Babak Pertama, PERSIB vs Dewa United Berakhir Tanpa Gol - MaungPersib

Babak Pertama, PERSIB vs Dewa United Berakhir Tanpa Gol

maungpersib.com – Pertandingan pekan ke-13 Super League 2025/26 antara PERSIB vs Dewa United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat, 21 November 2025, menghadirkan tensi tinggi sejak menit awal. Meskipun di atas kertas PERSIB lebih diunggulkan, babak pertama berakhir tanpa gol. Namun di balik skor 0-0 tersebut, terdapat dinamika menarik yang terjadi sepanjang 45 menit pertama.

Pertandingan ini juga menjadi perhatian publik karena berbagai alasan: rotasi pemain yang dilakukan Bojan Hodak, performa lini tengah PERSIB yang dominan, hingga disiplin bertahan Dewa United yang membuat laga sulit diprediksi.

Susunan Pemain PERSIB dan Strategi Bojan Hodak

Pelatih PERSIB, Bojan Hodak, kembali melakukan beberapa perubahan penting dalam susunan pemain, terutama pada sektor pertahanan dan penyerangan.

1. Teja Paku Alam Kembali Jadi Starter

Keputusan Bojan untuk menurunkan Teja Paku Alam sejak menit awal menjadi sorotan.
Teja dinilai memiliki refleks cepat dan pengalaman besar dalam laga-laga penting. Kepercayaan ini terbukti ketika ia mampu mengantisipasi beberapa percobaan serangan balik dari Dewa United.

2. Kuartet Bek yang Tampil Solid

Di lini belakang, PERSIB menurunkan:

  • Jose Luis Matricardi
  • Julio Cesar
  • Kakang Rudianto
  • Eliano Reijnders

Empat pemain ini menunjukkan soliditas sejak awal pertandingan. Pergerakan Matricardi dan Cesar menjadi pusat pertahanan yang kokoh, sementara Kakang dan Reijnders lebih aktif membantu serangan melalui sisi sayap.

3. Lini Tengah Milik PERSIB

Trio gelandang yang diturunkan adalah:

  • Marc Klok
  • Frans Putros
  • Thom Haye

Ketiganya menguasai 60% lebih ball possession di babak pertama. Haye beberapa kali memberikan umpan panjang akurat yang menjadi ciri khasnya. Klok mengatur ritme permainan, sementara Putros menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang.

4. Trio Penyerang yang Dinamis

Di lini depan, Hodak menurunkan:

  • Saddil Ramdani
  • Uilliam Barros
  • Andrew Jung

Barros beberapa kali melakukan pergerakan menusuk dari sisi kanan, Saddil aktif mengancam melalui sayap kiri, dan Jung berperan sebagai target man yang berusaha membuka ruang.

Jalannya Pertandingan Babak Pertama

Begitu peluit kick-off dibunyikan, PERSIB langsung mengambil inisiatif permainan. Mereka menguasai bola sekitar 65% di 15 menit pertama. Namun tempo permainan terbilang lambat, lebih banyak terjadi build-up di lini tengah.

Dewa United memilih tak terburu-buru, mereka bermain kompak dengan garis pertahanan cukup rapat. Skema pressing yang mereka lakukan membuat PERSIB harus sabar dalam mencari celah.

Kartu Kuning Pertama untuk Nick Kuipers (Menit 16)

Pada menit ke-16, bek Dewa United Nick Kuipers menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Saddil Ramdani. Saddil melakukan pergerakan cepat di sisi kiri, memaksa Kuipers menghentikannya dengan tekel keras. Momentum ini menjadi tanda bahwa PERSIB mulai bermain lebih agresif di area pertahanan Dewa.

Peluang Kombinasi Haye–Barros–Jung (Menit 21)

Menit ke-21 menjadi salah satu momen paling berbahaya untuk PERSIB, Umpan jauh Thom Haye mengarah akurat ke area penalti, Uilliam Barros menyambut bola dengan sundulan cerdik, dan Bola yang diarahkan ke Andrew Jung hampir menciptakan gol. Sayangnya, Altalariq Ballah tampil sangat sigap dan berhasil memotong bola sebelum mencapai Jung. Ini menjadi gambaran betapa Dewa United sangat disiplin dalam bertahan.

Peluang Julio Cesar Gagal Dimaksimalkan (Menit 22)

Hanya semenit setelah peluang tadi, Julio Cesar ikut membantu serangan. Ia menyontek bola hasil kemelut, tetapi kiper Dewa United, Sonny Stevens, berhasil melakukan penyelamatan gemilang. Peran Stevens di laga ini cukup vital. Ia tampil tenang dan beberapa kali menghentikan peluang PERSIB.

Baca juga: Persib Bandung Terus Panas! Raih Kemenangan Penting atas Bali United di BRI Super League

Barros Kembali Mengancam, Edo Febriansah Kena Kartu Kuning (Menit 29)

PERSIB kembali mendapat peluang melalui Barros di sisi kanan. Barros mencoba melewati Edo Febriansah, tetapi Edo melakukan pelanggaran yang cukup keras. Wasit langsung mengeluarkan kartu kuning. Dari pelanggaran ini, PERSIB mendapatkan tendangan bebas yang dieksekusi Klok, namun belum membuahkan hasil.

Cross Julio Cesar Tidak Berbuah Gol (Menit 42)

Di menit 42, Julio Cesar kembali muncul di lini depan. Ia mengirim umpan silang matang ke kotak penalti. Namun, Barros yang menjadi target gagal memaksimalkan peluang tersebut. Setelah beberapa kali percobaan, PERSIB tetap belum mampu menembus rapatnya pertahanan Dewa United.

Tambahan Waktu dan Akhir Babak Pertama

Wasit menambah waktu satu menit. PERSIB mencoba menekan di penghujung babak, namun skor tetap bertahan 0-0. Dewa United bertahan dengan baik, sementara PERSIB tampil dominan tetapi kurang tajam dalam penyelesaian akhir.

Analisis Taktik Babak Pertama

Untuk memperkaya artikel, berikut analisis taktik yang relevan untuk pembaca sepak bola dan SEO:

1. PERSIB Menguasai Penguasaan Bola, Dewa United Fokus Counter-attack

PERSIB menguasai jalannya pertandingan, tetapi Dewa United terlihat lebih menunggu kesempatan melalui skema serangan balik cepat. Pola ini membuat permainan berjalan lebih dinamis meski tanpa gol.

2. Pertahanan Dewa United Disiplin

Dua bek tengah mereka, Nick Kuipers dan Altalariq Ballah, tampil cukup disiplin memotong bola. Stevens juga memberikan rasa aman bagi lini belakang.

3. PERSIB Kurang Kreatif di Area Final Third

Meski mendominasi, PERSIB terlihat kesulitan menembus kotak penalti. Pergerakan Jung berhasil dijaga ketat. Saddil dan Barros memiliki ruang, tetapi penyelesaian akhir belum sempurna.

4. Peran Gelandang Sangat Penting

Haye menjadi motor serangan. Beberapa kali umpan panjangnya menjadi ancaman. Klok mengatur tempo, dan Putros menjaga keseimbangan.

Baca juga: Kisah Adam Alis, Pahlawan Persib Bandung Saat Kalahkan Selangor FC yang Ternyata Pernah Batal Jadi Tentara

Peluang yang Terbuang dan Evaluasi Lini Serang PERSIB

Meski mendominasi jalannya pertandingan, PERSIB tetap belum mampu memanfaatkan sejumlah peluang emas di babak pertama. Situasi ini memperlihatkan bahwa persoalan efektivitas di lini depan masih menjadi pekerjaan rumah bagi skuad asuhan Bojan Hodak. Beberapa peluang sebenarnya sudah tercipta melalui kombinasi Saddil, Barros, dan Jung. Saddil beberapa kali melakukan tusukan dari sisi kiri, tetapi crossing-nya belum menemukan sasaran yang tepat.

Barros tampil eksplosif di sisi kanan, mampu memaksa bek lawan melakukan pelanggaran, hingga menghasilkan kartu kuning untuk Edo Febriansah. Sementara itu, Andrew Jung masih kesulitan mencari ruang bebas karena penjagaan ketat dari dua bek Dewa United yang tampil disiplin. Ketika mendapatkan peluang matang, seperti umpan silang Julio Cesar di menit ke-42, trio penyerang ini belum mampu memberikan ancaman berarti kepada kiper Sonny Stevens.

Pergerakan Jung sebagai target man tertutup rapat, sementara Saddil dan Barros kurang tajam dalam melepaskan tembakan akhir. Situasi ini memperlihatkan bahwa PERSIB membutuhkan variasi serangan yang lebih kreatif, baik dari sisi sayap, kombinasi umpan pendek, maupun pergerakan tanpa bola dari lini kedua. Kehadiran Marc Klok dan Thom Haye sebenarnya memberikan opsi umpan-umpan berbahaya, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi faktor pembeda yang belum mampu membawa PERSIB unggul.

Apabila lini serang tidak segera menemukan ritmenya, PERSIB berpotensi kesulitan menembus pertahanan Dewa United yang sepanjang babak pertama tampil sangat solid dan terorganisir. Untuk itu, perbaikan dalam hal timing, positioning, dan ketenangan dalam mengambil keputusan menjadi hal penting yang harus dilakukan di babak kedua.

Akhir Babak Pertama PERSIB dan Dewa United

Babak pertama antara PERSIB dan Dewa United memang berakhir tanpa gol, namun pertandingan berjalan menarik dan penuh taktik. PERSIB mendominasi, tetapi pertahanan Dewa United sangat solid. Peluang yang tercipta masih belum cukup untuk membuka skor.

Laga ini masih sangat terbuka pada babak kedua. Pertanyaan besar pun muncul,  Apakah PERSIB mampu memecah kebuntuan? Atau Dewa United justru memanfaatkan peluang balik menyerang?

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *