Beri Bantuan Kedua! Viking Persib Club: GBLA Rumah Kita! - MaungPersib

Beri Bantuan Kedua! Viking Persib Club: GBLA Rumah Kita!

maungpersib.com – Kepedulian sejati tak melulu soal suara lantang di tribun atau koreografi megah yang menggetarkan stadion. Ada bentuk cinta lain yang kadang luput dari sorotan,  aksi nyata menjaga rumah kebanggaan bersama. Itulah yang ditunjukkan oleh Viking Persib Club (VPC) saat menyerahkan bantuan dana tahap kedua untuk perbaikan fasilitas Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Selasa, 10 Juni 2025.

Di tengah sorotan prestasi klub dan hiruk-pikuk persaingan liga, langkah VPC ini menjadi oase yang menyejukkan. Bantuan dana yang diserahkan secara langsung oleh Wakil Ketua VPC, Dadan Garenk, kepada Vice President Operational PT Persib Bandung Bermartabat, Andang Ruhiat, menjadi bukti nyata bahwa kecintaan Bobotoh kepada Persib tak hanya sebatas di dalam lapangan, tapi juga di luar lapangan.

Donasi Tahap Kedua: Rp19,9 Juta untuk GBLA

Pada tahap kedua ini, Viking Persib Club memberikan bantuan senilai Rp19.900.000. Ini bukan kali pertama. Sebelumnya, pada tahap pertama, mereka telah menyalurkan dana sebesar Rp33.000.000. Dengan demikian, total dana yang telah disumbangkan mencapai Rp52.900.000.

Angka itu, meskipun mungkin terlihat kecil di tengah angka-angka besar dunia sepak bola, menyimpan makna yang begitu dalam. Ini adalah hasil gotong royong dari para suporter. Bukan hasil dari sponsor besar atau perusahaan korporasi, melainkan dari para pecinta PERSIB yang rela menyisihkan sebagian rezekinya untuk stadion kebanggaan bersama.

Apresiasi dari Manajemen Persib

Vice President Operational PT PERSIB, Andang Ruhiat, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas inisiatif ini.

“Bukan soal jumlahnya, tapi semangat dan ketulusan dari rekan-rekan Bobotoh yang sangat menyentuh. Insya Allah ini menjadi amal baik dan bernilai ibadah,” ucapnya.

Andang juga menegaskan bahwa GBLA bukan sekadar stadion, tetapi sudah menjadi simbol dan identitas dari klub dan suporternya. Ia mengajak seluruh pihak untuk ikut menjaga dan merawatnya.

“Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga GBLA. Ini bukan hanya stadion, ini rumah kita bersama,” tegasnya lagi.

Makna Gotong Royong ala Bobotoh

Sementara itu, Dadan Garenk dari VPC menyampaikan bahwa dana yang diserahkan merupakan hasil pengumpulan dari berbagai distrik Viking dan komunitas Bobotoh lainnya. Ini menunjukkan bahwa solidaritas suporter masih sangat kuat dan hidup.

“Saya hanya menyampaikan amanah dari teman-teman semua. Ini bentuk cinta kami pada PERSIB dan GBLA. Semoga bisa membantu proses perbaikan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar donasi, aksi ini memperlihatkan bahwa dukungan Bobotoh tidak pernah mengenal kata “selesai”. Bagi mereka, mendukung Persib bukan hanya saat 90 menit laga berlangsung. Tapi juga ketika rumput stadion rusak, toilet tak berfungsi, atau lampu stadion perlu diganti, mereka hadir, bukan untuk menuntut, melainkan untuk ikut memperbaiki.

GBLA: Lebih dari Sekadar Stadion

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) adalah markas kebanggaan Persib Bandung. Terletak di Gedebage, Bandung, stadion ini telah menjadi saksi banyak momen bersejarah, baik kemenangan maupun kegagalan. Namun lebih dari itu, GBLA telah menjadi simbol identitas Bobotoh.

Dalam berbagai kesempatan, Bobotoh selalu menyuarakan pentingnya menjaga GBLA. Mereka menganggapnya sebagai “rumah kedua” di mana setiap chant, bendera, dan pelukan antar suporter menjadi bagian dari kenangan yang tak tergantikan.

Tak heran jika inisiatif memperbaiki fasilitas GBLA datang dari suporter itu sendiri. Mereka tak ingin rumah kebanggaan mereka menjadi rusak dan terbengkalai. Mereka ingin memastikan bahwa anak-anak mereka nanti bisa merasakan atmosfer yang sama ketika menyanyikan “Halo-halo Bandung” dari tribun timur.

Kenapa Dukungan Bobotoh Begitu Penting?

Dalam perjalanan seorang pemain, dukungan suporter bukan hanya soal sorakan di tribun. Bagi Rezaldi, semangat dari Bobotoh menjadi bahan bakar yang tak terlihat namun sangat terasa. Di saat fisik sedang lemah, mental bisa tetap kuat karena tahu ada ribuan hati yang mendoakan. Dukungan inilah yang membuatnya terus termotivasi untuk bangkit dan kembali ke lapangan.

1. Bobotoh Bukan Sekadar Penonton

Bobotoh adalah identitas yang melekat erat dengan Persib. Mereka bukan hanya hadir di stadion, tapi juga aktif dalam kegiatan sosial, edukasi suporter, hingga kampanye damai di sepak bola Indonesia. Aksi donasi ini menegaskan bahwa Bobotoh paham peran mereka. Mereka tahu bahwa membela klub tidak cukup dengan sorak-sorai di tribun. Ada bentuk lain dari cinta yang bertanggung jawab.

2. Memberikan Contoh untuk Suporter Lain

Inisiatif Viking Persib Club bisa menjadi inspirasi bagi kelompok suporter lain di Indonesia. Bahwa kita bisa mencintai klub tanpa harus menunggu pemerintah atau pengelola. Suporter bisa menjadi bagian dari solusi, bukan hanya pihak yang menuntut perbaikan. Ketika stadion rusak, bukan hanya manajemen yang bergerak. Ketika fasilitas tak layak, suporter tak hanya mengeluh. Mereka bergerak, merangkul, dan memberikan kontribusi nyata.

3. Meningkatkan Kepercayaan Publik pada Komunitas Suporter

Selama ini, stigma negatif kerap menempel pada komunitas suporter. Namun aksi seperti ini mampu membalikkan pandangan itu. Suporter adalah bagian penting dari ekosistem sepak bola. Dan ketika mereka diberi ruang untuk berkontribusi, hasilnya bisa luar biasa.

Peran Stadion dalam Identitas Klub

Stadion bukan hanya tempat bertanding. Ia adalah simbol, tempat pertemuan emosional antara klub dan pendukungnya. Ketika stadion rusak, semangat pun bisa redup. Sebaliknya, ketika stadion terawat, rasa bangga akan makin menggelora.

GBLA sebagai stadion kebanggaan harus terus dijaga. Peran serta semua pihak, baik pemerintah, manajemen, hingga suporter, harus bersatu dalam menjaga dan merawatnya. Karena stadion yang baik akan menciptakan atmosfer pertandingan yang positif, aman, dan membahagiakan.

Baca juga: Persib World Ranking: Perjalanan dan Posisi saat Ini

Menjaga GBLA Adalah Menjaga Warisan

Momen donasi ini juga bisa dimaknai sebagai bentuk pelestarian warisan. Bobotoh ingin meninggalkan jejak yang baik, bukan hanya untuk hari ini tapi untuk generasi selanjutnya. GBLA bukan hanya untuk laga hari Sabtu malam ini, tapi juga untuk laga 10-20 tahun ke depan.

“Dengan adanya inisiatif ini, semoga bisa membantu untuk perbaikan GBLA. Kita semua, Bobotoh tentunya harus bisa menjaga GBLA. Karena GBLA itu rumah kita semua,” pungkas Dadan Garenk.

Ketika Cinta Tak Sekadar Sorakan

Dari aksi donasi ini, kita belajar bahwa cinta pada klub sepak bola tak hanya tentang menyanyi di tribun atau membela di media sosial. Ada makna yang lebih dalam ketika cinta itu diwujudkan dalam tindakan nyata.

Viking Persib Club dan Bobotoh telah menunjukkan kelasnya. Mereka tak hanya suporter yang fanatik, tapi juga suporter yang bertanggung jawab, solutif, dan berjiwa besar. Stadion GBLA bukan hanya milik Persib. Ia milik semua yang mencintai sepak bola, mencintai Bandung, dan mencintai nilai-nilai kebersamaan. Dan hari ini, lewat donasi sederhana namun penuh makna itu, mereka mengingatkan kita semua:

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *