Maungpersib.com – Persib Bandung siapkan kekuatan anyar jelang Liga 1 2025 dengan wajah yang sangat berbeda. Gelombang perombakan besar-besaran yang dilakukan manajemen memunculkan reaksi beragam, termasuk dari sang gelandang andalan, Adam Alis. Tak bisa disembunyikan, ada rasa sedih yang mengiringi langkah 13 pemain yang harus angkat kaki dari tim yang baru saja meraih gelar juara Liga 1 dua musim beruntun.
Kesedihan Adam Alis Saat Persib Ditinggal 13 Pemain
Adam Alis, pemain yang dikenal dengan kerja keras dan visi bermainnya, mengaku terpukul dengan keputusan manajemen untuk tidak memperpanjang kontrak 13 pemain. Sebagian besar dari mereka adalah tulang punggung Maung Bandung saat menjuarai Liga 1 dalam dua musim terakhir.
“Jujur saya cukup sedih. “Musim lalu kami telah membangun tim yang kompak, baik di dalam maupun luar lapangan karena sudah saling memahami satu sama lain. Tapi inilah dinamika dalam dunia sepak bola. Saya hanya bisa berharap, pemain-pemain yang datang sebagai pengganti bisa menunjukkan performa yang lebih baik,” ujar Adam Alis saat diwawancarai di Bandung, Sabtu (21 Juni 2025).
Ia menyayangkan keputusan tersebut, terlebih beberapa pemain kabarnya masih ingin bertahan, namun batal karena nilai kontrak yang ditawarkan lebih rendah dari sebelumnya. Situasi ini membuat beberapa pemain asing memilih hengkang ke klub lain.
Harapan Besar untuk Para Pemain Baru
Di balik rasa kehilangan atas perginya 13 pemain pilar, Adam Alis tak membiarkan dirinya larut dalam kesedihan. Ia justru menatap musim baru dengan pandangan realistis tapi penuh optimisme. Bagi Adam, langkah manajemen Persib Bandung siapkan kekuatan anyar jelang Liga 1 2025 tentu bukan keputusan spontan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang yang sudah dipikirkan matang-matang.
Sebagai pemain yang sudah kenyang pengalaman, Adam sadar bahwa regenerasi adalah keniscayaan dalam dunia sepak bola. Namun ia juga tahu, regenerasi hanya akan berhasil jika diiringi dengan proses adaptasi yang cepat dan kemauan dari seluruh pemain untuk menyatu.
Adam menyampaikan harapannya agar para pemain baru dapat segera menyatu dengan tim.
“Waktu persiapan kami cukup singkat, jadi saya berharap proses adaptasi berjalan cepat dan semuanya bisa berjalan mulus,” ungkapnya dengan nada optimis.
Turnamen Piala Presiden 2025 yang sudah menunggu di depan mata menjadi ujian awal dari proyek ambisius ini. Waktu yang terbatas menuntut para pemain untuk langsung nyetel bukan hanya dalam taktik, tapi juga secara emosional dan mental. Adaptasi tak hanya soal hafal skema permainan, tapi juga bagaimana membangun kepercayaan antarpemain di lapangan.
Adam memahami benar bahwa membentuk chemistry bukan tugas ringan, terutama ketika banyak wajah baru akan mengisi ruang ganti. Tapi bagi Persib, tak ada pilihan selain bergerak cepat dan solid sejak awal. Karena hanya tim yang kompak yang mampu bertahan dan bersaing di musim seketat Liga 1 nanti.
Harapan Tinggi Sambut Musim Baru
Meski di hantam perombakan besar, Adam justru menunjukkan sisi optimistisnya. Menurutnya, beberapa pemain yang kabarnya akan datang punya kualitas yang mumpuni dan sudah terbukti di klub-klub sebelumnya.
“Saya dengar beberapa nama yang akan datang. Mereka pemain-pemain bagus, bahkan ada yang berlabel timnas. Di klub sebelumnya performa mereka juga oke. Jadi saya optimis dengan musim depan,” ujar pemain bernomor punggung 18 tersebut.
Saddil Ramdani menjadi satu-satunya pemain yang sudah resmi di perkenalkan ke publik sebagai rekrutan anyar. Namun manajemen Persib di sebut masih menyimpan kejutan dengan beberapa nama yang siap di umumkan dalam pekan ini dan selanjutnya.
Kompetisi Liga 1 2025/2026 Diprediksi Tetap Sengit
Adam juga memberikan pandangannya terkait peta persaingan di musim mendatang. Menurutnya, meski Persib tengah melakukan restrukturisasi, tim-tim pesaing tidak tinggal diam.
“Dewa United tetap mempertahankan komposisi tim, sementara Malut United justru memperkuat skuadnya dengan tambahan pemain baru.” Mereka punya beberapa pemain baru yang bagus, bahkan ada mantan rekan kami juga di sana. Belum lagi Persebaya yang selalu jadi lawan tangguh,” ungkapnya.
Sebagai eks pemain Persija Jakarta, Adam Alis tahu betul bagaimana atmosfer persaingan Liga 1. Ia pun menyebut bahwa target pribadi dan tim tak lain adalah mempertahankan gelar. Bahkan jika memungkinkan, mencetak hattrick juara jadi impian besar seluruh elemen Persib.
Kepergian Para Pilar, Siapa yang Akan Mengisi Kekosongan?
Perombakan Persib bukan sekadar reshuffle kecil. Delapan pemain asing yang selama ini jadi pilar tim tak lagi memperpanjang kontrak. Mereka termasuk:
- Ciro Alves
- David da Silva
- Nick Kuipers
- Gustavo Franca
- Tyronne del Pino Ramos (top skor sekaligus pemain terbaik Liga 1 2024/2025)
- Kevin Ray Mendoza
Sementara itu, pemain lokal seperti Edo Febriansah, Rachmat Irianto, Victor Igbonefo, Ryan Kurnia, dan Ahmad Agung juga resmi meninggalkan Bandung. Situasi ini jelas mengubah wajah Persib secara signifikan.
Kini, Adam dan rekan-rekan tersisa memikul tanggung jawab besar untuk membangun ulang chemistry dan menjaga identitas tim. Proyek besar ini bukan hanya soal strategi pelatih, tapi juga menyangkut mentalitas pemain dalam menghadapi musim yang baru.
Baca juga: Persib Lepas Hingga 10 Pemain, Ryan Kurnia Juga Pamit
Bobotoh dan Harapan Baru
Tentunya, momen ketika Persib Bandung siapkan kekuatan anyar jelang Liga 1 2025 tak bisa di lepaskan dari peran dan ekspektasi Bobotoh. Suporter fanatik ini bukan hanya sekadar penonton setia mereka adalah nyawa kedua bagi tim, sumber semangat yang tak pernah padam, baik saat tim berjaya maupun ketika di terpa badai.
Kepergian para pemain ikonik yang selama ini menjadi wajah Persib, tentu meninggalkan ruang kosong di hati para fans. Tapi di balik perpisahan itu, tumbuh harapan baru. Kini, harapan publik tertuju pada para pemain anyar yang datang membawa semangat dan potensi. Ini adalah fase penting, lembaran baru sedang di buka, dan isinya akan di tulis bersama oleh pemain lama, pemain muda, dan talenta segar yang baru bergabung.
Persib kini mencoba meracik kombinasi antara pengalaman dari mereka yang tersisa, semangat pemain muda yang haus pembuktian, dan wajah-wajah anyar yang membawa gaya bermain berbeda. Transisi ini bukan hal mudah karena seperti halnya membangun rumah, fondasinya harus kuat sejak awal.
Adam Alis, sebagai salah satu pemain senior, menyadari bahwa tantangan mental akan lebih berat di musim ini. Ia tahu betul bahwa publik tak hanya menilai hasil akhir, tapi juga prosesnya. Namun baginya, segala beban itu akan terbayar lunas jika tim bisa cepat menyatu dan tampil solid sejak peluit pertama berbunyi. Karena ketika kerja keras bertemu semangat Bobotoh, sejarah indah bisa kembali di tulis di Bandung.
Kesimpulan
Dengan semua perubahan ini, jelas bahwa Persib Bandung siapkan kekuatan anyar jelang Liga 1 2025 sebagai bagian dari proses transisi besar-besaran. Tim yang sempat begitu solid kini harus membangun ulang dari dasar. Wajah-wajah baru bisa jadi energi segar, gaya bermain bisa lebih dinamis, dan suasana kompetisi internal akan membuat semua pemain tampil ngotot.
Adam Alis mungkin mewakili suara mayoritas pemain dan fans: sedih kehilangan rekan seperjuangan, tapi tetap penuh harap dengan babak baru. Karena pada akhirnya, sejarah mencatat bukan siapa yang pergi, tapi siapa yang bertahan dan memberi segalanya. Liga 1 2025 sudah menanti. Dan Maung Bandung, seperti biasa, akan datang bukan hanya untuk tampil tapi untuk menang.

