Duel Paling Gila Sepanjang Karier: Pengakuan Jujur Alfeandra Dewangga Usai Persib Taklukkan Persija

Duel Paling Gila Sepanjang Karier: Pengakuan Jujur Alfeandra Dewangga Usai Persib Taklukkan Persija

Maungpersib.com – Ada pertandingan yang lewat begitu saja, ada pula laga yang menempel di ingatan seperti bayangan sore yang susah di usir. Bagi Alfeandra Dewangga, duel Persib Bandung melawan Persija Jakarta pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 jelas masuk kategori kedua. Bek sayap Persib itu terang-terangan mengaku belum bisa move-on dari pertandingan sarat gengsi tersebut, sebuah laga yang menurutnya paling gila sepanjang karier profesionalnya.

Stadion Gelora Bandung Lautan Api malam itu bukan sekadar bangunan beton dengan ribuan kursi. GBLA berubah menjadi lautan emosi, suara, dan getaran yang seakan hidup. Sorak-sorai Bobotoh menggulung dari tribun ke tribun, seperti ombak yang menghantam tanpa jeda. Dewangga, yang merasakan langsung atmosfer tersebut dari dalam lapangan, tak menutupi rasa takjubnya. Ia menyebut pengalaman itu sebagai sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Menurut Dewangga, atmosfer laga El Clasico Indonesia selalu punya cerita sendiri. Namun, saat ia benar-benar terjun sebagai bagian dari Persib dan bermain di hadapan puluhan ribu pendukung fanatik, semuanya terasa berlipat ganda. Bukan hanya soal tekanan, tapi juga adrenalin yang mengalir deras, membuat setiap sentuhan bola terasa lebih berat, setiap duel jadi lebih berarti.

Kemenangan Tipis Yang Terasa Besar

Persib Bandung keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0 atas Persija Jakarta. Angka di papan skor memang sederhana, tetapi maknanya jauh dari kata kecil. Gol semata wayang yang di cetak Beckham Putra Nugraha lahir dari skema yang rapi, di awali umpan silang Berguinho yang meluncur tajam ke area berbahaya. Beckham menyambutnya dengan ketenangan, dan dalam sekejap GBLA meledak.

Bagi para pemain di lapangan, momen gol itu seperti pelepas ketegangan yang sejak menit awal sudah menumpuk. Dewangga mengaku detik-detik setelah gol tercipta terasa sangat emosional. Sorakan penonton, reaksi rekan setim, dan tekanan untuk mempertahankan keunggulan menyatu dalam satu fase pertandingan yang menuntut fokus total.

Kemenangan atas Persija selalu punya nilai lebih bagi Persib. Bukan hanya soal tiga poin, tapi juga kebanggaan, harga diri, dan rasa puas yang sulit di jelaskan dengan kata-kata. Dewangga merasakan itu semua, meski perannya di laga tersebut tak berlangsung penuh hingga akhir.

Baca juga: Klasemen Sementara Grup G AFC Champions League 2 2025-2026 Setelah Persib Bandung Kalah 2-3 dari Lion City Sailors FC

Pengakuan Jujur, Pertandingan Paling Gila

Usai pertandingan, Dewangga tak ragu menyebut duel tersebut sebagai laga paling gila dalam kariernya. Ucapannya bukan sekadar hiperbola. Ia menegaskan bahwa ini adalah kali pertama dirinya benar-benar merasakan atmosfer El Clasico Indonesia dari sudut pandang pemain Persib.

Baginya, intensitas pertandingan bukan hanya terlihat dari kerasnya duel atau cepatnya tempo, tetapi juga dari tekanan mental yang konstan. Setiap kesalahan kecil terasa bisa berakibat fatal. Setiap duel satu lawan satu membawa risiko besar, bukan hanya bagi hasil pertandingan, tetapi juga kondisi fisik pemain.

Dewangga mengatakan bahwa bermain di laga seperti ini membuatnya belajar banyak hal, terutama soal mengelola emosi. Ia harus tetap tenang di tengah hiruk-pikuk stadion yang seolah tak pernah diam. Fokus menjadi kunci, meski godaan untuk larut dalam atmosfer selalu ada.

Baca juga: Teja Paku Alam Jadi Sorotan Usai Persib Bandung Gagal Menang di Markas Persik Kediri

Cedera Di Tengah Laga Panas

Sayangnya, malam bersejarah itu tak bisa di nikmati Dewangga hingga peluit akhir. Ia harus di tarik keluar pada babak kedua akibat cedera yang di alaminya. Cedera tersebut terjadi setelah duel dengan pemain Persija, Allano, di menit-menit akhir babak pertama.

Dewangga menceritakan bahwa saat itu ia langsung merasakan nyeri yang cukup mengganggu. Ia sempat mencoba melanjutkan permainan, tetapi rasa sakit membuatnya sadar bahwa memaksakan diri justru bisa memperparah kondisi. Keputusan untuk di tarik keluar pun di ambil demi keselamatan dan keberlanjutan kariernya.

Meski demikian, Dewangga bersyukur karena cedera tersebut tidak tergolong serius. Setelah menjalani pemeriksaan dan masa pemulihan, kondisinya berangsur membaik. Ia menegaskan bahwa saat ini dirinya sudah pulih dan siap kembali meningkatkan kondisi fisik.

Masa Pemulihan Dan Rehat Total

Setelah laga berat tersebut, Dewangga mendapat jatah libur selama empat hari. Waktu rehat itu di manfaatkan sepenuhnya untuk memulihkan kondisi tubuh. Ia mengakui bahwa istirahat total sangat membantunya mengembalikan kebugaran.

Menurutnya, cedera kecil sekalipun tetap butuh penanganan serius, apalagi setelah pertandingan dengan intensitas setinggi El Clasico. Rehat bukan berarti berhenti berlatih selamanya, tetapi memberi tubuh kesempatan untuk bernapas sebelum kembali di pacu.

Kini, Dewangga dan rekan-rekannya kembali fokus menaikkan kondisi fisik. Targetnya jelas, mencapai kondisi 100 persen sebelum putaran kedua BRI Super League di mulai. Ia sadar bahwa paruh kedua musim biasanya lebih berat, dengan jadwal padat dan tekanan yang kian meningkat.

Baca juga: Persib Bandung Tutup 25% Kapasitas Stadion GBLA untuk Laga Kontra Bangkok United

Persiapan Menyongsong Putaran Kedua

Menjelang putaran kedua kompetisi, Dewangga yakin tim pelatih Persib Bandung sudah menyiapkan rencana khusus. Ia memilih untuk mengikuti semua arahan yang di berikan, tanpa banyak spekulasi. Baginya, disiplin terhadap instruksi pelatih adalah kunci untuk menjaga konsistensi tim.

Ia juga menyinggung soal kemungkinan datangnya pemain baru. Rumor tersebut beredar di internal tim maupun di kalangan suporter. Dewangga menyambutnya dengan sikap terbuka. Menurutnya, kehadiran pemain baru bisa menjadi tambahan kekuatan, asalkan proses adaptasi berjalan lancar.

Chemistry menjadi kata kunci yang berulang kali ia tekankan. Dalam sepak bola modern, kualitas individu memang penting, tetapi kekompakan tim jauh lebih menentukan. Dewangga berharap siapa pun pemain baru yang bergabung nanti bisa cepat menyatu dengan gaya permainan Persib.

Dinamika Skuad Dan Keputusan Melepas Pemain

Di tengah persiapan putaran kedua, Persib Bandung juga melakukan perombakan skuad. Dua pemain, Rezaldi Hehanussa dan Al Hamra Hehanussa, resmi di lepas ke Persik Kediri dengan status pinjaman. Keputusan ini tentu membawa dinamika tersendiri di dalam tim.

Bagi Dewangga, perubahan dalam skuad adalah hal yang lumrah dalam perjalanan sebuah musim. Ia menilai setiap keputusan manajemen pasti sudah melalui pertimbangan matang, baik dari sisi teknis maupun non-teknis. Yang terpenting, seluruh pemain yang tersisa tetap fokus pada target tim.

Hingga saat ini, Persib belum mengumumkan secara resmi siapa pemain baru yang akan bergabung. Kabar yang beredar menyebutkan pengumuman akan di lakukan dalam waktu dekat. Dewangga memilih untuk tidak terlalu memikirkan hal tersebut dan lebih memusatkan perhatian pada persiapan pribadi.

Baca juga: Persib Bandung Tantang Ratchaburi FC di 16 Besar AFC Champions League 2, Catat Tanggal Mainnya

Menatap Laga Awal Putaran Kedua

Persib Bandung di jadwalkan mengawali putaran kedua BRI Super League musim ini pada 25 Januari 2026. Lawan pertama yang akan di hadapi adalah PSBS Biak, dan laga tersebut akan di gelar di Stadion GBLA. Bermain di kandang sendiri tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi Maung Bandung.

Dewangga menilai laga pembuka putaran kedua sangat krusial. Hasil positif akan memberi dorongan moral yang besar untuk menjalani pertandingan-pertandingan selanjutnya. Ia berharap atmosfer GBLA kembali memberikan energi tambahan, seperti yang di rasakannya saat melawan Persija.

Baginya, perjalanan musim ini masih panjang. Kemenangan, cedera, rehat, hingga perubahan skuad adalah bagian dari cerita besar yang sedang di tulis Persib. Dan di antara semua itu, duel melawan Persija akan selalu menjadi bab yang sulit di lupakan, sebuah malam penuh gairah yang membekas dalam ingatan Alfeandra Dewangga.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *