maungpersib.com – Kemenangan Persib Bandung atas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, jadi babak baru dalam perjalanan panjang Maung Bandung. Bukan cuma soal skor tipis yang membawa tiga poin, tapi soal beban bertahun-tahun yang akhirnya luruh di bawah langit Gianyar.
Setelah empat hingga lima tahun gagal menaklukkan Serdadu Tridatu di kandang mereka, pasukan Bojan Hodak akhirnya mampu memecah kutukan yang seolah melekat di pundak Persib.
Kemenangan yang Penuh Makna
Umuh Muchtar, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) sekaligus manajer tim, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Wajahnya berseri, penuh bangga. “Ya susah sekali kita main di Bali, ada 4-5 tahun lah akhirnya baru terpecahkan. Alhamdulillah anak-anak main dengan segala cara dan semangat yang tinggi, alhamdulillah diberikan kemenangan,” ujarnya penuh haru.
Kemenangan ini bukan hanya hasil dari taktik cerdas sang pelatih, tapi juga dari tekad baja dan keinginan kuat seluruh pemain untuk menghapus trauma lama. Gianyar selalu jadi tempat sulit buat Persib. Seolah setiap kali datang, angin, rumput, dan atmosfer stadion berpihak pada tuan rumah. Tapi malam itu, sejarah berubah.
Apresiasi untuk Bobotoh
Umuh pun tak lupa memberikan apresiasi besar untuk Bobotoh, para pendukung setia yang tak pernah lelah mengiringi perjuangan Persib. “Terima kasih kepada Bobotoh semua yang membantu dan mendoakan Persib,” ucapnya. Ucapan sederhana tapi sarat makna. Karena di balik setiap kemenangan, ada doa ribuan orang yang menggema dari Bandung, dari pelosok Jawa Barat, bahkan dari luar negeri.
Bobotoh, dengan segala euforianya, seperti jantung yang terus memompa semangat ke tubuh Maung Bandung. Mereka yang rela menempuh perjalanan jauh, menahan panas, hujan, dan kekecewaan demi satu hal, melihat Persib menang.
Baca juga: Debut Alfeandra Dewangga di Laga Kontra Madura, Awal Baru bagi Sang Pangeran Bertahan
Motivasi Jelang Lawan Selangor FC
Bagi Umuh, hasil manis di Gianyar bukan sekadar tambahan poin di klasemen, tapi juga modal mental yang luar biasa. Pasalnya, Persib akan segera menghadapi laga penting di ajang AFC Champions League Two 2025 melawan Selangor FC, klub asal Malaysia yang kini jadi rival berat di Grup G. “Ini jadi motivasi buat lawan Selangor nanti. Insya Allah kita bisa menang, dan kalau draw sekali saja sudah bisa juara grup. Doakan saja ya,” kata Umuh dengan nada optimis.
Kemenangan atas Bali United memang datang di waktu yang tepat. Di tengah jadwal padat dan tekanan tinggi, Persib justru menunjukkan kedewasaan dan konsistensi yang makin matang. Dari lini belakang yang solid tanpa kebobolan di lima laga terakhir, hingga lini depan yang semakin tajam dengan pergerakan cepat para striker seperti David da Silva dan Andrew Jung.
Dorongan Moral untuk Bojan Hodak dan Tim
Bagi Bojan Hodak, ini bukan sekadar statistik. Ia tahu bagaimana pentingnya menjaga momentum. Lima kemenangan beruntun tanpa kebobolan di BRI Super League adalah cermin kestabilan tim yang sedang “klik” satu sama lain. Mental juara mulai terasa di tubuh Persib — dan kemenangan di Gianyar menegaskan bahwa mereka bukan hanya kuat di kandang, tapi juga tangguh di tanah lawan.
Dengan semangat yang membara, skuad Persib kini menjalani latihan intensif di Pulau Dewata sebelum berangkat ke Malaysia. “Latihan tetap kita lanjut di Bali, biar anak-anak tetap fokus dan adaptasi dengan kondisi sebelum berangkat ke Selangor,” ujar salah satu staf pelatih.
Rencananya, tim Maung Bandung akan terbang ke Malaysia pada Selasa, 4 November 2025, dan menghadapi Selangor FC dua hari setelahnya, tepatnya Kamis malam, 6 November 2025 waktu Indonesia Barat.
Baca juga: Dampak Positif Kehadiran Empat Pemain Baru PERSIB di Super League 2025/26
Persiapan Matang dan Fokus Penuh
Persiapan kali ini tak main-main. Bojan Hodak ingin memastikan semua pemain dalam kondisi prima. Dari penjaga gawang yang sedang tampil gemilang, Teja Paku Alam, hingga barisan bek seperti Nick Kuipers dan Eliano Reijnders yang kini jadi tembok kokoh pertahanan Persib.
Di lini tengah, duet Rezaldi Hehanusa dan Marc Klok terus bekerja keras menjaga keseimbangan tim. Sementara itu, lini depan makin hidup dengan kreativitas Ciro Alves dan determinasi tinggi dari Andrew Jung yang baru saja mencetak gol ke gawang Selangor lewat titik penalti di pertemuan sebelumnya.
Semua aspek diperhatikan, dari latihan taktik, pemulihan fisik, sampai motivasi mental. Karena Bojan tahu, di kompetisi seketat ACL 2, fokus sekecil apa pun bisa jadi pembeda antara kemenangan dan kegagalan.
Optimisme Menyala dari Bandung ke Asia
Kemenangan di Gianyar jadi simbol bahwa Persib kini bukan lagi tim yang hanya kuat di kandang. Mereka sudah berevolusi menjadi tim yang matang secara karakter dan strategi. Umuh Muchtar menyebutnya sebagai “awal baru untuk mimpi yang lebih besar”. Dengan semangat yang tak pernah padam, doa Bobotoh yang mengalir deras, dan kepercayaan diri yang terus tumbuh, Maung Bandung siap menerkam lagi.
Lawan Selangor FC nanti bukan cuma soal laga grup biasa, tapi juga ajang pembuktian bahwa Persib siap bersaing di level Asia. Malam kemenangan di Gianyar kini jadi bahan bakar bagi langkah berikutnya. Persib sudah menyalakan api kebangkitan dan tampaknya, nyala itu akan makin terang di bawah langit Malaysia nanti.

