Maungpersib.com – Persib Bandung kembali menghadapi tantangan besar, bukan hanya di dalam lapangan, tetapi juga dari sisi jadwal kompetisi. Demi menjaga peluang Indonesia meraih poin maksimal di level Asia, Persib berharap ILeague selaku operator kompetisi Super League 2025/2026 bersedia mengabulkan permintaan penyesuaian jadwal pertandingan. Permintaan ini bukan tanpa alasan. Jadwal laga domestik Persib yang terlalu berdekatan dengan pertandingan penting di AFC Champions League Two (ACL 2) dinilai berpotensi mengganggu performa tim. Situasi ini pun menjadi perhatian serius manajemen Persib, mengingat dampaknya tidak hanya bagi klub, tetapi juga untuk peringkat Liga Indonesia secara keseluruhan.
Jadwal Padat Persib Jelang Laga Krusial di Asia
Masalah utama yang dihadapi Persib terletak pada jadwal pertandingan yang saling berhimpitan. Dalam jadwal yang telah dirilis, Persib dijadwalkan melakoni laga tandang melawan Borneo FC pada 16 Februari 2026. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Segiri, Samarinda, yang tentu membutuhkan waktu perjalanan cukup panjang dari Bandung.
Belum selesai urusan di liga domestik, Persib harus segera mempersiapkan diri menghadapi laga leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two. Dua hari berselang, tepatnya pada 18 Februari 2026, Persib dijadwalkan menjamu Ratchaburi FC, wakil kuat dari Thailand. Artinya, Maung Bandung hanya memiliki waktu sekitar dua hari untuk melakukan perjalanan pulang, pemulihan fisik, dan persiapan taktik.
Waktu Pemulihan Dinilai Tidak Ideal
Jika melihat kondisi tersebut, waktu dua hari jelas bukan durasi yang ideal untuk sebuah tim profesional yang akan tampil di level Asia. Perjalanan dari Samarinda ke Bandung bukan sekadar soal jarak, tetapi juga kelelahan fisik pemain, risiko cedera, dan keterbatasan waktu latihan.
Dalam sepak bola modern, pemulihan pemain menjadi faktor krusial. Apalagi Persib harus tampil maksimal saat membawa nama Indonesia di kompetisi Asia. Dengan kondisi fisik yang tidak optimal, peluang tampil dengan performa terbaik tentu akan menurun. Situasi inilah yang membuat manajemen Persib menilai jadwal tersebut perlu ditinjau ulang. Bukan untuk keuntungan sepihak, melainkan demi menjaga kualitas pertandingan dan peluang meraih hasil maksimal di ACL 2.
Tantangan Berat bagi Bojan Hodak dan Skuad Persib
Bagi pelatih Persib, Bojan Hodak, jadwal padat seperti ini jelas menjadi ujian tersendiri. Ia harus memutar otak untuk mengatur rotasi pemain, menjaga kebugaran skuad, sekaligus tetap kompetitif di dua ajang berbeda. Jika di paksakan, hampir mustahil bagi Persib untuk tampil dengan kekuatan penuh saat menghadapi Ratchaburi FC. Padahal, laga tersebut sangat menentukan langkah Persib di kompetisi Asia musim ini.
Sebagai wakil Indonesia, Persib tentu di harapkan mampu melaju sejauh mungkin. Namun harapan tersebut akan sulit tercapai jika faktor non-teknis seperti jadwal justru menjadi penghambat utama.
Persib Resmi Ajukan Surat ke ILeague
Menyikapi kondisi tersebut, manajemen Persib tidak tinggal diam. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada ILeague. Surat tersebut berisi permohonan agar jadwal laga Persib kontra Borneo FC dapat di sesuaikan. Tujuannya jelas, agar Persib memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi laga penting di ACL 2.
Adhitia menegaskan bahwa komunikasi sudah di lakukan dengan pihak terkait, dan Persib berharap ada solusi terbaik yang bisa di ambil bersama. Menurutnya, penjadwalan ulang bukan hal yang mustahil jika di lihat dari urgensi dan kepentingan yang lebih besar.
Optimisme Persib Jadwal Bisa Disesuaikan
Meski belum ada keputusan resmi, Adhitia Putra Herawan mengaku optimistis permintaan Persib akan di kabulkan. Ia percaya ILeague memahami situasi yang di hadapi klub-klub Indonesia yang berlaga di kompetisi Asia. “Kami sangat positif dan yakin bahwa ILeague akan sama-sama berpikir positif untuk melakukan penjadwalan ulang,” ujar Adhitia.
Optimisme ini bukan tanpa dasar. Dalam beberapa musim terakhir, penyesuaian jadwal demi kepentingan kompetisi Asia memang kerap di lakukan. Terlebih, performa klub Indonesia di level Asia membawa dampak langsung terhadap peringkat liga.
Persib Tidak Berjuang untuk Klub Saja
Adhitia juga menekankan bahwa perjuangan Persib di ACL 2 bukan semata-mata untuk klub atau daerah asalnya. Lebih dari itu, Persib membawa nama Indonesia di panggung Asia. “Persib berjuang bukan hanya untuk Bandung atau Jawa Barat, tapi untuk Indonesia,” tegasnya. Pernyataan ini menggambarkan bahwa apa yang di perjuangkan Persib memiliki dampak jangka panjang. Semakin jauh langkah Persib di kompetisi Asia, semakin besar pula poin yang di kumpulkan untuk peringkat Liga Indonesia.
Dampak Besar bagi Peringkat Liga Indonesia
Keberhasilan klub-klub Indonesia di kompetisi Asia sangat berpengaruh terhadap ranking liga di tingkat Asia. Poin yang di raih Persib nantinya akan menjadi akumulasi bagi Indonesia secara keseluruhan. Jika peringkat Liga Indonesia meningkat, peluang untuk mengirim lebih banyak wakil ke kompetisi antar-klub Asia di musim-musim berikutnya akan semakin terbuka.
Artinya, manfaatnya tidak hanya di rasakan oleh Persib, tetapi juga oleh klub-klub lain di tanah air. Inilah alasan mengapa manajemen Persib berharap semua pihak bisa melihat persoalan ini dari sudut pandang yang lebih luas.
Harapan Persib kepada Klub Lain dan Operator Liga
Selain kepada ILeague, Persib juga berharap klub-klub lain bisa memaklumi situasi yang sedang di hadapi. Penyesuaian jadwal bukan berarti merugikan pihak lain, melainkan demi kepentingan bersama. Adhitia berharap ada rasa solidaritas antar klub, terutama ketika salah satu wakil Indonesia sedang berjuang di level Asia. Dengan dukungan bersama, sepak bola Indonesia bisa berkembang lebih jauh dan lebih kompetitif.
Menanti Keputusan ILeague
Kini, keputusan ada di tangan ILeague sebagai operator kompetisi. Apakah permintaan Persib akan di kabulkan atau tidak, masih harus di tunggu dalam waktu dekat. Namun satu hal yang pasti, apa yang di lakukan Persib menunjukkan keseriusan mereka dalam menjaga performa dan nama baik sepak bola Indonesia.
Dengan jadwal yang lebih ideal, Persib di harapkan mampu tampil maksimal dan melangkah sejauh mungkin di AFC Champions League Two. Jika itu terwujud, keuntungan jangka panjangnya akan di rasakan oleh seluruh ekosistem sepak bola Indonesia. Mulai dari klub, pemain, hingga kompetisi nasional secara keseluruhan.
Baca juga: Misi Berat di GBLA, PERSIB Kejar Defisit Tiga Gol demi Lolos ke Perempat Final
Kesimpulan
Permintaan Persib kepada ILeague untuk mengatur ulang jadwal bukan sekadar soal kenyamanan tim, tetapi juga untuk melainkan langkah strategis demi menjaga peluang Indonesia bersaing di level Asia. Jadwal yang terlalu padat berisiko menurunkan performa pemain dan menghambat persiapan menghadapi laga krusial di ACL 2. Dengan memberi ruang waktu yang lebih ideal,
Persib berpeluang tampil maksimal dan meraih hasil terbaik. Jika itu terjadi, dampaknya akan terasa luas karena poin yang di kumpulkan Persib akan ikut mendongkrak peringkat Liga Indonesia dan membuka peluang lebih besar bagi klub-klub lain tampil di kompetisi Asia pada musim mendatang.

