Kebahagiaan Ganda Kitman PERSIB di Tahun 2025 - MaungPersib

Kebahagiaan Ganda Kitman PERSIB di Tahun 2025

Maungpersib.com – Tahun 2025 menjadi lembaran emas dalam perjalanan hidup Fikri Apriansyah, sosok di balik layar yang telah mengabdi lama sebagai kitman PERSIB Bandung. Pria yang akrab disapa Bule ini tak ragu menyebut tahun ini sebagai momen paling membahagiakan sepanjang karier dan kehidupannya. Bukan hanya karena pencapaian profesionalnya, tetapi juga karena kebahagiaan pribadi yang tak ternilai. Baginya, tahun 2025 bukan sekadar angka di kalender. Tahun ini menjadi saksi dua anugerah besar dalam hidupnya: keberhasilan PERSIB meraih back to back juara Liga 1, dan kelahiran anak pertamanya, seorang bayi laki-laki yang diberi nama Oemar Xaquille.

Bule Sosok Setia di Balik Kejayaan PERSIB

Sudah sejak tahun 2009, Bule menjadi bagian penting dari keluarga besar PERSIB. Meski bukan sosok yang kerap disorot kamera atau diwawancarai media, peran Bule sebagai kitman sangat vital dalam menjaga performa dan kenyamanan para pemain. Ia adalah orang yang bertanggung jawab atas kelengkapan perlengkapan pertandingan, dari jersey, sepatu, hingga hal-hal detail lain yang sering luput dari perhatian publik.

Kesetiaannya selama lebih dari satu dekade membuktikan dedikasinya yang luar biasa. Ia menyaksikan pasang surut perjalanan PERSIB, mulai dari masa sulit hingga momen-momen penuh kejayaan. Maka, tak heran jika ketika klub kebanggaannya sukses menjuarai Liga 1 dua musim berturut-turut, Bule merasa pencapaian itu juga miliknya.

Back to Back Juara Liga 1 Momen yang Tak Terlupakan

Menjadi juara satu kali sudah membanggakan, apalagi dua kali secara berturut-turut. PERSIB berhasil mengukir sejarah sebagai juara Liga 1 musim 2023/2024 dan mengulanginya pada musim 2024/2025. Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan para pemain dan pelatih, tetapi juga tim pendukung seperti Bule.

Alhamdulillah, tahun ini sangat berarti bagi saya pribadi. PERSIB bisa back to back juara dan puji syukur saya mendapatkan rezeki dari Allah SWT dengan kelahiran seorang putra. Kebahagiaan yang luar biasa bagi saya, ungkap Bule dengan mata berkaca-kaca.

Menyambut Sang Buah Hati,  Oemar Xaquille

Di tengah euforia kemenangan PERSIB, kebahagiaan lain datang menghampiri Bule: ia resmi menjadi seorang ayah. Sang buah hati, Oemar Xaquille, lahir dalam suasana penuh syukur dan cinta. Bagi Bule, kelahiran putranya adalah karunia yang tak ternilai.

“Rasanya seperti mimpi. Sudah lama saya menantikan momen ini. Setelah bertahun-tahun menemani tim, akhirnya saya mendapat ‘gelar’ baru, yaitu sebagai seorang ayah. Ini membuat hidup saya semakin lengkap,” ujar Bule.

Nama Oemar Xaquille pun bukan dipilih sembarangan. Ia mengaku memilih nama tersebut karena memiliki makna kuat, doa agar kelak sang anak tumbuh menjadi pribadi tangguh, cerdas, dan penuh empati.

Libur Kompetisi Waktu Berkualitas Bersama Keluarga

Setelah musim panjang yang melelahkan, para staf dan pemain mendapatkan libur kompetisi yang cukup panjang. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan Bule untuk fokus pada keluarga, terutama putra kecilnya yang baru berusia empat bulan.

“Sebelum nanti harus kerja keras lagi dengan tim, saya manfaatkan waktu libur ini untuk selalu bareng anak. Kebetulan usianya sekarang masih empat bulan. Jadi, saya tidak mau melewatkan momen sedikitpun bersama anak dan keluarga,” ucapnya penuh kasih.

Bagi Bule, setiap detik bersama keluarga kini terasa lebih berharga. Ia banyak menghabiskan waktu di rumah, menyusui si kecil dengan pelukan hangat, mengganti popok, hingga meninabobokan sang buah hati. Aktivitas sederhana yang selama ini terlewat karena kesibukannya di dunia sepak bola.

Keseimbangan Antara Karier dan Keluarga

Tidak mudah bagi pekerja di dunia olahraga profesional untuk menemukan keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi. Jadwal padat, perpindahan kota, hingga tuntutan kerja yang tinggi sering kali menyita waktu. Namun, Bule menunjukkan bahwa dengan niat dan manajemen waktu yang baik, keduanya bisa berjalan beriringan.

“Saya percaya, kalau kita bahagia di rumah, kita akan bekerja dengan lebih semangat. Anak dan istri adalah penyemangat utama saya. Mereka sumber energi yang membuat saya tetap bersemangat di lapangan,” tambahnya.

Ia pun menyampaikan harapannya agar semua orang, tak hanya pelaku sepak bola, bisa menghargai pentingnya peran keluarga dalam mendukung karier.

Loyalitas dan Dedikasi,  Nilai yang Dipegang Teguh

Selama lebih dari 15 tahun bersama PERSIB, Bule telah membuktikan arti dari loyalitas sejati. Ia hadir di saat suka dan duka, tak pernah mengeluh, dan selalu menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati. Bahkan ketika tim mengalami masa sulit, ia tetap berdiri di sisi mereka, memberikan yang terbaik dari balik layar.

Ketika ditanya apa rahasianya bisa bertahan selama itu di satu klub, Bule menjawab singkat, Cinta. Kalau sudah cinta, kita akan selalu berusaha memberikan yang terbaik.

Harapan untuk Masa Depan

Meski telah meraih dua kebahagiaan besar tahun ini, Bule tetap menyimpan banyak harapan ke depan. Ia ingin terus bekerja bersama PERSIB, menyaksikan klub kesayangannya terus menorehkan prestasi. Di sisi lain, ia juga ingin menjadi sosok ayah yang baik dan teladan bagi anaknya.

Saya ingin Oemar bangga punya ayah seperti saya. Saya ingin dia tahu bahwa kerja keras, kejujuran, dan ketulusan itu penting dalam hidup, kata Bule. Ia pun menyampaikan harapannya agar PERSIB terus berkembang dan bisa melahirkan generasi baru yang mencintai klub, baik sebagai pemain, pelatih, maupun staf.

PERSIB dan Para Pahlawan Sunyi di Balik Layar

Cerita Bule adalah pengingat bahwa kesuksesan sebuah tim bukan hanya karena para pemain bintang di lapangan. Di balik gemerlap stadion dan sorakan suporter, ada orang-orang seperti Bule yang bekerja diam-diam, jauh dari sorotan, namun memiliki peran vital.

Kitman, fisioterapis, analis video, hingga admin media sosial, mereka semua adalah roda penggerak tim yang jarang mendapatkan apresiasi. Karenanya, kisah Bule patut diangkat sebagai inspirasi, bahwa semua peran penting dan semua kontribusi berarti.

Tahun Penuh Rasa Syukur

Tahun 2025 benar-benar menjadi tahun penuh berkah dan kebahagiaan bagi Fikri “Bule” Apriansyah. Dari keberhasilan tim yang ia cintai hingga kelahiran sang buah hati, semuanya hadir sebagai anugerah dari Tuhan. Di balik peluh dan kerja kerasnya selama ini, semesta akhirnya menghadiahinya dua piala: satu dari lapangan hijau, dan satu lagi dari ruang bersalin.

Semoga kebahagiaan ini terus tumbuh, dan semangatnya tetap menyala untuk mengabdi kepada PERSIB serta keluarganya. Dan semoga kisah Bule menjadi inspirasi bahwa dalam hidup, kerja keras yang tulus tak pernah sia-sia.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *