Maungpersib.com – Kemenangan manis akhirnya diraih PERSIB U18 saat menghadapi Persebaya Surabaya pada laga ke-26 Grup B Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/26. Bermain di SPOrT Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Minggu, 15 Februari 2026, Maung Ngora tampil garang dan sukses membalas kekalahan sebelumnya dengan skor meyakinkan 5-2.
Hasil ini bukan sekadar tiga poin. Lebih dari itu, laga ini menjadi momentum kebangkitan mental dan kepercayaan diri skuad muda Pangeran Biru setelah sempat terpukul di pertandingan sebelumnya. Atmosfer pertandingan terasa berbeda. Sejak menit awal, terlihat jelas bahwa PERSIB U18 datang dengan tekad kuat untuk menuntaskan misi balas dendam secara elegan.
Dominasi Sejak Awal Laga
Sejak peluit pertama dibunyikan, PERSIB U18 langsung mengambil inisiatif serangan. Tim tampil agresif dengan ciri khas permainan bola-bola pendek cepat yang menjadi identitas mereka sepanjang musim. Gol pembuka hadir di menit ke-10 lewat sepakan Eriko Sulastiano. Gol ini langsung mengangkat moral tim. Permainan makin cair. Kombinasi lini tengah dan depan berjalan rapi, membuat pertahanan Persebaya Surabaya kerepotan.
Tekanan terus berlanjut hingga akhirnya Kaindra Nabil Purnama Ali menggandakan keunggulan pada menit ke-27. Belum puas sampai di situ, Kaindra kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-40. Skor berubah menjadi 3-0 dan stadion bergemuruh. Namun, Persebaya tidak tinggal diam. Menjelang turun minum, Azzarel Nugraha Putra memperkecil ketertinggalan pada menit ke-43. Skor 3-1 bertahan hingga babak pertama usai.
Babak Kedua yang Sarat Emosi dan Determinasi
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Persebaya mendapat hadiah penalti di menit ke-50 yang dieksekusi dengan baik oleh M. Reyhan Aditya. Skor menjadi 3-2 dan sempat membuat tensi pertandingan meningkat.
Situasi ini bisa saja menjadi titik balik bagi tim tamu. Tapi PERSIB U18 menunjukkan mental juara. Alih-alih panik, mereka justru semakin disiplin dalam mengatur tempo permainan. Eriko Sulastiano kembali mencetak gol keduanya pada menit ke-56. Gol ini menjadi penegas bahwa PERSIB U18 masih memegang kendali penuh pertandingan. Serangan demi serangan terus dibangun dengan sabar.Puncaknya, Fajryan Muhamad memastikan kemenangan lewat gol di menit ke-80. Skor akhir 5-2 menjadi bukti nyata dominasi Maung Ngora pada laga ini.
Evaluasi Berbuah Manis
Pelatih PERSIB U18, Tito Agung Setiawan, tidak bisa menyembunyikan rasa puasnya. Menurutnya, kemenangan ini adalah hasil dari proses evaluasi yang dilakukan setelah kekalahan 1-2 di gim ke-25 sebelumnya. Tito menegaskan bahwa anak asuhnya kembali bermain sesuai karakter. Mereka mengalirkan bola dengan cepat, memanfaatkan ruang, dan berani menusuk langsung ke pertahanan lawan. Permainan kolektif kembali terlihat solid.
Evaluasi teknis dan mental yang dilakukan tim pelatih rupanya berdampak besar. Para pemain tampil lebih percaya diri, lebih berani mengambil keputusan, dan lebih disiplin menjaga struktur permainan. Hal ini terlihat jelas dari bagaimana mereka merespons tekanan setelah kebobolan gol kedua. Tidak ada kepanikan. Justru ada ketenangan yang matang, sesuatu yang jarang terlihat di level usia muda.
Baca juga: BRI Super League Memanas, Marc Klok Sambut Pemain Baru dengan Harapan Besar
Dampak Besar bagi Mental Tim
Kemenangan 5-2 ini bukan hanya soal skor besar. Lebih dari itu, hasil ini mengubah suasana ruang ganti secara drastis. Jika sebelumnya atmosfer terasa berat, kini penuh semangat dan optimisme. Tito menyebut bahwa kemenangan ini menjadi awal gairah baru bagi tim. Kepercayaan diri yang sempat goyah kini kembali pulih. Para pemain terlihat lebih yakin menghadapi sisa pertandingan hingga kompetisi berakhir pada April mendatang. Mentalitas seperti ini sangat penting dalam kompetisi panjang seperti Elite Pro Academy Super League. Konsistensi tidak hanya dibangun dari teknik dan taktik, tetapi juga dari keyakinan diri dan kebersamaan tim.
Salah satu kunci kemenangan PERSIB U18 adalah efektivitas lini serang. Eriko Sulastiano tampil tajam dengan dua golnya. Kaindra Nabil Purnama Ali juga menunjukkan kualitas sebagai penyerang muda potensial dengan dua gol penting di babak pertama. Pergerakan tanpa bola mereka sangat efektif. Kombinasi antar pemain berjalan mulus. Hal ini membuat pertahanan Persebaya sulit membaca arah serangan. Selain itu, dukungan dari lini tengah juga patut diapresiasi. Distribusi bola cepat dan akuratmenjadi fondasi utama terciptanya lima gol di pertandingan ini.
Strategi Permainan yang Kembali ke Identitas
Sepanjang musim, PERSIB U18 dikenal dengan gaya bermain menyerang berbasis penguasaan bola. Ketika mereka menyimpang dari karakter itu, hasil kurang maksimal pun muncul. Di laga ini, Tito mengembalikan pendekatan dasar tim. Bola mengalir dari kaki ke kaki dengan cepat. Transisi bertahan ke menyerang berjalan efisien. Pemain berani mengambil inisiatif. Pendekatan ini terbukti efektif. Lawan dipaksa terus bergerak dan akhirnya membuat kesalahan sendiri. Kemenangan pun terasa pantas diraih.
Posisi di Klasemen dan Peluang ke Depan
Tambahan tiga poin membuat posisi PERSIB U18 semakin kompetitif di Grup B Elite Pro Academy Super League 2025/26. Persaingan menuju fase berikutnya masih ketat. Setiap pertandingan menjadi sangat krusial.Jika konsistensi bisa dijaga, peluang untuk menutup musim dengan hasil membanggakan terbuka lebar. Namun perjalanan belum selesai. Tantangan masih menanti di beberapa laga terakhir. Tim pelatih kini fokus menjaga stabilitas performa. Rotasi pemain, kebugaran, dan mental akan menjadi perhatian utama hingga akhir musim.
Bermain di SPOrT Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, tentu memberi keuntungan tersendiri. Dukungan suporter menjadi energi tambahan bagi para pemain muda. Atmosfer stadion terasa hidup sejak awal pertandingan. Setiap gol disambut sorak sorai. Dukungan ini jelas memberikan dorongan psikologis besar. Bagi pemain muda, pengalaman bermain di depan pendukung sendiri sangat berharga. Ini menjadi bekal penting untuk jenjang karier mereka ke level yang lebih tinggi.
Konsistensi Jadi Kunci PERSIB U18 Menatap Sisa Musim
Setelah kemenangan meyakinkan atas Persebaya, tantangan berikutnya bagi PERSIB U18 bukan lagi soal membuktikan kualitas, tetapi menjaga konsistensi. Dalam kompetisi seperti Elite Pro Academy Super League 2025/26, performa bagus di satu pertandingan saja tidak cukup. Tim harus mampu tampil stabil dari pekan ke pekan. Konsistensi ini mencakup banyak aspek. Pertama, disiplin taktik. Pola permainan bola pendek cepat yang sudah kembali terlihat harus terus dipertahankan.
Jangan sampai kembali kehilangan identitas ketika menghadapi tekanan dari lawan yang berbeda karakter. Setiap tim punya gaya bermain unik, sehingga adaptasi tanpa meninggalkan ciri khas menjadi hal penting. Kedua, fokus dan mental bertanding. Para pemain muda sering kali mengalami naik turun emosi. Di sinilah peran pelatih dan tim pendukung menjadi vital. Mereka harus memastikan suasana ruang ganti tetap positif, baik saat menang maupun ketika menghadapi hasil kurang maksimal.
Ketiga, kebugaran fisik. Jadwal padat menjelang akhir musim menuntut kondisi prima. Rotasi pemain bisa menjadi solusi agar intensitas permainan tetap terjaga tanpa mengorbankan stamina. Dengan kedalaman skuad yang merata, PERSIB U18 memiliki peluang untuk menjaga performa hingga April mendatang.
Kemenangan 5-2 atas Persebaya Surabaya menjadi bukti bahwa PERSIB U18 mampu bangkit dari tekanan. Evaluasi berjalan efektif, strategi kembali ke jalur yang tepat, dan mental pemain menunjukkan perkembangan positif. Hasil ini menjadi titik balik penting dalam perjalanan PERSIB U18 di Elite Pro Academy Super League 2025/26. Jika performa seperti ini terus dijaga, bukan tidak mungkin Maung Ngora akan menutup musim dengan prestasi membanggakan.
Kini, yang terpenting adalah menjaga konsistensi. Kompetisi belum selesai. Namun dengan semangat baru dan kepercayaan diri yang kembali tumbuh, PERSIB U18 tampak siap menghadapi tantangan berikutnya.

