Pemain Persib Bandung Bocorin “Wejangan” Bojan Hodak, 10 Laga Sisa Harus Dianggap Final! - MaungPersib

Pemain Persib Bandung Bocorin “Wejangan” Bojan Hodak, 10 Laga Sisa Harus Dianggap Final!

maungpersib.com – Perburuan gelar Super League 2025–2026 makin panas. Di tengah persaingan yang ketat, Persib Bandung masih nyaman di puncak klasemen. Tapi meski posisinya terlihat aman, suasana di dalam tim ternyata jauh dari kata santai. Para pemain justru mendapat pesan khusus dari sang pelatih, Bojan Hodak. Pesan itu simpel, tapi cukup “nendang” anggap semua sisa pertandingan seperti final.

Instruksi tersebut diungkap langsung oleh gelandang senior Persib, Dedi Kusnandar atau yang akrab disapa Dado. Menurutnya, tim pelatih ingin seluruh pemain tetap fokus sampai akhir musim. Kenapa pesannya sekeras itu? Karena perjalanan Persib menuju gelar juara memang belum selesai. Masih ada beberapa laga krusial yang bisa menentukan nasib Maung Bandung musim ini.

Persib Masih Kokoh di Puncak Klasemen

Sampai pekan ke-24 Super League Indonesia musim 2025–2026, Persib berhasil mengoleksi 57 poin. Catatan ini membuat Maung Bandung berdiri di posisi teratas klasemen sementara.Keunggulan Persib memang cukup meyakinkan, tetapi belum sepenuhnya aman. Pasalnya, ada beberapa tim yang terus membayangi dari belakang. Saat ini:

  • Borneo FC Samarinda berada di posisi kedua dengan selisih empat poin.
  • Persija Jakarta menempati peringkat ketiga dengan jarak enam poin dari Persib.

Secara matematis, selisih ini memang belum terlalu jauh. Artinya, satu atau dua hasil buruk saja bisa membuat persaingan kembali terbuka. Apalagi musim masih menyisakan 10 pertandingan lagi. Dalam sepak bola, jumlah laga sebanyak itu bisa mengubah segalanya. Satu tim bisa tiba-tiba melesat, sementara yang lain justru terpeleset. Karena itulah, Bojan Hodak tidak ingin para pemainnya merasa terlalu nyaman di puncak klasemen.

Laga Krusial Lawan Borneo FC Jadi Penentu

Yang bikin situasi makin menarik, Persib bakal langsung menghadapi rival terdekatnya dipertandingan berikutnya. Maung Bandung dijadwalkan bertandang ke markas Borneo FC dalam laga yang diprediksi bakal panas. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, pada 15 Maret 2026. Buat Persib, duel ini jelas bukan laga biasa. Kalau berhasil menang, Persib bisa memperlebar jarak menjadi tujuh poin dari Borneo FC.

Keunggulan sebesar itu tentu bakal sangat berarti dalam perburuan gelar juara. Sebaliknya, kalau sampai terpeleset, jarak poin bisa makin tipis dan tekanan akan meningkat di sisa musim. Itulah kenapa pertandingan ini sering disebut sebagai laga kunci bagi kedua tim. Suporter pun sudah menunggu duel ini sejak jauh-jauh hari.

Baca juga: Joey Pelupessy Menggila di Belgia, Lommel SK Meroket di Tengah Godaan Persib dan Persija

Pesan Bojan Hodak,  Anggap Semua Laga Seperti Final

Di tengah situasi tersebut, Bojan Hodak mencoba menjaga fokus anak asuhnya. Menurut Dedi Kusnandar, sang pelatih sudah memberikan pesan yang sangat jelas kepada seluruh pemain. Intinya cuma satu  jangan anggap enteng sisa pertandingan musim ini. Dado mengungkapkan bahwa Bojan meminta semua pemain memperlakukan 10 laga sisa seperti final.

Artinya, tidak ada lagi ruang untuk santai. Setiap pertandingan harus dimainkan dengan konsentrasi penuh, seolah-olah itu adalah pertandingan penentu gelar. Menurut Dado, pesan tersebut terus diingatkan oleh sang pelatih dalam beberapa kesempatan. Ia mengatakan bahwa seluruh pemain sudah memahami betul apa yang diinginkan oleh pelatih asal Kroasia tersebut.

“Coach Bojan bilang ke semua pemain, 10 pertandingan sisa ini seperti final. Siapa pun harus siap menghadapi laga itu,” ujar Dado. Pesan ini sebenarnya cukup masuk akal. Dalam kompetisi panjang seperti liga, konsistensi adalah kunci. Banyak tim yang terlihat kuat di awal musim, tapi justru kehilangan momentum di akhir kompetisi. Bojan tidak ingin hal itu terjadi pada Persib.

Laga Terakhir Sebelum Libur Lebaran

Pertandingan melawan Borneo FC ternyata punya makna lain bagi Persib.Laga tersebut akan menjadi pertandingan terakhir sebelum jeda Lebaran. Setelah duel di Samarinda, kompetisi akan berhenti sejenak karena memasuki masa libur. Persib baru akan kembali bertanding pada 5 April 2026, saat menghadapi Semen Padang FC.

Jeda ini memang memberi kesempatan pemain untuk berkumpul dengan keluarga. Namun di sisi lain, tim pelatih juga harus memastikan kondisi pemain tetap terjaga. Karena kalau tidak, performa tim bisa menurun setelah libur.

Pemain Persib Tetap Dapat “PR Latihan” Saat Libur

Meski ada libur Lebaran, para pemain Persib ternyata tidak benar-benar bebas.Menurut Dedi Kusnandar, tim pelatih sudah menyiapkan program latihan yang harus dijalankan pemain secara mandiri.Ibarat anak sekolah, para pemain Persib tetap mendapat “PR latihan” selama libur. Program ini bertujuan agar kondisi fisik pemain tidak turun drastis. Dado menjelaskan bahwa seluruh pemain tetap di minta menjaga kebugaran.

Latihan ringan seperti jogging, gym, hingga latihan fisik mandiri tetap harus dilakukan. Semua itu nantinya akan dipantau oleh tim pelatih. “Walaupun ada jeda, tetap dikasih latihan. Seperti PR di rumah, tetap latihan dan dipantau,” kata Dado. Langkah ini cukup wajar dalam sepak bola profesional. Banyak klub besar di dunia juga melakukan hal yang sama ketika kompetisi memasuki masa jeda.

Pola Makan Pemain Juga Diawasi

Bukan cuma soal latihan, pola makan pemain Persib juga menjadi perhatian khusus.Dedi Kusnandar menyebut bahwa para pemain di minta tetap menjaga asupan makanan, meski sedang menikmati suasana Lebaran. Hal ini cukup menantang, karena saat Lebaran biasanya banyak makanan khas yang menggoda. Mulai dari opor ayam, rendang, ketupat, hingga berbagai kue manis.

Namun bagi atlet profesional, semua itu tetap harus di kontrol. Kalau sampai berlebihan, kondisi fisik bisa langsung berubah. Dado bahkan menyebut bahwa tim pelatih sudah mengingatkan adanya punishment jika pemain tidak disiplin menjaga kondisi. “Tim pelatih pasti ada punishment. Jadi tetap harus dij aga walaupun makan makanan yang jarang ada di hari biasa,” ujarnya. Dengan kata lain, pemain boleh menikmati Lebaran, tapi tetap harus profesional.

Baca juga: Jadwal Persib Bandung Terbaru: Dari Misi Tandang ke Solo hingga Duel Panas Penentuan Gelar

Persib Tak Mau Mulai Dari Nol Lagi

Salah satu alasan utama kenapa disiplin ini sangat penting adalah karena tim pelatih tidak ingin Persib kehilangan momentum.Menurut Dado, Bojan Hodak tidak mau timnya harus memulai dari nol lagi setelah libur. Kalau kondisi pemain menurun, tim akan membutuhkan waktu lama untuk kembali ke performa terbaik. Padahal liga sudah memasuki fase penentuan. Setiap poin akan sangat berharga. Karena itulah, seluruh pemain di minta tetap menjaga kondisi sebaik mungkin. Mulai dari latihan, pola makan, hingga istirahat harus tetap di perhatikan.

Mental Juara Jadi Kunci Persib Musim Ini

Selain fisik dan taktik, faktor mental juga menjadi hal penting dalam perjalanan Persib musim ini.Memimpin klasemen memang menyenangkan, tapi tekanan juga semakin besar. Setiap pertandingan akan selalu menjadi sorotan. Tim lawan pun pasti tampil ekstra saat menghadapi Persib. Namun sejauh ini, mental para pemain Maung Bandung terlihat cukup solid.

Kehadiran pemain senior seperti Dedi Kusnandar membantu menjaga suasana ruang ganti tetap stabil. Di sisi lain, Bojan Hodak juga di kenal sebagai pelatih yang mampu membangun mental tim.Pendekatannya cukup tegas, tapi tetap dekat dengan pemain. Kombinasi itulah yang membuat Persib mampu tampil konsisten sepanjang musim.

Kesempatan Besar Persib Menuju Gelar Juara

Dengan 10 pertandingan tersisa, peluang Persib untuk meraih gelar Super League 2025–2026 sebenarnya cukup besar.Selama mampu menjaga konsistensi, Maung Bandung bisa terus mempertahankan posisi di puncak klasemen. Namun sepak bola selalu penuh kejutan. Itulah kenapa pesan Bojan Hodak kepada pemainnya terasa sangat relevan. Menganggap setiap laga seperti final akan membuat pemain tetap fokus dan tidak cepat puas.

Jika mental itu terus terjaga, Persib punya peluang besar untuk mengakhiri musim dengan trofi juara.Bagi Bobotoh, tentu harapannya cuma satu: melihat Maung Bandung kembali mengangkat trofi di akhir musim. Dan semuanya bisa di mulai dari satu hal sederhana, menang di setiap pertandingan yang tersisa.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *