutnya. Laga terdekat mereka adalah menghadapi Persita Tangerang yang di jadwalkan berlangsung pada 4 April. Pertandingan ini menjadi kesempatan penting bagi Persebaya untuk bangkit setelah hasil kurang memuaskan di beberapa laga terakhir.

Waktu persiapan yang cukup panjang juga memberi kesempatan bagi pelatih Bernardo Tavares untuk memperbaiki performa tim. Evaluasi terhadap lini pertahanan dan penyelesaian akhir kemungkinan menjadi fokus utama dalam sesi latihan. Selain itu, menjaga mental pemain juga menjadi hal penting. Tim tidak boleh terlalu lama larut dalam situasi negatif yang terjadi belakangan ini. Persebaya masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi di klasemen jika mampu tampil konsisten di sisa pertandingan musim ini.

Dukungan Suporter Tetap Jadi Kunci

Walaupun ada sanksi penutupan tribun, dukungan suporter Persebaya tetap menjadi faktor penting bagi tim. Bonek di kenal sebagai salah satu basis suporter terbesar di Indonesia. Semangat mereka dalam mendukung tim sudah menjadi bagian dari identitas klub. Namun kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa dukungan di stadion harus tetap berada dalam koridor aturan.

Atmosfer stadion yang meriah tentu boleh saja, bahkan itu yang membuat sepak bola terasa hidup. Tapi penggunaan petasan, flare, atau kembang api jelas berisiko menimbulkan sanksi bagi klub. Jika kejadian seperti ini terus terulang, bukan tidak mungkin hukuman yang lebih berat akan di jatuhkan. Mulai dari penutupan stadion lebih lama, hingga denda yang lebih besar. Karena itu, kerja sama antara klub dan suporter menjadi sangat penting.

Persebaya membutuhkan dukungan penuh dari para pendukungnya. Namun dukungan tersebut juga harus di sertai kesadaran untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung.

Insiden petasan dan kembang api dalam laga Persebaya melawan Persib memang berujung pada sanksi yang cukup berat. Denda Rp250 juta serta penutupan Tribun Utara menjadi konsekuensi yang harus di terima oleh Bajul Ijo. Meski begitu, situasi ini juga bisa menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Sepak bola seharusnya menjadi ruang bagi dukungan, semangat, dan kebersamaan.

Jika semua pihak bisa menjaga aturan yang ada, atmosfer stadion akan tetap meriah tanpa harus menimbulkan masalah. Kini fokus Persebaya adalah bangkit di sisa musim. Dengan persaingan yang masih terbuka, Bajul Ijo masih punya kesempatan untuk kembali merangsek ke papan atas klasemen Super League 2025/2026.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *