Rafael Struick Diincar Persib dan Bali United, Ini Gaji Fantastisnya

Rafael Struick Diincar Persib dan Bali United, Ini Gaji Fantastisnya di Brisbane Roar

Maungpersib.com – Isu kepindahan Rafael Struick ke Liga 1 semakin panas di bicarakan. Setelah kontraknya tidak di perpanjang oleh klub Australia, Brisbane Roar. Striker Timnas Indonesia ini di sebut-sebut tengah di dekati oleh tiga klub besar di Indonesia, yakni Persib Bandung, Bali United, dan Dewa United.

Namun, sebelum membahas lebih jauh tentang kemungkinan Struick bermain di Liga 1 musim depan, mari kita bahas seperti apa kariernya selama di Brisbane Roar, dan berapa sebenarnya gajinya saat itu?

Perjalanan Karier Rafael Struick Sebelum ke Brisbane Roar

Rafael Struick merupakan pemain kelahiran Leidschendam, Belanda, yang memiliki darah Indonesia dari garis keturunan orang tuanya. Ia meniti karier sepak bola profesional di Belanda, memulai dari akademi ADO Den Haag. Di sana, performanya cukup menonjol sehingga berhasil promosi ke tim utama.

Pada tahun 2023, Struick memutuskan untuk keluar dari zona nyamannya dan menjajal petualangan baru di Asia dengan bergabung bersama Brisbane Roar, salah satu kontestan A-League Australia. Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat tidak banyak pemain muda Eropa yang memilih bermain di A-League. Namun, ternyata perjalanannya di Brisbane tidak berjalan sesuai ekspektasi.

Baca juga: Club Persib Tak Masuk Nominasi Pemain Muda Terbaik Liga 1 2024/2025, Bojan Hodak Sindir Penilaian

Karier Kurang Maksimal di Brisbane Roar

Selama satu musim membela Brisbane Roar, Rafael Struick hanya tampil dalam 10 pertandingan dan mencetak 1 gol. Minimnya menit bermain tentu berdampak pada performa dan kepercayaan dirinya.

Beberapa media menyebut bahwa pelatih Brisbane Roar kurang memberikan kepercayaan penuh pada Struick, yang dinilai belum beradaptasi sempurna dengan gaya bermain tim. Hal ini membuat dirinya gagal memperpanjang kontrak di akhir musim 2023/2024.

Dampaknya pada Posisi Struick di Timnas Indonesia

Minimnya jam terbang di level klub membuat posisi Rafael Struick di Timnas Indonesia semakin terancam. Saat ini, pelatih Patrick Kluivert lebih mengandalkan nama baru seperti Ole Romeny di lini serang skuad Garuda.

Jika tak segera menemukan klub baru yang memberikan menit bermain konsisten, Struick bisa kehilangan tempat di Timnas. Apalagi menjelang berbagai turnamen penting seperti Kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia.

Klub Liga 1 yang Tertarik Datangkan Rafael Struick

Meski musim lalu tidak terlalu impresif, bakat muda seperti Struick masih sangat diminati. Apalagi dia masih berusia 21 tahun, usia emas untuk berkembang dan diasah.

1. Persib Bandung, Butuh Striker Cepat

Persib Bandung menjadi salah satu klub yang disebut tertarik merekrut Struick. Kehilangan sejumlah penyerang musim lalu membuat Maung Bandung ingin mencari opsi baru, terutama yang memiliki kecepatan dan kemampuan finishing.

Kehadiran Struick bisa jadi opsi menarik untuk mengisi kekosongan lini depan Persib, apalagi jika dia mampu menunjukkan komitmen tinggi.

2. Bali United, Pengganti Potensial untuk Lini Serang

Tak hanya Persib, Bali United juga di laporkan telah melakukan pendekatan awal. Tim asuhan Stefano Cugurra Teco di kenal senang mendatangkan pemain muda potensial yang bisa beradaptasi dengan cepat dalam skema permainan cepat ala Bali United.

3. Dewa United, Punya Fasilitas dan Ambisi Besar

Salah satu kejutan datang dari Dewa United yang juga di kabarkan tertarik pada Struick. Menurut situs Transfermarkt, peluang kepindahan ke Dewa United bahkan mencapai 58 persen, angka yang cukup besar untuk sebuah rumor.

Dewa United kini di kenal sebagai klub dengan fasilitas latihan modern dan proyek jangka panjang yang ambisius. Hal ini bisa menjadi daya tarik utama bagi Struick yang ingin kembali bersinar.

Baca juga: Ungkap Pemain Baru Persib Bandung yang Masuk Radar Transfer

Adaptasi dengan Sepak Bola Asia Jadi Keuntungan

Keputusan Struick bermain di Brisbane, meski tak begitu sukses, membuatnya lebih mengenal atmosfer sepak bola Asia. Adaptasi dengan iklim, cuaca, dan gaya bermain khas Asia akan mempermudah transisinya bila benar-benar hijrah ke Liga 1.

Bagi klub Liga 1, mendatangkan pemain diaspora yang sudah teruji dalam kompetisi luar negeri tentu jadi keuntungan tersendiri.

Berapa Gaji Rafael Struick di Brisbane Roar?

Salah satu pertanyaan besar dalam saga transfer ini tentu menyangkut gaji. Apakah klub Liga 1 mampu memenuhi atau bahkan melebihi apa yang Struick dapatkan sebelumnya?

Menurut data dari Sporty Salaries, Rafael Struick menerima gaji sekitar USD 200 ribu per musim selama bermain di Brisbane Roar. Jika di konversi ke rupiah (kurs Rp16.500), maka jumlah itu setara dengan sekitar Rp3,3 miliar per musim, atau sekitar Rp275 juta per bulan.

Angka ini bisa di anggap cukup besar untuk pemain muda di Liga 1. Namun, bukan tidak mungkin jika klub-klub besar seperti Persib, Bali United, atau Dewa United sanggup memenuhi. Bahkan melebihinya, mengingat mereka memiliki kekuatan finansial mumpuni.

Apakah Struick Akan Bermain di Liga 1 Musim Depan?

Melihat situasi saat ini, peluang Rafael Struick bermain di Liga 1 terbuka sangat lebar. Selain sudah tidak memiliki klub, Struick juga butuh menit bermain agar bisa mempertahankan tempat di Timnas.

Klub-klub Liga 1 juga semakin terbuka menerima pemain naturalisasi maupun diaspora, terutama yang pernah mencicipi kompetisi luar negeri. Struick, dengan pengalaman Eropa dan Australia-nya, bisa jadi aset penting untuk jangka panjang.

Baca juga: Adam Alis Siap Ukir Sejarah Baru Bersama Persib Bandung di Liga 1 dan Asia

Mengapa Rafael Struick Layak Dilirik Klub Liga 1?

Meski musim lalu performanya belum maksimal, Rafael Struick tetap punya sejumlah keunggulan yang membuatnya layak di lirik klub Liga 1. Ia memiliki kecepatan, kemampuan dribel yang baik, serta naluri menyerang yang khas pemain Eropa. Di tambah lagi, pengalamannya di liga Belanda dan Australia memberi nilai tambah dalam hal adaptasi dan mental bertanding.

Selain itu, statusnya sebagai pemain Timnas Indonesia tentu memberikan nilai komersial tersendiri bagi klub yang merekrutnya, baik dari sisi branding maupun dukungan fans.

Strategi Klub Liga 1 dalam Merekrut Pemain Diaspora

Tren mendatangkan pemain keturunan atau diaspora semakin meningkat dalam beberapa musim terakhir di Liga 1. Klub-klub besar mulai sadar bahwa pemain seperti Rafael Struick bisa menjadi penggerak performa dan juga penarik perhatian publik.

Dengan regulasi pemain asing dan lokal yang lebih fleksibel, pemain diaspora seperti Struick kini masuk kategori yang sangat potensial: masih muda, berpaspor Indonesia, namun berpengalaman internasional. Maka tak heran jika perebutan jasanya terjadi antar klub-klub papan atas.

Baca juga: Persib Lepas Hingga 10 Pemain, Ryan Kurnia Juga Pamit

Kesimpulan

Kepindahan Rafael Struick ke Liga 1 tinggal menunggu waktu. Setelah kontraknya habis di Brisbane Roar, ia jadi buruan tiga klub papan atas Indonesia, yakni Persib Bandung, Bali United, dan Dewa United. Ketiganya di nilai mampu memberikan tempat berkembang serta kemungkinan menggaji Struick di kisaran Rp3,3 miliar per musim atau bahkan lebih tinggi.

Usia yang masih muda dan pengalaman internasional membuat Struick jadi opsi menarik bagi klub-klub Indonesia. Bila benar-benar bergabung dengan Liga 1, maka ia berpeluang mengembalikan performa terbaik dan kembali bersaing memperebutkan tempat di skuad utama Timnas Indonesia.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *