Persib Krisis Pemain! Federico Barba dan Adam Absen Jelang Duel Panas vs Dewa United - MaungPersib

Persib Krisis Pemain! Federico Barba dan Adam Absen Jelang Duel Panas vs Dewa United

maungpersib.com – Persib Bandung sedang tidak berada dalam kondisi ideal menjelang bentrokan penting melawan Dewa United pada pekan ke-13 Super League 2025/2026. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat (21/11/2025) itu seharusnya menjadi momentum bagus bagi Maung Bandung untuk menjaga posisi di papan atas. Tapi sayangnya, persiapan tim justru terganggu oleh masalah yang tidak ringan. Dua pemain kunci, Federico Barba dan Adam Alis, dipastikan absen. Situasi ini membuat ruang strategi Bojan Hodak jadi lebih sempit.

Mau tidak mau, pelatih asal Kroasia itu harus memutar otak dan mencari solusi paling aman agar tim tetap kompetitif. Supaya lebih jelas, mari membahas satu per satu masalah yang sedang menghampiri Persib.

Federico Barba Absen Karena Demam Berdarah

Kabar kurang menyenangkan datang dari Federico Barba. Bek tengah andalan Persib itu harus kembali ke Italia setelah terserang demam berdarah (dengue). Penyakit ini membuat kondisi fisiknya turun drastis, dan tubuhnya butuh waktu lebih lama untuk pulih.

Saat ditemui di sesi latihan, Bojan Hodak menjelaskan bahwa Barba memang tidak bisa dipaksakan. Setiap orang punya kondisi tubuh yang berbeda. Ada yang pulih cepat, ada juga yang memerlukan waktu lebih panjang. Barba termasuk yang kedua.

Bojan bahkan secara terbuka menyebut sang pemain sempat mendapat beberapa hari libur, tapi karena kondisinya belum membaik dan tidak bisa mengikuti latihan, keputusan terbaik adalah membiarkannya pulang ke Eropa.

“Barba terkena dengue dan setelah terserang dengue, karena tubuh manusia itu berbeda-beda, terkadang butuh waktu berbeda untuk pulih. Dia sudah mendapat beberapa hari libur dan karena tidak berlatih, dia pulang ke Eropa,” ujar Bojan.

Baca juga: Dampak Positif Kehadiran Empat Pemain Baru PERSIB di Super League 2025/26

Tidak Mau Ambil Risiko

Situasi Barba membuat staf pelatih harus ekstra hati-hati. Meski jadwal pemulangan ke Bandung tidak akan lama, Persib tidak ingin mengambil risiko apa pun. Tenaganya memang sangat dibutuhkan, tapi memaksa pemain yang baru pulih dari penyakit seperti ini jelas berbahaya.

“Dia akan segera kembali secepatnya. Namun kami tidak mau mengambil risiko karena tubuhnya masih sangat lemah. Butuh waktu untuk melakukan pemulihan,” lanjut Bojan.

Keputusan mempertahankan Barba di Italia juga dipengaruhi faktor psikologis. Ketika pemain dekat keluarga, proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat. Lingkungan yang familiar tentu membantu mempercepat kondisi fisik kembali normal.

“Pada akhirnya, kami membiarkan dia berada di rumah dan dia akan kembali dalam kondisi yang lebih baik,” kata Bojan.

Dampak Kehilangan Barba

Absennya Barba bukan perkara kecil. Ia adalah sosok penting di lini belakang. Bukan hanya piawai membaca serangan lawan, Barba juga jadi pemimpin yang mengatur garis pertahanan. Tanpa dirinya, Persib harus menurunkan pemain pelapis yang mungkin belum punya chemistry sekuat itu dengan rekan-rekannya.

Kondisi ini tentu berpengaruh pada stabilitas permainan, terutama saat menghadapi tim seperti Dewa United yang dikenal cukup agresif dan cepat dalam menyerang.

Adam Alis Juga Dipastikan Absen

Masalah Persib tidak berhenti di Barba. Gelandang serang andalan mereka, Adam Alis, juga tidak bisa diturunkan. Walaupun cederanya tidak masuk kategori berat, Adam tetap harus menepi dalam 1–2 pertandingan.

“Bukan cedera yang serius, tapi dia mungkin tidak akan bermain dalam 1–2 pertandingan,” jelas Bojan.

Adam adalah pemain yang punya kontribusi besar dalam membangun serangan. Kreativitasnya, kemampuan menjaga ritme permainan, dan visi bermainnya sangat membantu Persib saat membongkar pertahanan lawan.

Dengan kondisinya seperti sekarang, Persib harus menyiapkan pengganti yang bisa mengemban peran penting ini.

Absennya Adam di Laga ACL 2

Selain laga melawan Dewa United, Adam juga diperkirakan absen saat Persib menghadapi Lion City Sailors di ajang ACL 2. Ini tentu kabar buruk karena pertandingan di level Asia selalu membutuhkan komposisi pemain terbaik.

Bermain tanpa playmaker yang terbiasa mengatur tempo jelas menyulitkan. Apalagi lawan di ACL biasanya tampil lebih terstruktur dan intens. Persib harus mencari solusi agar tidak kehilangan kreativitas di lini tengah.

Tantangan Bojan Hodak Mencari Komposisi Terbaik

Dengan absennya Federico Barba dan Adam, Bojan Hodak punya tugas besar. Ia harus menentukan pemain mana yang paling cocok untuk menggantikan posisi keduanya. Bukan hanya soal menambal posisi yang kosong, tapi juga bagaimana menjaga alur permainan tetap berjalan.

Bojan dikenal fleksibel dalam memilih taktik, tapi kehilangan dua pemain inti sekaligus jelas membuat situasinya lebih rumit. Lini pertahanan dan lini tengah, dua area vital dalam tim, sama-sama terdampak. Beberapa opsi muncul untuk menggantikan Barba:

  • Alwi Slamat sebagai bek darurat
  • Nick Kuipers sebagai pemimpin lini pertahanan
  • Pemain muda akademi yang mungkin diberi kesempatan debut

Setiap opsi punya plus-minus. Kuipers memang berpengalaman, tapi butuh partner yang sepadan. Kalau mengandalkan pemain muda, risikonya cukup besar mengingat pertandingan ini penting.

Solusi di Lini Tengah

Untuk menggantikan Adam Alis, Persib bisa mengandalkan beberapa nama:

  • Marc Klok sebagai pengatur tempo
  • Dedi Kusnandar yang terkenal stabil
  • Ezra Walian bila ingin menambah kreativitas serangan
  • Beckham Putra yang punya dribel dan mobilitas tinggi

Bojan harus memilih sesuai kebutuhan tim. Jika ingin bermain lebih agresif, mungkin Beckham atau Ezra bisa jadi pilihan. Tapi jika ingin menjaga keseimbangan, Klok atau Dedi lebih aman.

Dewa United Bukan Lawan Mudah

Dewa United datang ke Bandung dengan tren yang cukup baik. Mereka tampil stabil di liga dan punya beberapa pemain cepat yang bisa merusak fokus pertahanan lawan. Kondisi ini membuat Persib tidak bisa bersantai.

Apalagi Persib juga sedang berada dalam tekanan karena hasil pertandingan terakhir belum sepenuhnya konsisten. Situasi makin tidak ideal saat dua pemain penting harus absen. Beberapa strategi yang mungkin dipilih Bojan antara lain:

  • Menurunkan lini tengah lebih solid untuk menahan agresivitas lawan
  • Mengandalkan serangan balik cepat melalui sayap
  • Memaksimalkan bola mati, terutama dengan kekuatan tandukan para bek

Semua ini bergantung pada taktik yang disiapkan Bojan selama latihan pekan ini.

Baca juga: Uilliam Barros, Pahlawan Kemenangan Tipis Lawan Persebaya di Super League 2025/2026

Harapan Suporter dan Tekanan Laga Kandang

Meski kondisi tim sedang kurang ideal, dukungan suporter tentu tetap menjadi faktor penting. Laga di GBLA selalu menghadirkan atmosfer yang kuat. Hal ini bisa memberi dorongan tambahan bagi para pemain untuk tampil lebih percaya diri. Mental pemain akan sangat menentukan. Tanpa dua motor permainan, para pemain lain harus berani mengambil peran lebih.

Jika melihat sisi positif, ini jadi kesempatan bagi pemain pelapis untuk menunjukkan kualitas. Tekanan memang besar, tapi justru momen seperti ini sering melahirkan kejutan. Beberapa pemain yang mungkin mendapat menit bermain lebih banyak bisa mengambil kesempatan ini untuk mengamankan posisi mereka di skuad utama.

Persib Harus Tampil Cerdas dan Efektif

Persib Bandung memang sedang menghadapi mimpi buruk dengan absennya dua pemain penting jelang laga melawan Dewa United. Federico Barba dan Adam bukan sekadar pemain biasa. Kontribusi mereka dalam menjaga keseimbangan tim sangat besar.

Tapi di sepak bola, situasi seperti ini bukan hal baru. Bojan Hodak harus meramu strategi terbaik dari pemain yang tersedia. Kuncinya ada pada keseimbangan dan ketenangan dalam mengambil keputusan.

Pertandingan melawan Dewa United nanti tidak akan mudah. Tapi jika Persib bisa tampil efektif, disiplin, dan memaksimalkan dukungan penuh di GBLA, tiga poin masih sangat mungkin didapat.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *