maungpersib.com – Pertandingan antara Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda pada laga tunda pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 berlangsung panas, dramatis, sekaligus menyisakan rasa penasaran. Duel yang digelar di Stadion Segiri, Minggu malam (15/3/2026), berakhir imbang 1-1. Hasil tersebut memang tidak mengubah posisi Persib di puncak klasemen, tetapi pelatih Bojan Hodak merasa timnya seharusnya bisa membawa pulang tiga poin.
Menurutnya, Persib tampil cukup dominan, terutama pada babak pertama, dan memiliki peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol tambahan. Artikel ini akan membahas jalannya pertandingan, momen penting yang menentukan hasil akhir, komentar Bojan Hodak, hingga dampak hasil imbang ini terhadap persaingan di papan atas klasemen.
Persib Unggul Lebih Dulu Lewat Gol Adam Alis
Laga dimulai dengan tempo tinggi sejak menit pertama. Kedua tim langsung saling menekan, tetapi Persib terlihat lebih siap dalam membangun serangan. Tekanan yang terus menerus akhirnya berbuah hasil pada menit ke-14.
Gol pembuka dicetak oleh Adam Alis setelah terjadi kemelut di depan gawang yang dijaga Nadeo Argawinata. Bola liar yang gagal disapu dengan sempurna oleh lini belakang Borneo langsung disambar Adam Alis dengan sepakan keras.
Tendangan tersebut meluncur deras, melewati kerumunan pemain, dan tak mampu dijangkau Nadeo. Stadion yang sempat riuh mendadak hening sejenak, sebelum kembali bergemuruh oleh sorakan suporter tuan rumah yang mencoba membakar semangat timnya. Gol itu menjadi bukti bahwa Persib datang dengan misi jelas, mencuri kemenangan di kandang lawan.
Borneo FC Bangkit di Babak Kedua Lewat Penalti
Setelah tertinggal, Borneo FC mencoba meningkatkan intensitas serangan. Namun sepanjang babak pertama, pertahanan Persib tampil disiplin dan sulit ditembus. Memasuki babak kedua, permainan berubah. Borneo FC tampil lebih berani dan mulai menekan lewat bola-bola mati dan umpan panjang ke kotak penalti.
Momen penting terjadi ketika wasit menghentikan pertandingan untuk meninjau VAR. Dalam tayangan ulang terlihat bola mengenai tangan Uilliam Baros di area terlarang. Setelah pemeriksaan, wasit menunjuk titik putih. Eksekusi penalti dilakukan oleh Mariano Peralta.
Dengan langkah tenang, ia mengirim bola ke sudut gawang yang tak mampu dijangkau Teja Paku Alam. Skor berubah menjadi 1-1, dan pertandingan kembali terbuka. Gol tersebut membuat atmosfer stadion semakin panas. Kedua tim sama-sama percaya diri bisa mencetak gol kemenangan.
Baca juga: Thom Haye Absen Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, John Herdman Dipaksa Putar Otak Cari Solusi
Peluang Emas Beckham Putra yang Terbuang
Menjelang akhir pertandingan, Persib sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk memastikan kemenangan. Serangan balik cepat membuat Beckham Putra Nugraha berhasil melewati penjaga gawang dan tinggal berhadapan dengan gawang kosong. Situasi ini membuat bangku cadangan Persib sudah berdiri, siap merayakan gol.
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Sepakan Beckham melebar tipis di sisi gawang. Momen itu terasa seperti detik yang berjalan lambat. Bola meluncur pelan ke luar lapangan, dan peluang emas pun menguap begitu saja. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang di bunyikan.
Bojan Hodak, Persib Seharusnya Bisa Menang
Usai pertandingan, pelatih Persib, Bojan Hodak, mengaku cukup puas dengan permainan timnya, tetapi tetap merasa hasil imbang bukanlah hasil yang ideal. Menurutnya, Persib memiliki cukup peluang untuk menang.
“Saya rasa kami seharusnya menang. Mungkin akan ada kontroversi lagi mengenai pelanggaran terhadap Patricio Matricardi, apakah itu pelanggaran atau tidak,” ujar Bojan. Ia juga mengaku belum melihat ulang tayangan insiden tersebut, sehingga belum bisa memberikan komentar lebih jauh.
“Kami harus mengeceknya karena saya belum melihat videonya. Jika kami merasa tidak puas, kami akan mengirimkannya ke komite yang berwenang.” Pernyataan itu menunjukkan bahwa laga ini masih menyisakan tanda tanya, terutama soal keputusan wasit yang berujung penalti.
Persib Dominan di Babak Pertama, Borneo Lebih Agresif di Babak Kedua
Bojan menilai pertandingan berjalan dalam dua cerita yang berbeda. Pada babak pertama, Persib lebih menguasai permainan dan mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya. Sementara Borneo FC terlihat kesulitan menembus pertahanan Maung Bandung.
Namun situasi berubah setelah jeda. Pada babak kedua, Borneo FC mulai menemukan ritme permainan. Mereka lebih sering menekan, terutama melalui situasi bola mati.
“Babak pertama kami lebih baik, mereka hampir tidak punya peluang. Tapi di babak kedua mereka lebih banyak menyerang lewat tendangan bebas,” kata Bojan. Meski begitu, ia tetap menegaskan bahwa hasil imbang masih cukup baik karena Persib tidak kehilangan posisi di klasemen. “Yang terpenting kami tidak kalah dan masih memimpin empat poin. Liga ini masih sangat menarik.”
Strategi Pertahanan Kolektif untuk Redam Peralta dan Villa
Dalam pertandingan ini, Borneo FC memiliki dua pemain yang sangat berbahaya, yaitu Mariano Peralta dan Juan Villa. Menurut Bojan, menjaga mereka secara satu lawan satu bukan pilihan yang tepat. Karena itu Persib menggunakan sistem pertahanan kolektif.
“Secara individu mereka pemain yang sangat bagus. Jadi menjaga mereka secara man to man tidak efektif. Kami mencoba meredam mereka secara tim.” Strategi tersebut cukup berhasil, terutama pada babak pertama ketika Borneo FC kesulitan menciptakan peluang. Namun pada babak kedua, tekanan meningkat dan Persib harus bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan.
Lini Serang Persib Dinilai Kurang Tajam
Selain soal penalti dan peluang yang terbuang, Bojan juga menyoroti efektivitas lini depan Persib. Menurutnya, timnya memiliki beberapa kesempatan bagus, tetapi tidak di maksimalkan dengan baik. Terutama saat melakukan serangan balik, penyelesaian akhir masih kurang tenang.
“Pada babak pertama dan kedua, kami seharusnya bisa mencetak gol dari peluang yang ada.” Komentar ini menunjukkan bahwa masalah Persib bukan pada permainan, tetapi pada finishing yang belum maksimal.
Borneo FC Dipuji Tampil Konsisten Sepanjang Musim
Meski merasa timnya layak menang, Bojan tetap memberikan pujian kepada Borneo FC. Ia menilai tim asal Samarinda itu merupakan salah satu tim paling konsisten musim ini. “Mereka tim yang konsisten dari awal hingga sekarang dan jarang melakukan kesalahan yang tidak perlu.” Pujian tersebut bukan tanpa alasan. Hingga pekan ke-21, Borneo FC terus menempel ketat Persib di papan atas klasemen.
Baca juga: Wasit Laga Persib Lawan Persik Mengecewakan, Bojan Hodak Siap Kirim Surat Protes
Dampak Hasil Imbang Terhadap Klasemen BRI Super League
Hasil 1-1 membuat Persib masih bertahan di puncak klasemen dengan 58 poin. Sementara Borneo FC berada di posisi kedua dengan 54 poin. Di bawah mereka, Persija Jakarta menempati posisi ketiga dengan 52 poin setelah bermain imbang melawan Dewa United. Selisih poin yang tipis membuat persaingan menuju gelar juara semakin panas. Setiap pertandingan kini terasa seperti final. Tidak ada lagi ruang untuk lengah.
Persaingan Gelar Diprediksi Semakin Ketat
Dengan selisih hanya empat poin di puncak klasemen, peluang juara masih terbuka lebar. Persib memang masih memimpin, tetapi Borneo FC dan Persija terus mengintai di belakang. Jika Persib kembali kehilangan poin, posisi mereka bisa terancam.
Sebaliknya, jika Maung Bandung mampu menjaga konsistensi, peluang juara akan semakin besar. Liga musim ini terasa seperti lomba maraton panjang. Bukan yang cepat di awal yang menang, tetapi yang paling kuat hingga garis akhir.
Hasil imbang 1-1 antara Persib dan Borneo FC menjadi salah satu pertandingan paling menarik musim ini. Persib tampil dominan di awal, Borneo bangkit di babak kedua, dan drama terjadi hingga menit terakhir. Bojan Hodak merasa timnya seharusnya menang, tetapi hasil imbang tetap menjaga Persib di puncak klasemen.
Dengan selisih poin yang tipis, persaingan di BRI Super League 2025/2026 di pastikan akan semakin panas di pekan-pekan berikutnya. Dan seperti yang terlihat di Stadion Segiri malam itu, satu peluang saja bisa mengubah segalanya.

