Maungpersib.com – Pertandingan kelima Grup G AFC Champions League Two (ACL Two) 2025/26 semakin mendekat. Persib Bandung tengah memasuki fase krusial dalam upaya memastikan tiket ke babak knock-out. Namun, di tengah persiapan intens ini, perhatian publik tertuju pada satu nama, Federico Barba. Bek asal Italia itu masih diragukan tampil dan kondisinya terus dipantau hingga mendekati kick-off.
Lantas, seperti apa perkembangan kondisi Barba? Bagaimana sikap Bojan Hodak menghadapi situasi ini? Serta bagaimana peluang PERSIB pada duel penting melawan Lion City Sailors? Berikut pembahasan lengkapnya.
Barba Masih Diragukan Tampil, Hodak Memantau Kondisi Secara Ketat
Pelatih PERSIB, Bojan Hodak, menegaskan bahwa ia belum bisa memastikan apakah Federico Barba akan tampil pada laga di Stadion Bishan, Singapura, Rabu malam, 26 November 2025. Barba memang sudah kembali berlatih, tetapi tingkat kebugarannya masih dalam tahap penilaian. “Dia sudah kembali berlatih dan saat ini tinggal dari kami menentukan apakah dia sudah siap atau belum setelah absen dua pekan. Saya akan melihat kondisinya,” ujar Hodak.
Absennya Barba memang bukan tanpa alasan. Ia sebelumnya mengalami demam berdarah, penyakit yang memaksanya istirahat total selama dua pekan. Pemain asal Italia itu terpaksa menepi sejak laga PERSIB kontra Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, 1 November 2025 lalu. Kini, meski sudah kembali bergabung dalam sesi latihan, keputusan akhir soal tampil atau tidaknya Barba sepenuhnya bergantung pada hasil evaluasi tim pelatih dan medis.
Dampak Absennya Barba dalam Dua Pekan Terakhir
Cedera atau sakit yang menimpa pemain pilar tentu memengaruhi persiapan tim. Dalam kasus Barba, ketidakhadirannya selama dua pekan memiliki sejumlah dampak signifikan:
1. Ritme Bertanding Berkurang
Sebagai bek tengah yang menjadi tulang punggung pertahanan, Barba membutuhkan kondisi fisik prima. Demam berdarah jelas membuat fisiknya menurun drastis, sehingga membutuhkan waktu untuk kembali ke intensitas permainan kompetitif.
2. Adaptasi Strategi Pertahanan
Bojan Hodak harus mencari alternatif selama Barba absen. Hal ini membuat komposisi bek tengah perlu diubah, termasuk melakukan rotasi yang memengaruhi stabilitas pertahanan.
3. Beban Tambahan bagi Lini Belakang
Tugas berat harus ditanggung pemain seperti Kakang, Nick Kuipers (jika tersedia), atau Daisuke Sato yang terkadang harus dipasang lebih defensif. Ketiadaan Barba juga sedikit banyak mengurangi kualitas build-up dari belakang, mengingat dia merupakan bek yang piawai dalam distribusi bola.
Baca juga: Federico Barba Butuh Istirahat untuk Pulihkan Kondisi
PERSIB Tetap Optimis Meski Barba Diragukan
Meski belum pasti memainkan Barba, Hodak tetap optimis menghadapi laga penting kontra Lion City Sailors. Baginya, keberadaan atau absennya satu pemain tidak akan mengurangi tekad tim untuk mengejar kemenangan. Hodak menyadari betul bahwa laga ini merupakan momen penentuan. Dengan format kompetisi yang ketat serta poin yang saling berdekatan, kemenangan atas LCS menjadi target mutlak.
“Terlepas dimainkan atau tidaknya Barba, kami tetap menargetkan kemenangan untuk lolos ke fase knock-out,” tegas Hodak. Optimisme Hodak bukan tanpa alasan. PERSIB juga memiliki kedalaman skuad yang cukup baik untuk menghadapi tekanan laga tandang. Pemain seperti Rezaldi, Sato, ataupun Kakang bisa menjadi solusi jika Barba diputuskan untuk tidak diturunkan sejak awal.
Menilik Pertemuan Pertama, PERSIB Pernah Unggul, Lalu Disamakan
Pada pertemuan pertama di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 18 September 2025, PERSIB dan Lion City Sailors bermain imbang 1-1. Pertandingan tersebut memperlihatkan duel ketat dengan tempo cepat sepanjang 90 menit. PERSIB lebih dulu unggul lewat Saddil Ramdani pada menit ke-47. Gol tersebut tercipta melalui skema serangan yang rapi, hasil kerja sama lini tengah dan sayap yang efektif.
Kebobolan di Menit Akhir yang Menyakitkan
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan sampai bubar. Pada menit 90+2, Lennart Thy mencetak gol penyama kedudukan bagi Lion City Sailors. Gol itu menjadi pukulan telak bagi PERSIB, mengingat laga nyaris berakhir.
Hasil imbang tersebut menjadi pelajaran penting bagi PERSIB. Mereka memahami bahwa LCS punya kekuatan mental dan stamina untuk mengejar ketertinggalan hingga menit akhir.
Tantangan Besar Bermain di Bishan Stadium
Bermain tandang di Singapura bukan perkara mudah. Bishan Stadium dikenal memiliki atmosfer yang cukup berbeda dari stadion-stadion di Indonesia. Beberapa tantangan yang harus dihadapi PERSIB antara lain:
1. Cuaca Lembap dan Panas
Kondisi kelembapan tinggi membuat pemain lebih cepat kelelahan. Adaptasi jadi faktor penting, terutama bagi pemain yang baru pulih seperti Barba.
2. Dukungan Penonton Tuan Rumah
Lion City Sailors memiliki basis suporter yang loyal. Sorakan dan tekanan dari tribun bisa menjadi faktor tambahan yang memengaruhi mental pemain.
3. Karakter Rumput yang Berbeda
Permukaan rumput di Bishan memiliki karakter unik, sedikit lebih cepat dan licin, sehingga membutuhkan antisipasi ekstra untuk penguasaan bola dan duel-duel fisik.
Strategi Hodak Jika Barba Tidak Tampil
Jika pada akhirnya Barba belum siap dimainkan, ada beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan Bojan Hodak:
1. Menurunkan Kombinasi Kakang, Nick / Sato
Duet ini cukup sering bermain bersama, sehingga chemistry mereka terbilang stabil. Kakang yang cepat bisa memberi tekanan pada penyerang LCS.
2. Formasi Lebih Fleksibel
Hodak bisa mengubah formasi dari 4-3-3 ke 3-5-2 atau 5-3-2 untuk memperkuat benteng pertahanan.
3. Menggunakan Playmaker dari Belakang
Jika build-up tanpa Barba terasa kurang optimal, lini tengah bisa diberi peran tambahan untuk memulai serangan lebih awal melalui gelandang seperti Marc Klok atau Abdul Aziz.
Peluang PERSIB untuk Lolos ke Knock-out
Dengan laga tersisa di Grup G, peluang PERSIB masih sangat terbuka. Namun kemenangan atas Lion City Sailors akan menjadi kunci untuk memastikan posisi aman. Berikut faktor yang mendukung peluang tersebut:
1. Konsistensi Permainan
Dalam beberapa pertandingan terakhir, PERSIB menunjukkan performa stabil sehingga momentum ini bisa menjadi modal besar.
2. Ketajaman Lini Serang
Nama-nama seperti Ciro Alves, Ezra Walian, dan Saddil Ramdani selalu menjadi ancaman nyata bagi pertahanan lawan.
3. Motivasi Ekstra Setelah Hasil Imbang di Pertemuan Pertama
PERSIB tentu ingin membalas kegagalan mempertahankan keunggulan di pertemuan pertama.
Dukungan Bobotoh Jadi Energi Tambahan
Meski bermain di luar kandang, Bobotoh selalu memberikan dukungan luar biasa. Baik yang hadir langsung maupun yang menyaksikan dari Indonesia, dukungan mereka menjadi energi positif bagi skuad Pangeran Biru. Hodak pun mengakui bahwa atmosfer dukungan dari Bobotoh selalu menambah motivasi para pemain. Momen krusial seperti ini membutuhkan energi kolektif, termasuk dari suporter.
Barba Dipantau Ketat, PERSIB Tetap Fokus Raih Kemenangan
Federico Barba masih diragukan tampil pada laga kontra Lion City Sailors, tetapi PERSIB tetap menatap pertandingan ini dengan penuh keyakinan. Kondisi Barba yang baru pulih dari demam berdarah memang perlu diperhatikan, namun skuad PERSIB memiliki kedalaman yang cukup untuk beradaptasi.
Dengan strategi matang dari Bojan Hodak, motivasi tinggi para pemain, serta dukungan besar Bobotoh, PERSIB memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan dan melangkah ke fase knock-out. Pertemuan pertama sudah memberi pelajaran, dan kini saatnya membuktikan kualitas di laga penentuan.

