Maungpersib.com – Timnas Persib Bandung kembali mencetak sejarah dalam dunia sepak bola Indonesia. Klub berjuluk Maung Bandung ini berhasil meraih gelar juara Liga 1 musim 2024/2025, sekaligus menorehkan back to back champion setelah sebelumnya juara di musim 2023/2024.
Namun, kemenangan Timnas Persib ini justru mendapat tanggapan yang tak terduga dari rival klasiknya, suporter Persija Jakarta, terutama dari Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno. Menurutnya, apa yang di raih Persib saat ini belumlah luar biasa, kecuali jika mereka berhasil mencetak hatrick juara secara berturut-turut.
Persib Bandung Kembali Jadi Juara Liga 1
Timnas Persib tampil konsisten sepanjang musim 2024/2025. Dengan racikan taktik dari pelatih Bojan Hodak, Maung Bandung mampu mendominasi klasemen hingga akhirnya memastikan diri keluar sebagai kampiun Liga 1.
Kemenangan ini mempertegas posisi Persib sebagai salah satu klub papan atas Indonesia. Tak hanya dari sisi prestasi, tetapi juga dari segi dukungan suporter dan profesionalisme manajemen.
Tanggapan Ketua The Jakmania, “Itu Masih Standar”
Kendati begitu, euforia juara yang di rasakan publik Bandung justru di tanggapi dingin oleh Diky Soemarno. Dalam pernyataan resminya, Diky menyebutkan bahwa back to back champion bukan hal yang luar biasa karena Bali United pernah melakukannya.
“Yang pertama back to back bagi saya mungkin bukan hal yang luar biasa karena sudah pernah di lakukan oleh Bali United,” ucap Diky kepada awak media, termasuk BolaSport.com.
Diky menyebutkan bahwa baru akan memuji Persib apabila mereka mampu meraih gelar Liga 1 tiga kali berturut-turut. Itu akan menjadi sejarah baru di Liga Indonesia, yang sejauh ini belum pernah di capai oleh klub manapun.
Bali United Pernah Melakukannya
Sebagai informasi, Bali United berhasil menjuarai Liga 1 pada musim 2019 dan 2021/2022. Musim 2020 di tiadakan karena pandemi COVID-19. Dengan kata lain, secara teknis, Bali United adalah klub pertama yang mencetak back to back champion di Liga 1 era modern.
Persib pun mengikuti jejak serupa, meskipun dengan catatan musim berlangsung normal tanpa jeda akibat pandemi.
“Jadi itu standar,” lanjut Diky.
Pernyataan ini jelas memicu pro dan kontra, khususnya di kalangan suporter kedua tim yang memang memiliki rivalitas sengit sejak lama.
Hatrick Juara, Tantangan untuk Persib
Diky menantang bahwa Persib baru layak di sebut luar biasa bila mampu mencetak hatrick juara. Tiga kali juara secara beruntun akan menjadikan Persib sebagai klub pertama di Indonesia yang melakukannya di era Liga 1.
“Kalau mungkin nanti hatrick ya itu baru pertama kali di Indonesia,” tegas Diky.
Tantangan ini tentu menjadi motivasi tambahan bagi Persib untuk mempertahankan performanya di musim-musim mendatang.
Baca juga: Zandbergen Merapat ke Persib? Ini Rumornya!
Perbandingan Persib dan Persija, Mana yang Lebih Unggul?
Dalam kesempatan yang sama, Diky juga membandingkan kinerja antara manajemen Persib dan Persija. Secara jujur, ia mengakui bahwa dari segi prestasi, Persib saat ini lebih unggul di bandingkan Persija.
Namun, ia menyebutkan bahwa jumlah penonton di stadion masih menjadi keunggulan bagi Persija, meski musim ini klub ibu kota tersebut mengalami penurunan performa.
“Untuk jumlah penonton, Persib masih kalah jauh dari Persija,” jelas Diky.
Menurutnya, hal ini bisa terjadi karena adanya aksi boikot dari sebagian suporter Persib di awal musim. Konflik internal dengan manajemen di sebut sebagai penyebab utama minimnya penonton di awal kompetisi.
Suporter Persib Kembali ke Tribun
Namun seiring berjalannya waktu, performa Persib yang konsisten berhasil menarik kembali antusiasme suporter. Stadion kembali di penuhi oleh bobotoh dalam laga-laga kandang, terutama saat tim mendekati tangga juara.
“Saya cukup kagum dan salut kepada teman-teman di Bandung. Mereka akhirnya kembali ke tribun untuk meramaikan stadion,” ujar Diky.
Hal ini menjadi bukti bahwa prestasi tetap menjadi magnet utama bagi suporter untuk hadir langsung mendukung tim kesayangannya.
Baca juga: Jelang Musim Baru, Bojan Hodak Buka Suara Soal Transfer Jordi, Asnawi, dan Saddil: “Saya Mau, Tapi…
Masalah Internal Persija Jakarta
Berbeda dari Persib, Persija Jakarta justru mengalami masa sulit. Musim ini, mereka gagal bersaing di papan atas. Diky menilai bahwa manajemen Persija seharusnya memiliki kebijakan yang lebih realistis dalam mengelola tim.
“Manajemen harus bekerja sesuai kemampuan. Baru kemudian bicara target setiap musim,” katanya.
Menurut Diky, ada kesan bahwa manajemen memaksakan pencapaian prestasi, padahal kondisi internal belum cukup solid, termasuk dari sisi finansial dan infrastruktur.
Persija Masih Jadi Tim Musafir
Salah satu kendala besar yang di hadapi Persija adalah status mereka sebagai tim musafir. Hingga kini, klub ibu kota belum memiliki homebase tetap untuk menggelar pertandingan kandang.
“Jadi memang Persija harus memastikan dulu bahwa kandangnya di mana,” kata Diky.
Kondisi ini sangat memengaruhi kinerja tim, baik dari sisi teknis maupun finansial. Tanpa stadion tetap, program tim pun menjadi sulit di jalankan secara konsisten.
Baca juga: Bojan Hodak Ungkap Pilihan Mengejutkan Jika Tak Jadi Pelatih Persib: Tentara atau Gangster?
Harapan untuk Stakeholder di Jakarta
Diky Soemarno juga mengajak semua pihak terkait di Jakarta, mulai dari pemerintah hingga pihak swasta, untuk bersinergi membantu Persija.
“Ini butuh bantuan dari semua pihak stakeholder di Jakarta agar Persija bisa berprestasi dan semua rencana programnya itu terlaksana,” tutupnya.
Hal ini menjadi sinyal bahwa Persija membutuhkan dukungan lebih luas agar bisa bangkit dan bersaing di level tertinggi, seperti halnya rival mereka, Persib Bandung.
Potensi Rivalitas Persib dan Persija di Musim Mendatang
Dengan raihan gelar juara back to back oleh Timnas Persib dan komentar dari Ketua Umum The Jakmania, rivalitas antara Persib Bandung dan Persija Jakarta di prediksi akan semakin memanas di musim mendatang.
Meskipun Persija belum menunjukkan performa maksimal di Liga 1 2024/2025, semangat suporter dan perbaikan manajemen bisa menjadi modal penting untuk bangkit. Di sisi lain, Persib perlu menjaga konsistensinya untuk menjaga peluang meraih hat-trick gelar, yang belum pernah di capai klub manapun di era Liga 1.
Pertemuan kedua tim nanti tentu akan menjadi salah satu laga paling di nanti dan sarat gengsi, tidak hanya dari sisi teknis tetapi juga dari atmosfer rivalitas suporternya.
Kesimpulan
Kemenangan Timnas Persib Bandung di Liga 1 2024/2025 membuktikan bahwa mereka adalah kekuatan besar di sepak bola Indonesia saat ini. Namun komentar dari Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, memberikan warna tersendiri dalam narasi keberhasilan tersebut.
Bagi Diky, juara dua kali belum cukup spektakuler, apalagi bila di bandingkan dengan apa yang pernah diraih Bali United. Namun tantangan untuk mencetak hatrick juara Liga 1 jelas menjadi target ambisius yang bisa mengukuhkan dominasi Persib.
Di sisi lain, komentar tersebut juga menjadi refleksi kondisi internal Persija Jakarta yang sedang tidak baik-baik saja. Dari masalah stadion, manajemen, hingga performa tim, semuanya perlu pembenahan menyeluruh agar bisa kembali bersaing dengan rival abadi mereka.
Pertanyaannya sekarang: Akankah Persib mampu menjawab tantangan dan menciptakan sejarah sebagai klub pertama dengan hatrick juara Liga 1? Mari kita tunggu musim depan.

