Maungpersib.com – PERSIB Bandung kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaga ketertiban dan keamanan pertandingan dengan mengeluarkan imbauan tegas kepada suporter tim tamu. Dalam laga pekan ke-18 Super League 2025/26 melawan PSBS Biak yang akan di gelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 25 Januari 2026, suporter PSBS Biak di minta untuk tidak datang langsung ke stadion.
Imbauan ini bukan sekadar formalitas. Pihak manajemen PERSIB menegaskan bahwa aturan tersebut merupakan bagian dari regulasi resmi kompetisi yang wajib di patuhi oleh semua pihak, baik klub, pemain, maupun suporter. Langkah ini di ambil demi menciptakan suasana pertandingan yang aman, nyaman, dan kondusif, sehingga fokus utama tetap tertuju pada kualitas permainan di atas lapangan.
Latar Belakang Larangan Suporter Tim Tamu
Larangan kehadiran suporter tim tamu di stadion bukanlah hal baru dalam sepak bola Indonesia. Dalam beberapa musim terakhir, regulasi ini di terapkan secara konsisten sebagai upaya pencegahan konflik antarsuporter.
Upaya Menjaga Keamanan dan Ketertiban
Sepak bola Indonesia memiliki sejarah panjang terkait rivalitas suporter yang terkadang berujung pada gesekan di dalam maupun di luar stadion. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan utama di berlakukannya pembatasan kehadiran pendukung tim tamu.
Dengan membatasi mobilisasi massa suporter, risiko bentrokan dapat di tekan. Aparat keamanan dan panitia pelaksana pertandingan juga bisa lebih fokus dalam mengelola satu kelompok pendukung, yaitu suporter tuan rumah. Langkah ini di harapkan menciptakan suasana pertandingan yang lebih nyaman, aman, dan ramah bagi semua pihak, termasuk keluarga dan penonton umum.
Evaluasi dari Pengalaman Sebelumnya
Beberapa insiden di masa lalu menunjukkan bahwa kehadiran suporter tim tamu sering kali memicu potensi konflik, baik karena provokasi, kesalahpahaman, maupun faktor emosional pertandingan. Dari pengalaman tersebut, federasi dan operator liga menilai bahwa pembatasan suporter menjadi solusi realistis untuk menjaga stabilitas kompetisi. PERSIB sebagai salah satu klub besar di Indonesia berkomitmen untuk menjalankan kebijakan ini secara konsisten.
Pernyataan Resmi Manajemen PERSIB
Menjelang laga melawan PSBS Biak, manajemen PERSIB melalui Head of Communication PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menyampaikan imbauan resmi kepada publik.
Imbauan kepada Suporter PSBS Biak
Adhi Pratama menegaskan bahwa larangan tersebut harus di pahami sebagai bentuk tanggung jawab bersama. “Kami mohon kerja sama seluruh pendukung tim tamu untuk tidak memaksakan diri hadir ke stadion. Mari kita sukseskan pertandingan penting ini dengan saling menghormati regulasi yang berlaku,” ujar Adhi pada Rabu, 21 Januari 2026.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa PERSIB tidak hanya berfokus pada kepentingan klub, tetapi juga pada kenyamanan seluruh elemen sepak bola.
Tanggung Jawab Suporter dalam Mendukung Tim
Menurut Adhi, dukungan kepada tim tidak harus selalu di lakukan dengan hadir langsung ke stadion. Di era digital saat ini, suporter tetap bisa memberikan semangat melalui siaran televisi, media sosial, maupun berbagai platform daring lainnya. Dukungan yang positif, tertib, dan sesuai aturan justru akan memberikan citra baik bagi klub dan komunitas suporter itu sendiri.
Risiko bagi Suporter yang Tetap Datang ke Stadion
PERSIB juga menegaskan bahwa pihak klub tidak akan bertanggung jawab atas risiko yang di alami suporter tim tamu yang tetap memaksakan diri datang ke GBLA.
Tidak Ada Kompensasi bagi Pelanggar Aturan
Setiap suporter PSBS Biak yang datang ke stadion akan langsung di pulangkan tanpa pengecualian. Hal ini berlaku termasuk bagi mereka yang telah membeli tiket pertandingan. Tidak akan ada pengembalian dana atau kompensasi dalam bentuk apa pun. Kebijakan ini di terapkan secara tegas agar tidak terjadi pelanggaran berulang.
Bentuk Ketegasan Manajemen
Langkah tegas ini di ambil bukan untuk mempersulit suporter, melainkan untuk memberikan efek jera dan memastikan aturan benar-benar di jalankan. Jika masih ada toleransi, di khawatirkan aturan hanya akan di anggap sebagai formalitas tanpa makna. PERSIB ingin memastikan bahwa semua pihak memahami konsekuensi dari setiap pelanggaran yang di lakukan. Larangan kehadiran suporter tim tamu memiliki dasar hukum yang kuat dalam regulasi sepak bola nasional.
Regulasi Liga 1 2025/26
Kebijakan ini mengacu pada Regulasi Liga 1 2025/26 Pasal 5 tentang Keamanan dan Kenyamanan Ayat 7. Dalam pasal tersebut di jelaskan bahwa pertandingan dapat di laksanakan tanpa kehadiran suporter tim tamu demi menjaga stabilitas dan keamanan. Regulasi ini menjadi pedoman bagi seluruh klub peserta kompetisi, termasuk PERSIB dan PSBS Biak.
Baca juga: Alasan Persib Lepas Hamra dan Rezaldi Hehanussa ke Kompetitor Super League 2025–2026
Kode Disiplin PSSI Tahun 2023
Selain regulasi liga, aturan ini juga di perkuat oleh Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023. Pasal tersebut secara tegas melarang kehadiran suporter tim tamu dalam kondisi tertentu. Keputusan Komisi Disiplin PSSI yang masih berlaku hingga kini juga menjadi dasar hukum penerapan kebijakan ini. Dengan adanya payung hukum yang jelas, PERSIB memiliki legitimasi penuh untuk menjalankan aturan tersebut.
Dampak Positif bagi Jalannya Pertandingan
Penerapan larangan suporter tim tamu tidak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga pada kualitas pertandingan secara keseluruhan.
Fokus pada Permainan di Lapangan
Tanpa gangguan dari potensi konflik suporter, pemain dapat lebih fokus pada pertandingan. Konsentrasi tidak terganggu oleh situasi di tribun, sehingga kualitas permainan di harapkan meningkat. Wasit dan perangkat pertandingan pun bisa menjalankan tugasnya dengan lebih nyaman dan profesional.
Suasana Stadion yang Lebih Kondusif
Dengan hanya di hadiri suporter tuan rumah, suasana stadion menjadi lebih terkontrol. Panitia pelaksana dapat mengatur arus masuk, tempat duduk, dan keamanan dengan lebih efektif. Hal ini juga memberikan pengalaman menonton yang lebih aman dan menyenangkan bagi penonton. Larangan ini juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh komunitas suporter di Indonesia.
Mengedepankan Sportivitas
Sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah. Lebih dari itu, olahraga ini mengajarkan nilai sportivitas, saling menghormati, dan kebersamaan. Dengan mematuhi aturan, suporter menunjukkan kedewasaan dalam mendukung tim kesayangan.
Baca juga: Hasil Super League 2025–2026, Thom Haye Cetak Gol Debut, Persib Pesta Gol ke Gawang Madura United
Mendukung dari Jarak Jauh dengan Cara Positif
Di era digital, dukungan tidak lagi terbatas pada kehadiran fisik. Suporter bisa membuat konten positif, mengkampanyekan fair play, dan menyebarkan semangat sportivitas melalui media sosial. Cara-cara ini justru bisa memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
Harapan PERSIB untuk Laga Kontra PSBS Biak
Menjelang pertandingan melawan PSBS Biak, PERSIB berharap semua pihak dapat bekerja sama demi kelancaran acara.
Komitmen Mewujudkan Pertandingan Aman
PERSIB ingin laga ini menjadi contoh bagaimana pertandingan sepak bola dapat berjalan dengan aman, tertib, dan profesional. Kerja sama antara klub, suporter, aparat keamanan, dan operator liga menjadi kunci utama.
Membangun Citra Positif Sepak Bola Indonesia
Langkah-langkah seperti ini di harapkan mampu meningkatkan citra sepak bola nasional di mata publik, baik di dalam maupun luar negeri. Sepak bola Indonesia yang aman, tertib, dan berkualitas akan membuka peluang lebih besar untuk berkembang di masa depan.
Baca juga: Bayang-Bayang Kurzawa di Bandung, Posisi Alfeandra Dewangga Mulai Tak Aman di Persib
Kesimpulan
Larangan suporter PSBS Biak untuk hadir di Stadion GBLA saat menghadapi PERSIB bukanlah sekadar imbauan biasa. Kebijakan ini memiliki dasar hukum yang jelas, tujuan yang positif, serta dampak besar bagi keamanan dan kualitas pertandingan. Melalui pernyataan resmi manajemen, PERSIB menegaskan komitmennya untuk menciptakan atmosfer sepak bola yang aman, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas. Suporter di harapkan dapat memahami dan mematuhi aturan ini sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
Dengan kepatuhan terhadap regulasi, laga PERSIB kontra PSBS Biak di harapkan dapat berlangsung lancar, fokus pada permainan, dan menjadi bagian dari upaya kolektif membangun sepak bola Indonesia yang semakin dewasa dan berkelas.

