maungpersib.com – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menerapkan metode yang berbeda dari biasanya dalam membangun kekompakan skuadnya. Selama pemusatan latihan (TC) di Thailand, Hodak tidak menerapkan aturan kaku bagi pemain, melainkan memberi ruang kebebasan dengan tanggung jawab. Ini bukan sembarang kelonggaran, melainkan cara unik pelatih Persib dalam membentuk chemistry yang kuat jelang musim kompetisi Super League 2025-2026.
Dan Persib Bandung saat ini sedang menjalani TC selama 10 hari di Thailand, terhitung sejak Kamis, 17 Juli 2025. TC ini menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi liga musim baru. Selain fokus pada latihan intensif, Bojan Hodak juga menjadwalkan tiga laga uji coba selama di sana. Dua di antaranya melawan klub top Thailand, yakni Ratchaburi FC dan Police Tero, sementara satu pertandingan lainnya menghadapi klub dari kasta kedua Liga Thailand.
Kenapa Thailand Jadi Lokasi TC? Ini Alasannya
Thailand dipilih sebagai lokasi pemusatan latihan (TC) Persib Bandung karena punya fasilitas olahraga yang lengkap dan modern. Dari lapangan standar internasional, pusat kebugaran, hingga area pemulihan fisik, semuanya mendukung program latihan intensif yang dirancang Bojan Hodak. Ditambah lagi, cuaca Thailand yang tropis mirip dengan Indonesia membuat adaptasi fisik pemain jadi lebih mudah dan minim risiko cedera.
Selain faktor teknis, suasana baru di Thailand juga membantu meningkatkan fokus pemain. Jauh dari rutinitas di Bandung, para pemain bisa lebih berkonsentrasi dalam membentuk strategi tanpa gangguan eksternal. Hodak juga menjadwalkan laga uji coba melawan tim kuat seperti Ratchaburi FC dan Police Tero, yang bisa jadi ajang evaluasi dan penguatan taktik.
Yang tak kalah penting, Thailand memberi ruang untuk membangun chemistry antar pemain. Dengan suasana santai di luar latihan, seperti ngopi bareng atau makan bersama, para pemain, terutama yang baru bergabung bisa cepat akrab dan saling memahami. Inilah alasan strategis kenapa Thailand jadi lokasi TC, bukan sekadar tempat latihan biasa. Selain itu, pemilihan Thailand sebagai lokasi TC juga mempertimbangkan kesempatan untuk membentuk kedekatan emosional di antara pemain.
Dengan 12 wajah baru dalam skuad, termasuk sembilan pemain asing, Bojan Hodak memanfaatkan suasana di luar negeri untuk mendorong interaksi lebih intens, baik saat berbagi kamar, makan bersama, maupun sekadar hangout ringan. Semua ini menjadi bagian dari strategi besar kenapa Thailand jadi lokasi TC, yakni menciptakan tim yang solid, kompak, dan siap menghadapi tantangan Super League 2025-2026.
Pemain Diizinkan Hangout, Asal Tahu Waktu
Selama di Thailand, para pemain Persib mendapatkan izin untuk keluar atau hangout di waktu senggang. Namun, ada catatan penting yang harus mereka patuhi, jangan sampai lelah dan tetap fokus pada latihan.
“Mereka boleh jalan-jalan, tapi syaratnya mereka tidak boleh terlalu lama. Yang penting mereka tidak sampai kelelahan untuk latihan,” ujar Hodak dalam keterangannya dari Thailand, Senin (21/7/2025).
Menurut Hodak, setelah sesi makan siang, tidak ada jadwal mendesak. Artinya, pemain bisa memanfaatkan pagi atau sore hari untuk sekadar minum kopi atau jalan santai. Tetapi, latihan dan terapi fisik tetap menjadi prioritas utama.
“Kalau latihan pagi, sore mereka bisa minum kopi. Tapi tetap, mereka butuh terapi, mereka butuh latihan, itu yang paling penting,” tegas pelatih asal Kroasia itu.
Baca juga: Kedatangan Patricio Matricardi Bek Asing Anyar Persib Bandung untuk Musim 2025/2026
Tujuan Utama Bukan Liburan
Meskipun para pemain diberi kebebasan, Hodak menegaskan bahwa tujuan utama tim ke Thailand bukan untuk bersantai. Justru kebebasan ini adalah strategi yang sengaja dirancang untuk mempercepat proses adaptasi dan kekompakan antar pemain.
“Kamu bisa menikmati waktu di sini, tapi yang utama tetap pekerjaan. Kita ke sini bukan liburan, tapi untuk bekerja keras dan membentuk tim solid,” tegas Hodak.
Hadirnya 12 Pemain Baru Jadi Tantangan Tersendiri
Musim ini, Persib Bandung mengalami perubahan besar dalam skuadnya. Tercatat ada 12 pemain baru yang bergabung, termasuk sembilan pemain asing. Situasi ini menuntut pendekatan khusus agar adaptasi berjalan cepat dan efektif.
“Dengan 12 pemain baru, penting bagi kita untuk membentuk ikatan antar pemain. Mereka harus mengenal satu sama lain, bukan hanya di lapangan tapi juga di luar lapangan,” ujar Hodak.
Dalam proses ini, kebersamaan jadi kunci utama. Menurut Hodak, banyak pemain yang baru pertama kali berbagi kamar, makan bersama, hingga sekadar duduk bareng untuk minum kopi. Aktivitas-aktivitas kecil ini ternyata berdampak besar dalam membangun koneksi emosional dan kerja sama yang solid di lapangan.
Persib Bandung Siapkan Uji Coba Serius di Thailand
Sebagai bagian dari persiapan serius menyambut Super League 2025-2026, Persib tidak hanya berlatih fisik dan taktik. Mereka juga menguji kekuatan tim lewat tiga laga persahabatan di Thailand.
Dua dari tiga lawan tersebut adalah klub papan atas Liga Thailand, yakni Ratchaburi FC dan Police Tero. Sementara satu lawan lainnya berasal dari kasta kedua. Laga-laga ini menjadi ajang pengujian taktik serta kolaborasi antar pemain, terutama mereka yang baru bergabung.
Bagi Hodak, pertandingan ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi soal bagaimana para pemain bisa menerapkan semua hasil latihan dan menguji chemistry yang telah dibangun selama TC.
Baca juga: Emil Audero dan Maarten Paes Mengunci Pos Kiper Timnas Indonesia, Tantangan Serius Bagi Kiper Lokal
Dedi Kusnandar: “TC Ini Sangat Berarti Buat Kami”
Gelandang senior Persib, Dedi Kusnandar, menyambut baik metode unik yang diterapkan pelatih. Ia mengaku bahwa TC di Thailand ini bukan hanya tempat berlatih, tapi juga momen penting untuk membentuk keluarga baru di dalam tim.
“TC ini bukan cuma soal latihan fisik. Ini tentang membangun kekeluargaan, saling percaya dan kompak. Dengan banyaknya pemain baru, ini penting banget,” kata Dedi.
Dedi juga menambahkan bahwa suasana di Thailand sangat mendukung. Cuaca, makanan, dan fasilitas membuat pemain bisa beradaptasi dengan cepat, termasuk para pemain asing yang baru pertama kali merasakan atmosfer latihan ala Persib.
Pentingnya Chemistry dalam Sepak Bola Modern
Dalam sepak bola modern, kekompakan tim tak kalah penting dari skill individu. Chemistry yang kuat mampu membuat permainan lebih terorganisir dan efektif. Tidak heran jika Hodak memilih pendekatan unik ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Kamu bisa saja punya pemain top, tapi tanpa kerja sama tim yang solid, hasilnya takkan maksimal. Di sinilah peran TC seperti di Thailand menjadi sangat vital, bukan hanya membentuk fisik, tapi juga mental dan emosional tim.
Baca juga: Persib Lepas Hingga 10 Pemain, Ryan Kurnia Juga Pamit
Cara Unik Pelatih Persib Bangun Chemistry Jadi Kunci Sukses
Cara unik pelatih Persib bangun chemistry di Thailand menjadi sorotan penting dalam persiapan menyambut Super League 2025-2026. Dengan tidak memberlakukan aturan ketat dan memberi kebebasan bertanggung jawab, Hodak berhasil menciptakan suasana harmonis yang dibutuhkan tim dalam membangun kekompakan.
Dengan 12 pemain baru, termasuk sembilan pemain asing, metode ini menjadi jawaban atas tantangan besar yang dihadapi Persib. Hangout santai, kopi sore, dan berbagi kamar bukan sekadar aktivitas biasa, melainkan bagian dari strategi mendalam yang bisa menjadi kunci sukses Persib musim ini. Kini, semua mata tertuju pada hasil dari pendekatan unik ini. Apakah Persib akan tampil lebih solid dan kompak musim ini? Kita tunggu saja hasilnya di Super League mendatang.

