Angka Istimewa Thom Haye dalam Satu Laga Persib, Mengamuk Main Cantik Setelah Kesedihan di Timnas Indonesia

Angka Istimewa Thom Haye dalam Satu Laga Persib, Mengamuk Main Cantik Setelah Kesedihan di Timnas Indonesia

Maungpersib.com – Dalam dunia sepak bola, tidak ada yang lebih menyembuhkan dari kemenangan. Bagi Thom Haye, gelar Man of The Match dalam laga Persib Bandung versus PSBS Biak di pekan kesembilan BRI Super League 2025/2026 menjadi pelipur lara setelah luka mendalam bersama Timnas Indonesia.

Laga yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Jumat (17/10/2025) malam WIB itu menyajikan performa terbaik Thom Haye sejauh musim ini. Persib menang telak 3-0, dan di balik skor itu ada maestro lini tengah yang mengatur ritme permainan dengan penuh elegan: Thom Haye.

Pemain keturunan Belanda itu tampil menawan. Dengan gaya bermain khas Eropa, ia menghadirkan kombinasi antara visi permainan, ketenangan, dan akurasi umpan yang luar biasa. Dalam laga tersebut, Haye mendapatkan rating 8,5 dari LapangBola, hanya kalah dari Andrew Jung yang memperoleh nilai sempurna 9 setelah mencetak satu gol dan satu assist.

“Ya, bagi saya ini adalah berita penting. Saya senang bisa bermain sepak bola lagi. Hari-hari terakhir ini memang sangat berat,” ujar Thom Haye usai pertandingan di mixed zone Stadion Maguwoharjo.

Kesedihan yang Mengubah Energi Menjadi Motivasi

Kesedihan itu bukan tanpa sebab. Thom Haye baru saja melewati pekan yang berat bersama Timnas Indonesia, yang gagal melangkah ke Piala Dunia 2026. Kekalahan dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) di babak keempat Kualifikasi Zona Asia menjadi akhir pahit perjalanan skuad Garuda.

Sebagai pemain yang selalu tampil maksimal untuk timnas, kegagalan itu menorehkan luka tersendiri di hati Haye. Ia bahkan sempat mengaku sulit tidur setelah pertandingan terakhir Indonesia.

Namun, sepak bola selalu memberi kesempatan kedua. Dan di laga kontra PSBS, Haye menyalurkan seluruh emosinya menjadi energi positif di lapangan.

“Tapi saya pergi ke lapangan, menikmati, dan saya merasa baik. Seperti yang saya katakan di awal, saya perlu menjadi lebih kuat,” ujar pemain berusia 30 tahun itu dengan nada mantap. “Menjadi lebih kuat. Jadi begini cara saya bisa bermain. Saya menantikan pertandingan.” Ucapan itu menjadi bukti kedewasaan seorang Thom Haye,  pemain yang tahu bagaimana mengubah tekanan menjadi performa luar biasa.

Baca juga: Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia U-23 vs Filipina U-23 di Piala AFF U-23 2025 Malam Ini

Aksi Thom Haye di Lini Tengah,  Jantung Irama Maung Bandung

Dalam laga melawan PSBS, Thom Haye berduet dengan Marc Klok sebagai double pivot di lini tengah Persib. Kombinasi dua pemain berpengalaman ini menjadi kunci solidnya permainan Maung Bandung. Haye tercatat melakukan:

  • 89 sentuhan bola,
  • 76% akurasi umpan ke depan,
  • tiga umpan terobosan sukses, dan
  • dua kali memenangi duel udara.

Statistik ini menggambarkan betapa vitalnya peran Haye dalam mengontrol tempo permainan. Ia bukan hanya penghubung antara lini belakang dan depan, tetapi juga kreator peluang dari tengah. Bahkan, dua dari tiga gol Persib berawal dari pergerakannya yang membuka ruang untuk Andrew Jung dan Uilliam Barros.

Permainannya yang elegan dan efektif membuat banyak pengamat menyebut Haye sebagai “metronome Persib”. Ia mengatur ritme, mengatur arah serangan, dan memberi keseimbangan dalam transisi.

Baca juga: Di Tengah Kritik, Bomber Persib Uilliam Barros Terus Cetak Gol

Dukungan Rekan Setim dan Apresiasi Bojan Hodak

Pelatih Bojan Hodak juga memberikan pujian khusus kepada Haye. Menurutnya, performa gelandang berdarah Belanda itu menunjukkan karakter seorang profesional sejati. “Thom sempat mengalami masa sulit setelah laga di timnas, tapi dia menunjukkan karakter yang luar biasa. Saya senang melihat bagaimana dia bangkit dan memberikan performa yang sangat baik malam ini,” kata Bojan Hodak dalam konferensi pers usai laga.

Para pemain Persib pun tampak memberi dukungan penuh. Marc Klok, yang menjadi tandem di lini tengah, menyebut Haye sebagai sosok yang mampu menenangkan permainan di saat tekanan tinggi. “Dia pemain yang sangat pintar. Dengan dia di tengah, permainan kami lebih tenang dan lebih terstruktur. Saya rasa dia pantas menjadi Man of The Match,” ujar Klok.

Kemenangan yang Mengangkat Moral Tim

Kemenangan atas PSBS bukan hanya tentang tiga poin. Lebih dari itu, kemenangan ini menjadi tanda bahwa Persib kembali ke jalur yang benar setelah jeda FIFA Matchday. Sebelumnya, performa Maung Bandung sempat naik turun karena padatnya jadwal dan absennya beberapa pemain kunci.

Dengan hasil ini, Persib naik ke posisi ketiga klasemen sementara BRI Super League dengan 13 poin dari tujuh laga. Gol-gol kemenangan dicetak oleh Andrew Jung (45+3’ lewat penalti), Uilliam Barros (59’), dan Luciano Guaycochea (77’).

Tambahan tiga poin terasa begitu berharga, mengingat laga berikutnya akan mempertemukan Persib dengan tim kuat Borneo FC. “Ya, saya pikir seluruh tim mempersiapkan diri dengan sangat baik. Satu-satunya hal yang kurang mungkin hanya mencetak lebih banyak gol,” kata Thom Haye sambil tersenyum.

Baca juga: Duel Sengit Persita vs Persib di BRI Super League, Comeback Marc Klok, Tantangan Pertandingan Tanpa Kapten!

Performa Thom Haye Jadi Simbol Kebangkitan

Performa Thom Haye malam itu seolah menjadi simbol kebangkitan, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi Persib Bandung. Di tengah tekanan dan kekecewaan, ia menunjukkan bahwa keindahan sepak bola tidak hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang keberanian untuk bangkit.

Publik di Stadion Maguwoharjo bahkan memberikan tepuk tangan panjang saat Haye ditarik keluar menjelang akhir laga. Aksi-aksinya,  dari umpan panjang akurat, pergerakan tanpa bola, hingga kerja keras dalam pressing,  mendapat apresiasi besar dari para Bobotoh yang hadir. Di media sosial, pujian pun mengalir deras. Banyak yang menyebutnya sebagai “pemain paling berpengaruh Persib musim ini”. Sebagian lain menyebutnya “jantung permainan Maung Bandung”.

Menatap Laga Selanjutnya,  Semangat Baru di Tubuh Persib

Kemenangan ini jelas menjadi momentum penting bagi tim asuhan Bojan Hodak. Dengan lini tengah yang semakin padu, terutama berkat duet Haye dan Klok, Persib kini terlihat lebih matang secara taktik. Thom Haye sendiri menegaskan bahwa ia belum puas. Ia ingin terus berkembang dan membantu tim mencapai target utama musim ini,  juara BRI Super League.

“Saya tahu ini baru awal. Kami harus terus konsisten dan bermain lebih baik di setiap laga. Saya yakin dengan kerja keras, kami bisa mencapai hasil besar,” ujarnya. Persib kini memiliki modal mental dan kepercayaan diri yang lebih tinggi. Para pemain muda seperti Febri Hariyadi, Beckham Putra, dan Dzalilov juga terlihat semakin solid dengan kehadiran para pemain senior seperti Haye dan Klok.

Baca juga: Ada Bek Timnas U-23 Indonesia di Sisi Kanan Persib Bandung, Pemain Timnas Irak Terpaksa Menyingkir Jadi Bek Kiri

Dari Kesedihan ke Keanggunan di Lapangan

Kisah Thom Haye dalam laga melawan PSBS Biak bukan sekadar statistik. Ini adalah cerita tentang bagaimana seorang pemain mengubah kesedihan menjadi kekuatan. Dari kekecewaan karena gagal membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia, ia menjawabnya dengan permainan indah dan determinasi tinggi bersama Persib Bandung.

Gelar Man of The Match yang diraihnya malam itu seakan menjadi pesan sederhana, bahwa dalam sepak bola, setiap luka bisa menjadi bahan bakar untuk bangkit lebih kuat. Dengan Thom Haye yang kembali ke performa terbaik, Persib Bandung tampak semakin siap menatap sisa musim BRI Super League 2025/2026. Dan bagi para Bobotoh, kemenangan ini bukan hanya soal skor 3-0, melainkan tentang kebanggaan melihat seorang pemain mengamuk dengan elegan,  setelah melewati badai kesedihan dengan kepala tegak.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *