Maungpersib.com – Bandung kembali jadi magnet sepak bola Asia Tenggara. Di tengah agenda tur latih tanding yang padat, rombongan LCS Football Academy dari Singapura menyempatkan diri singgah ke PERSIB Official Store di Graha PERSIB, Jalan Sulanjana No. 17, Kota Bandung, Rabu, 17 Desember 2025. Bukan sekadar belanja merchandise. Kunjungan ini punya makna lebih dalam. Ada pertukaran pengalaman, pembelajaran budaya sepak bola, sampai upaya membangun relasi jangka panjang antarakademi. Santai, tapi penuh tujuan.
Kunjungan LCS Football Academy ke PERSIB Official Store
Sebanyak 43 pemain muda dari kelompok usia U-15 dan U-17 terlihat antusias begitu memasuki PERSIB Official Store. Mata mereka langsung tertuju pada jersey, jaket, syal, dan berbagai pernak-pernik khas Maung Bandung.
Bagi para pemain muda ini, PERSIB bukan nama asing. Klub asal Bandung tersebut sudah dua musim terakhir tampil di level Asia dan satu grup dengan Lion City Sailors di AFC Champions League Two. Jadi, kunjungan ke Graha PERSIB terasa seperti datang ke tempat yang sudah sering mereka lihat di layar, tapi kini bisa dirasakan langsung atmosfernya.
Program Tahunan LCS Football Academy ke Luar Negeri
Manajer Program LCS Football Academy, Masjuri, menjelaskan bahwa perjalanan ke Indonesia merupakan bagian dari agenda tahunan akademi mereka. Setiap tahun, LCS memang rutin membawa pemain mudanya ke luar negeri untuk menambah jam terbang.
“Sebenarnya tahun ini kami sempat merencanakan ke Thailand. Tapi karena di sana ada agenda SEA Games, akhirnya kami memilih Bandung,” ujar Masjuri di sela-sela kegiatan belanja di PERSIB Official Store.
Pilihan ke Bandung bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal punya kultur sepak bola yang kuat, akademi yang terstruktur, dan atmosfer pertandingan yang hidup. Buat pemain muda, pengalaman seperti ini jelas sulit didapat kalau hanya berlatih di dalam negeri.
Agenda LCS Selama Sepekan di Bandung
Selama kurang lebih satu pekan berada di Bandung, rombongan LCS Football Academy menjalani jadwal yang cukup padat. Fokus utama mereka tentu uji tanding melawan tim-tim Akademi PERSIB. Beberapa agenda utama selama di Bandung antara lain:
- Latih tanding dengan Akademi PERSIB U-15 dan U-17
- Observasi metode latihan dan pembinaan usia muda
- Diskusi teknis antarpelatih
- Kunjungan fasilitas klub
- Pengenalan budaya sepak bola lokal
Semua kegiatan ini dirancang agar pemain tidak hanya berkembang secara teknis, tapi juga mental dan wawasan.
Sambutan Hangat dari PERSIB
Pihak PERSIB menyambut kunjungan ini dengan terbuka. Hadir langsung General Manager of Youth Development PERSIB, Zaenal Arief, dan Direktur Teknik PERSIB, Djadjang Nurdjaman, yang menemani rombongan selama berada di Graha PERSIB.
Kehadiran dua figur penting ini memberi kesan mendalam bagi para pemain dan ofisial LCS. Mereka bisa melihat langsung bagaimana struktur pembinaan usia muda di klub besar Indonesia berjalan.
Studi Banding yang Positif untuk Pemain Muda
Menurut Djadjang Nurdjaman, kegiatan seperti ini punya nilai besar untuk perkembangan pemain muda, baik dari Singapura maupun Indonesia.
“Ini hal yang positif bagi anak-anak akademi untuk melakukan studi banding ke klub luar negeri. Program seperti ini patut ditiru oleh akademi yang ada di kita,” ujar Djadjang.
Ia menilai, dengan bertemu sistem latihan berbeda, pemain akan lebih terbuka. Mereka belajar bahwa sepak bola punya banyak pendekatan, dan semuanya bisa saling melengkapi.
Dampak Kiprah PERSIB di Level Asia
Sementara itu, Zaenal Arief melihat kunjungan LCS Football Academy sebagai dampak langsung dari kiprah PERSIB di kompetisi Asia. Dua musim tampil di AFC Champions League Two membuat nama PERSIB makin dikenal di kawasan.
“Dengan PERSIB sekarang tampil di Asia, itu ibarat etalase. Klub-klub luar jadi lebih tertarik untuk datang, melihat langsung, dan belajar,” jelas Zaenal. Apalagi, LCS dan PERSIB berada dalam satu grup di dua musim terakhir. Intensitas pertemuan di level Asia otomatis membuka peluang kerja sama di luar pertandingan resmi.
PERSIB sebagai Role Model Klub Profesional
Zaenal Arief juga menegaskan harapan besar PERSIB ke depan. Menurutnya, keikutsertaan di kompetisi Asia bukan cuma soal prestasi, tapi juga soal citra dan pengaruh. “Ke depannya PERSIB berharap bisa terus tampil di Asia. Harapannya, klub-klub dari negara tetangga memandang PERSIB sebagai role model klub profesional, baik di Indonesia maupun Asia,” tambahnya.
Pernyataan ini sejalan dengan visi PERSIB yang ingin menjadi klub modern, profesional, dan berkelanjutan, termasuk dalam pembinaan usia muda.
Manfaat Kunjungan Bagi LCS Football Academy
Bagi LCS Football Academy, kunjungan ke PERSIB memberikan banyak manfaat nyata. Tidak hanya soal pertandingan, tapi juga pengalaman non-teknis. Beberapa manfaat yang dirasakan antara lain:
- Pemain belajar menghadapi atmosfer sepak bola yang berbeda
- Pelatih mendapat gambaran sistem pembinaan PERSIB
- Akademi membangun jaringan internasional
- Pemain termotivasi melihat standar klub besar
Pengalaman seperti berkunjung ke official store klub besar saja sudah bisa membangkitkan rasa bangga dan motivasi tersendiri bagi pemain muda.
Bandung sebagai Destinasi Sepak Bola Regional
Bandung perlahan tapi pasti mulai dilirik sebagai destinasi sepak bola regional. Kehadiran klub sebesar PERSIB, ditambah fasilitas dan basis suporter yang kuat, membuat kota ini ideal untuk program tur akademi. Bagi akademi luar negeri, Bandung menawarkan:
- Lawan latih tanding yang kompetitif
- Lingkungan sepak bola yang hidup
- Budaya lokal yang ramah
- Akses ke klub profesional
Tak heran jika ke depan, kunjungan serupa bisa semakin sering terjadi.
Hubungan Baik Indonesia dan Singapura di Level Akademi
Kunjungan LCS Football Academy ke PERSIB juga mencerminkan hubungan baik antara Indonesia dan Singapura di level sepak bola usia muda. Interaksi seperti ini membuka ruang kolaborasi jangka panjang.
Mulai dari pertukaran pelatih, program pelatihan bersama, hingga turnamen persahabatan, semuanya sangat mungkin diwujudkan jika komunikasi terus terjalin.
Harapan untuk Kerja Sama di Masa Depan
Baik PERSIB maupun LCS Football Academy sama-sama berharap kunjungan ini bukan yang terakhir. Ada potensi besar untuk kerja sama berkelanjutan, terutama dalam pengembangan pemain muda. Dengan saling belajar dan berbagi pengalaman, kedua pihak bisa tumbuh bersama. Sepak bola Asia Tenggara pun ikut terdorong naik level.
Antusiasme Pemain Muda LCS Saat Mengenal Lebih Dekat Identitas PERSIB
Selain agenda latih tanding dan kunjungan resmi, momen berada di PERSIB Official Store memberi pengalaman emosional tersendiri bagi para pemain muda LCS Football Academy. Mereka tidak hanya melihat deretan jersey dan atribut klub, tapi juga mengenal identitas PERSIB sebagai klub dengan sejarah panjang dan basis suporter yang kuat.
Beberapa pemain terlihat antusias memilih jersey kandang berwarna biru khas PERSIB, sementara yang lain tertarik dengan cerita-cerita tentang Maung Bandung yang mereka dengar dari staf klub. Tanpa disadari, interaksi sederhana ini menumbuhkan rasa hormat terhadap klub yang mereka kenal sebagai pesaing di level Asia.
Bagi pemain usia muda, pengalaman seperti ini penting. Mereka belajar bahwa sepak bola profesional tidak hanya soal latihan dan pertandingan, tapi juga soal identitas, kebanggaan klub, dan kedekatan dengan suporter. Nilai-nilai ini diharapkan bisa dibawa pulang ke Singapura, menjadi bekal mental dan motivasi untuk berkembang sebagai pesepak bola yang utuh.
Kunjungan LCS Football Academy ke PERSIB Official Store mungkin terlihat sederhana. Namun di balik itu, tersimpan makna besar tentang pembinaan, kolaborasi, dan visi jangka panjang sepak bola modern. Dari Bandung, pesan itu terasa jelas. Sepak bola tidak hanya soal menang dan kalah, tapi juga tentang belajar, berbagi, dan membangun masa depan bersama.

