Maungpersib.com – Musim baru Liga 1 2025/2026 belum di mulai, tetapi suasana haru sudah menyelimuti kubu Persib Bandung. Tim yang baru saja menorehkan sejarah sebagai juara Liga 1 harus melepas 13 pemain sekaligus, termasuk beberapa nama besar yang jadi tulang punggung skuad musim lalu. Salah satu yang paling merasakan dampaknya adalah Gelandang Persib, Adam Alis.
Ia tak bisa menyembunyikan kesedihan saat harus berpisah dengan rekan-rekannya yang sudah seperti keluarga sendiri. Perombakan besar yang di lakukan manajemen dan pelatih Bojan Hodak menjadi sinyal bahwa Persib serius membangun kembali kekuatan tim demi mempertahankan dominasi di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Namun, perubahan besar ini tentu menyisakan tantangan, yakni bagaimana menjaga kekompakan, adaptasi pemain baru, hingga tekanan mempertahankan gelar juara. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas curahan hati Gelandang Persib Adam Alis, situasi internal Persib, dan bagaimana tim biru ini menatap masa depan dengan wajah baru.
Perombakan Besar Persib Jelang Liga 1 2025/2026
Setelah menutup musim 2024/2025 dengan catatan manis sebagai juara Liga 1, Persib Bandung memilih langkah yang cukup mengejutkan: melakukan perombakan besar-besaran dalam komposisi pemain. Tak kurang dari 13 pemain, termasuk deretan pemain asing dan pilar lokal, memutuskan untuk tidak memperpanjang masa baktinya bersama Maung Bandung.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Manajemen dan pelatih kepala Bojan Hodak menilai bahwa peremajaan dan penyegaran skuad merupakan hal yang krusial demi menjaga persaingan di papan atas. Target mempertahankan gelar sekaligus tampil kompetitif di turnamen pra-musim Piala Presiden 2025 menjadi tantangan besar yang harus di hadapi.
Baca juga: Ungkap Pemain Baru Persib Bandung yang Masuk Radar Transfer
Siapa Saja yang Hengkang?
Langkah perombakan besar yang di ambil manajemen tentu tidak terlepas dari keputusan untuk melepas sejumlah pemain kunci. Lalu, siapa saja nama-nama yang resmi meninggalkan Persib Bandung jelang musim baru ini? Berikut ini daftar lengkapnya, antara lain:
- Nick Kuipers (Belanda)
- Alberto Rodríguez (Spanyol)
- Levy Madinda (Gabon)
- Edo Febriansah
- Daisuke Sato (Filipina)
- Henhen Herdiana
- Plus lima nama lain dari komposisi pemain utama dan cadangan
Kehilangan pemain-pemain kunci tentu akan mempengaruhi dinamika tim, baik dari sisi taktik maupun chemistry.
Baca juga: Batal Gabung Persib! Mariano Peralta Resmi Bertahan di Borneo FC
Reaksi Adam Alis, “Saya Pribadi Cukup Sedih”
Gelandang berusia 31 tahun ini tak bisa menyembunyikan kesedihannya ketika harus berpisah dengan para rekan satu tim yang selama ini sudah seperti keluarga sendiri. Menurut Adam, tim musim lalu telah memiliki kekompakan luar biasa dan kebersamaan yang sulit tergantikan.
“Ya, saya pribadi cukup sedih. Karena kita juga sudah mempunyai tim yang kompak di musim lalu,” ujar Adam Alis.
Atmosfer kekeluargaan di ruang ganti menjadi alasan mengapa perpisahan ini begitu membekas. Bagi Gelandang Persib Adam Alis, bermain bukan sekadar tentang hasil di lapangan, tapi juga tentang relasi dan rasa saling percaya di antara pemain.
Tantangan Baru, Adaptasi Pemain Anyar
Dengan banyaknya pemain yang hengkang, Persib kini berada di persimpangan penting. Kehadiran pemain baru akan menjadi penentu apakah Maung Bandung bisa tetap kompetitif atau justru terseok-seok di awal musim.
Adam berharap pemain-pemain pengganti memiliki kualitas setara atau bahkan lebih baik dari mereka yang pergi. Ia yakin, jika para pemain baru mampu beradaptasi dengan cepat, potensi tim tetap bisa di maksimalkan.
“Mudah-mudahan penggantinya nanti bisa lebih bagus dari pemain-pemain yang musim lalu,” tambah Adam.
Persiapan Intensif Menjelang Piala Presiden 2025
Persib di jadwalkan akan kembali berlatih bersama akhir bulan ini, sebagai bagian dari persiapan menghadapi Piala Presiden 2025 yang di gelar bulan Juli mendatang. Turnamen pra-musim ini akan menjadi ajang penting untuk mengukur sejauh mana kekompakan skuad baru.
Para pemain pun sudah di berikan program latihan mandiri, agar kondisi fisik tetap terjaga saat kembali berkumpul. Dengan pelatih Bojan Hodak di balik kemudi, di harapkan proses integrasi tim bisa berjalan lebih mulus.
“Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” kata Adam, penuh harap.
Situasi Internal Persib, “Kami Sudah Seperti Keluarga”
Salah satu penyesalan terbesar Gelandang Persib Adam Alis adalah hilangnya atmosfer hangat di ruang ganti. Menurutnya, tim musim lalu bukan hanya kolektif pekerja keras, tapi juga kelompok yang saling menyemangati dan membantu satu sama lain. Kedekatan ini tidak bisa di bentuk secara instan.
“Kondisi internal tim sudah seperti keluarga, ini yang cukup berat untuk di tinggalkan,” ungkap Adam.
Tak hanya faktor teknis, kekompakan dan rasa saling percaya menjadi dua elemen krusial untuk mempertahankan performa. Di musim sebelumnya, inilah yang membuat Persib bisa tampil stabil meski sempat tertinggal di klasemen.
Dengan kondisi sekarang, tugas berat menanti seluruh elemen tim. Bukan hanya pelatih, tetapi juga para pemain senior seperti Adam Alis, yang akan menjadi penghubung antara skuad lama dan wajah-wajah baru.
Tekanan Musim Depan, Target Juara dan Konsistensi
Sebagai juara bertahan, Persib tak bisa hanya puas dengan pencapaian musim lalu. Justru gelar tersebut membuat mereka menjadi target utama semua tim di Liga 1 2025/2026. Tekanan untuk konsisten menang dan mempertahankan performa pun meningkat.
Pelatih Bojan Hodak harus kembali menyusun formula terbaik, apalagi dengan wajah baru yang belum sepenuhnya padu. Jika gagal membangun chemistry secepat mungkin, Persib bisa tergelincir di awal musim.
Turnamen Piala Presiden akan langsung di ikuti oleh padatnya jadwal Liga 1. Artinya, rotasi pemain menjadi penting. Kualitas pemain cadangan harus mendekati pemain inti agar bisa saling menggantikan. Ini adalah tantangan besar untuk manajemen tim dalam merekrut pemain yang tepat.
Baca juga: Persib Bandung Siap Guncang Liga 1 2025 dengan Pemain Asing
Bojan Hodak dalam Tekanan, Tantangan Meracik Tim dari Nol
Pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, kini berada dalam situasi yang cukup menantang. Ia tak hanya kehilangan banyak pemain inti, tapi juga harus membentuk tim baru dalam waktu singkat. Dengan waktu persiapan yang mepet menuju Piala Presiden dan Liga 1 2025/2026, Bojan di tuntut meramu strategi yang efektif agar transisi berjalan mulus.
Kehilangan sosok seperti Kuipers dan Madinda akan memaksa Hodak mencari pemimpin baru di lapangan. Selain itu, Bojan juga harus mengandalkan pemain-pemain muda yang sebelumnya minim menit bermain. Apakah ia bisa kembali menciptakan skuad juara? Ini akan menjadi pembuktian tersendiri.
Bobotoh Berharap Banyak, Loyalitas yang Tak Pernah Luntur
Meski di warnai perubahan besar, satu hal yang tetap abadi adalah dukungan dari Bobotoh, suporter setia Persib Bandung. Mereka selalu menjadi pemain ke-12 yang mendorong tim melewati masa sulit. Perubahan besar dalam komposisi tim jelas menimbulkan pro dan kontra, tetapi mayoritas Bobotoh tetap optimistis dan berharap musim depan bisa lebih baik.
Dukungan ini menjadi energi tersendiri bagi Gelandang Persib Adam Alis dan rekan-rekannya. Mereka paham bahwa ekspektasi sangat tinggi. Karenanya, kerja keras dan mental juara menjadi bekal utama dalam menatap musim baru.
Baca juga: Club Persib Tak Masuk Nominasi Pemain Muda Terbaik Liga 1 2024/2025, Bojan Hodak Sindir Penilaian
Musim Penentuan bagi Persib dan Adam Alis
Musim depan akan menjadi ujian krusial bagi Persib Bandung dan juga bagi Gelandang Persib Adam Alis sebagai salah satu pemain senior. Tekanan, ekspektasi, dan adaptasi cepat adalah tiga hal utama yang harus mereka hadapi secara bersamaan.
Namun dengan pengalaman, semangat kebersamaan, dan dukungan dari Bobotoh, Persib diyakini masih punya peluang besar untuk kembali menjadi juara.
“Harapannya, pemain baru bisa menyatu dengan cepat. Semua pasti ingin Persib tetap ada di jalur juara,” tutup Adam Alis.

