Maungpersib.com – Perjalanan Akademi Persib Putri di ajang Hydroplus Soccer League (HSL) 2025/2026 terasa seperti kisah panjang yang ditulis dengan tinta kemenangan. Pelan tapi pasti, tim muda asuhan Imam Nurjaman ini terus melangkah, meninggalkan jejak-jejak angka di papan klasemen. Pekan demi pekan dilewati tanpa banyak suara, tapi hasilnya berbicara lantang. Persib Putri kembali menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar peserta, melainkan penguasa.
Pada pertandingan terbaru, Persib Putri kembali menegaskan statusnya sebagai tim paling konsisten. Bertanding di Lapangan Pudsikpom, Cimahi, Sabtu (3/12/2026), mereka menaklukkan Setia Srikandi dengan skor telak 4-0. Empat gol tercipta seperti dentuman kecil yang berulang, memecah ketenangan sore Cimahi. Tak ada keraguan, tak ada drama berlebihan. Hanya permainan rapi, disiplin, dan penuh determinasi.
Hasil ini bukan sekadar kemenangan biasa. Tambahan tiga poin membuat Akademi Persib Putri semakin kukuh di puncak klasemen sementara HSL 2025/2026. Jarak dengan pesaing perlahan melebar, seperti bayangan yang semakin jauh ketika matahari turun ke barat.
Statistik yang Menggambarkan Ketangguhan
Hingga pekan ketujuh kompetisi, Akademi Persib Putri telah mengoleksi 19 poin dari tujuh pertandingan. Catatan ini diraih lewat enam kemenangan dan satu hasil imbang. Tidak ada noda kekalahan sejauh ini. Angka-angka tersebut mungkin terlihat dingin di atas kertas, tetapi di baliknya tersimpan kerja keras, keringat, dan disiplin yang tak pernah benar-benar terlihat oleh kamera.
Produktivitas gol terjaga, lini belakang relatif kokoh, dan mental bertanding para pemain tampak matang meski usia mereka masih belia. Persib Putri seolah menemukan irama yang pas, seperti orkestra yang tahu kapan harus meninggi dan kapan menahan tempo.
Kemenangan atas Setia Srikandi menjadi cermin kecil dari konsistensi tersebut. Sejak menit awal, Persib Putri tampil dominan. Bola lebih sering berada di kaki mereka, alur permainan mengalir tanpa tergesa-gesa, dan setiap peluang dimaksimalkan dengan kepala dingin.
Evaluasi di Tengah Kemenangan
Meski meraih kemenangan besar, Pelatih Akademi Persib Putri, Imam Nurjaman, tidak larut dalam euforia. Baginya, hasil memang penting, tetapi proses jauh lebih krusial. Ia mengaku puas dengan skor akhir, namun tetap mencatat sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
Menurut Imam, performa timnya masih menyisakan celah yang perlu diperhatikan. Ia menyinggung laga sebelumnya saat Persib Putri hanya mampu bermain imbang melawan Jalak Putri. Dari sana, evaluasi dilakukan, namun ia menyadari bahwa perbaikan adalah proses yang berkelanjutan, bukan satu kali sentuhan.
Bagi Imam, berada di puncak klasemen bukan alasan untuk berpuas diri. Justru di posisi itulah tekanan semakin besar. Setiap lawan datang dengan motivasi berlipat, ingin menjatuhkan sang pemimpin klasemen. Karena itu, fokus dan konsistensi menjadi kata kunci yang terus ia tanamkan kepada anak asuhnya.
Antusiasme Pemain yang Jadi Bahan Bakar
Salah satu faktor utama kesuksesan Akademi Persib Putri musim ini adalah antusiasme para pemain. Imam menilai semangat mereka dalam menjalani setiap sesi latihan menjadi pembeda dibandingkan tim lain. Lapangan latihan bukan sekadar tempat mengulang rutinitas, melainkan ruang belajar yang hidup. Para pemain datang dengan mata berbinar, seolah setiap latihan adalah pertandingan final. Mereka berlari, jatuh, bangkit, lalu berlari lagi.
Tidak ada keluhan berlebihan, hanya napas yang terengah dan tekad yang semakin mengeras. Intensitas latihan yang tinggi menjadi salah satu keunggulan Persib Putri. Program latihan dirancang lebih padat dan terarah, di sesuaikan dengan kebutuhan pertandingan. Hal ini membuat kemampuan teknis dan pemahaman taktik para pemain berkembang lebih cepat.
Latihan Bukan Sekadar Rutinitas
Dalam mengarungi Hydroplus Soccer League yang panjang, Imam menyadari bahwa pendekatan latihan harus berbeda. Setiap sesi latihan selalu di kaitkan langsung dengan kebutuhan pertandingan. Apa yang ingin di capai di laga berikutnya, itulah yang di asah di lapangan latihan.
Imam ingin memastikan bahwa setiap instruksi di pahami dan di serap oleh para pemain. Latihan menjadi simulasi kecil dari pertandingan sesungguhnya. Tekanan di buat mendekati kondisi nyata, sehingga para pemain terbiasa mengambil keputusan cepat dan tepat.
Pendekatan ini menuntut keseriusan penuh dari para pemain. Tidak ada ruang untuk setengah-setengah. Kompetisi yang panjang ibarat maraton, bukan sprint. Siapa yang lengah di tengah jalan, akan tertinggal.
Baca juga: Andrew Jung dan Teja Pulih! Persib Bandung Siap Tempur Lawan Bangkok United
Kemenangan Besar yang Tidak Membuat Lengah
Skor 4-0 atas Setia Srikandi memang terlihat meyakinkan. Namun bagi tim pelatih, kemenangan besar justru menjadi pengingat agar tidak terlena. Dalam sepak bola, garis antara percaya diri dan lengah sangatlah tipis. Imam terus mengingatkan bahwa setiap pertandingan memiliki cerita berbeda. Lawan berikutnya bisa saja tampil lebih agresif, lebih disiplin, dan lebih berani mengambil risiko.
Karena itu, fokus untuk terus berkembang menjadi prioritas utama. Para pemain Akademi Persib Putri pun di tuntut untuk menjaga mentalitas juara. Menang dengan skor besar tidak boleh membuat mereka menurunkan intensitas latihan. Justru di saat seperti inilah karakter tim di uji.
Mimpi Besar Menuju Liga Putri 2027
Di balik perjalanan Akademi Persib Putri di HSL 2025/2026, tersimpan tujuan jangka panjang yang jauh lebih besar. Imam menaruh harapan besar pada kompetisi ini sebagai fondasi menuju Liga Putri sesungguhnya yang di harapkan bergulir pada 2027 mendatang. HSL bukan hanya ajang mencari kemenangan, tetapi wadah pembinaan. Setiap kelompok umur di persiapkan secara bertahap agar siap bersaing di level yang lebih tinggi.
Imam percaya bahwa persiapan panjang akan melahirkan hasil yang sepadan. Ia membayangkan para pemain muda ini suatu hari nanti tampil di Liga Putri dengan mental matang dan kualitas mumpuni. Nama-nama yang saat ini berlari di lapangan latihan bisa saja menjadi tulang punggung tim di masa depan.
Ini menegaskan bahwa proses pembinaan juga menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan karakter kuat sejak dini, agar para pemain siap menghadapi tekanan kompetisi profesional yang sesungguhnya.
Fokus pada Pengembangan Jangka Panjang
Alih-alih mengejar hasil instan, Akademi Persib Putri memilih jalur yang lebih panjang dan mungkin terasa melelahkan bagi sebagian orang. Fokus utama tetap pada pengembangan individu pemain, tanpa sedikit pun mengorbankan kekompakan tim yang sudah terbangun. Setiap pemain di poles sesuai potensi, karakter, dan kebutuhan posisinya, seperti merawat tanaman agar tumbuh seimbang.
Imam yakin, dengan proses yang konsisten dan terarah, target besar pada 2027 bukan sekadar angan kosong. Ia melihat benih-benih itu sudah tumbuh, perlahan tapi pasti, di setiap sesi latihan, uji coba, hingga pertandingan resmi. Dominasi Akademi Persib Putri di HSL 2025/2026 sejauh ini hanyalah bab awal dari cerita panjang yang masih terus di tulis.
Puncak klasemen bukan garis akhir, melainkan titik singgah sebelum perjalanan yang lebih berat di mulai. Selama semangat, disiplin, rasa lapar akan kemenangan, dan budaya evaluasi terus di jaga, Persib Putri akan tetap melangkah dengan kepala tegak, membawa mimpi besar yang suatu hari ingin mereka wujudkan menjadi kenyataan.

