Alfeandra Dewangga, Dari Penonton Setia Menjadi Pemain PERSIB - MaungPersib

Alfeandra Dewangga, Dari Penonton Setia Menjadi Pemain PERSIB

maungpersib.com – Alfeandra Dewangga Santosa, atau yang akrab disapa Dewa, akhirnya resmi bergabung dengan PERSIB Bandung. Bergabungnya pemain asal Semarang ini bukan sekadar perpindahan klub, melainkan sebuah kisah penantian panjang yang akhirnya menjadi kenyataan. Dewa merasa sangat bahagia bisa menjadi bagian dari tim besar yang sejak kecil ia dukung diam-diam dari bangku penonton.

Tim besar, punya pendukung fanatik, dan banyak pemain bintang, begitu pengakuan jujur dari Dewa tentang ketertarikannya pada Maung Bandung.

Namun, siapa sangka bahwa momen bergabungnya Dewangga ke PERSIB sempat tertunda selama enam tahun? Tepatnya pada tahun 2019, Dewa pernah ikut berlatih bersama skuad Pangeran Biru dan nyaris resmi menjadi bagian tim. Tapi jalan takdir berkata lain. Saat itu kesempatan belum berpihak, dan Dewa pun harus melanjutkan kariernya di tempat lain lebih dulu.

Alasan Dewa Memilih PERSIB

Ada beberapa alasan yang membuat Dewa akhirnya menjatuhkan pilihannya pada PERSIB Bandung di musim ini. Salah satunya adalah faktor kedekatan dengan keluarga. Ia merasa bahwa Bandung adalah kota yang cukup dekat dan nyaman untuk keluarganya. Selain itu, Dewa juga punya ikatan emosional yang kuat dengan klub kebanggaan warga Jawa Barat ini.

Saya pernah di sini (Bandung), dan saya dulu juga penonton setia PERSIB. Jadi ketika ada kesempatan lagi, saya ambil, ungkapnya dalam wawancara usai sesi latihan di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin, 30 Juni 2025.

Kedekatannya dengan atmosfer Bandung menjadi salah satu alasan kuat yang mendorong keputusannya. Tak hanya sebagai pemain, tetapi Dewa juga pernah duduk di tribun, menjadi saksi bagaimana semangat Bobotoh membakar stadion dengan yel-yel dan semangat tak pernah padam.

Terinspirasi dari Sosok Jupe

Kisah Dewa dan PERSIB tak bisa dilepaskan dari sosok panutannya,  Achmad Jufriyanto. Ia bahkan menyebut bahwa salah satu alasannya senang bermain untuk PERSIB adalah karena bisa satu tim dengan sang idola. Saya suka mainnya Bang Jupe, makanya saya happy banget bisa bareng beliau sekarang, kata  Dewa sambil tersenyum.

Dewa masih mengingat jelas ketika menyaksikan pertandingan final Indonesia Super League 2014 di Palembang. Saat itu, ia turut memberikan dukungan untuk PERSIB dan menjadikan permainan Jupe sebagai sumber inspirasi. Kini, ia bukan lagi hanya penonton  ia adalah bagian dari tim.

Kisah yang tak banyak orang tahu adalah bahwa Dewangga nyaris menjadi pemain PERSIB sejak enam tahun lalu, tepatnya di tahun 2019. Ia sudah mengikuti latihan bersama tim, namun belum berujung pada kontrak resmi.

Hal tersebut tentu menjadi pengalaman penting dalam hidupnya. Bagi Dewa, kesempatan kedua kali ini bukan sesuatu yang datang begitu saja. Ia percaya bahwa setiap pemain punya momen yang tepat, dan tahun 2025 ini adalah saatnya ia menunjukkan kapasitasnya sebagai bek tangguh.

Harapan dan Target Bersama PERSIB

Sebagai pemain yang sarat pengalaman di kompetisi domestik maupun tim nasional, ekspektasi terhadap Dewa tentu besar. Ia diharapkan bisa memperkuat lini belakang PERSIB yang musim lalu tampil cukup solid. Namun Dewa tak ingin terlalu muluk-muluk. Ia hanya ingin berkontribusi maksimal, belajar, dan memberikan yang terbaik.

Saya ingin membuktikan bahwa saya pantas berada di sini. Target pribadi saya adalah berkembang dan membantu tim ini meraih gelar juara, ujarnya mantap.

Baca juga: Persib Siap Tempur Melawan Persija: Konsisten Menjaga Tren Positif di Puncak Klasemen

Adaptasi dengan Tim dan Pelatih

Bergabung dengan klub besar tentu membutuhkan waktu adaptasi. Namun Dewa merasa terbantu dengan suasana kekeluargaan dalam tim PERSIB. Ia mengaku para pemain senior menyambutnya dengan hangat dan staf pelatih memberikan arahan yang jelas.

Dalam sesi latihan awal bersama pelatih, Dewa langsung fokus mengikuti skema dan pola permainan yang diinginkan. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama antar lini, terutama karena posisinya yang krusial di lini pertahanan.

Dukungan Bobotoh Jadi Tambahan Semangat

Tak bisa dipungkiri, semangat Bobotoh menjadi salah satu faktor yang membuat banyak pemain merasa spesial ketika mengenakan jersey PERSIB. Dewa pun merasakannya. Bahkan sebelum resmi jadi bagian dari tim, ia sudah menikmati atmosfer luar biasa yang dibangun oleh pendukung fanatik ini. Saya tahu bagaimana Bobotoh mencintai tim ini. Itu sebabnya saya tidak mau mengecewakan mereka, ujar Dewa. Kecintaan Bobotoh pada klub menjadi cambuk semangat bagi pemain muda seperti Dewa. Ia ingin menjawab cinta itu dengan kerja keras di lapangan.

Statistik dan Performa Karier Dewa Sebelum Gabung PERSIB

Sebelum berlabuh ke PERSIB, Dewa sudah menunjukkan performa stabil bersama klub lamanya, PSIS Semarang. Ia tampil dalam lebih dari 70 pertandingan selama 4 musim dan mencetak beberapa gol penting sebagai bek tengah. Keunggulannya terletak pada, Posisioning yang baik, Umpan panjang akurat, Intersep tajam dan Kepemimpinan di lini belakang

Tak hanya itu, Dewa juga tercatat sebagai bagian dari tim nasional Indonesia U-23, dan sempat dipanggil ke skuat senior untuk laga internasional. Pengalamannya itu menjadi nilai tambah yang membuatnya cocok bermain di klub sekelas PERSIB.

Peran Strategis Dewa di Taktik PERSIB 2025

Pelatih PERSIB menilai Dewa sebagai pemain yang bisa fleksibel di beberapa posisi. Meski berposisi utama sebagai bek tengah, ia juga mampu bermain sebagai bek kiri ketika dibutuhkan. Ini tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi Pangeran Biru yang musim ini mengincar gelar juara Liga 1 2025/2026.

Dengan penguasaan bola yang tenang, serta kemampuan membaca permainan lawan, Dewa diproyeksikan menjadi duet ideal bagi pemain senior seperti Nick Kuipers atau Jupe.

Mimpi yang Akhirnya Jadi Nyata

Kisah Alfeandra Dewangga bersama PERSIB adalah kisah tentang penantian, tekad, dan cinta lama yang kembali. Dari seorang penonton setia, kini ia menjadi bagian dari klub besar yang dulu hanya bisa ia dukung dari tribun. Waktu memang sempat memisahkan, tapi takdir membawanya kembali,  dan kali ini sebagai pemain.

Dengan pengalaman, semangat, dan kedekatan emosional terhadap klub, Dewa punya semua bekal untuk menjadi bagian penting dalam perjalanan PERSIB menuju puncak. Bobotoh pun kini punya alasan baru untuk percaya: bahwa mimpi, jika diperjuangkan, bisa benar-benar terwujud.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *