Maungpersib.com – Selama hampir dua dekade, tepatnya sejak tahun 2007, Mes di Stadion Sidolig sudah menjadi salah satu tempat ikonik bagi Persib Bandung. Bukan hanya sekadar tempat tinggal bagi pemain, tetapi juga menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah klub Maung Bandung itu sendiri. Mes ini kerap kali menjadi saksi bisu perjuangan para pemain muda yang ingin meniti karier di dunia sepak bola profesional bersama Persib.
Namun, pada awal Juli 2025, muncul kabar yang cukup mengejutkan. Mes yang sudah melekat dengan identitas Persib Bandung tersebut kini ditempati oleh klub Liga 1 lainnya, yakni PSBS Biak. Hal ini tentu saja menimbulkan pertanyaan di kalangan pecinta sepak bola, khususnya bobotoh, sebutan untuk pendukung setia Persib Bandung. Apakah ini artinya Persib kehilangan tempat bersejarahnya? Bagaimana tanggapan manajemen Persib terkait hal ini? Mari kita bahas lebih dalam.
Persib Bandung Resmi Pindah Markas ke Stadion GBLA
Vice President PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Andang Ruhiat, dengan tegas menjelaskan bahwa sejak awal musim kompetisi 2025-2026, Persib Bandung telah merencanakan kepindahan markas latihan dan kegiatan tim ke kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Stadion yang terletak di Gedebage, Bandung Timur, ini tidak hanya menjadi tempat bertanding tetapi juga pusat pelatihan utama tim.
Tidak hanya menggunakan lapangan utama, Andang menyebut bahwa Persib juga memanfaatkan lapangan pendamping yang berada di sisi timur stadion GBLA. Lapangan ini menjadi tempat pelatihan harian pemain Persib Bandung, mulai dari latihan fisik, teknik, hingga taktik tim yang akan diterapkan di pertandingan resmi Liga 1.
Menurut Andang, langkah ini adalah bagian dari strategi jangka panjang klub untuk meningkatkan kualitas persiapan tim secara lebih terstruktur. Selain itu, tujuan lainnya adalah efisiensi operasional harian sehingga aktivitas tim lebih terpusat dan terkoordinasi dengan baik.
Alternatif Stadion Saat GBLA Direnovasi
Sebagai bagian dari perencanaan yang matang, Persib Bandung juga telah menyiapkan opsi lapangan cadangan apabila suatu saat lapangan pendamping di GBLA tidak bisa di gunakan karena pemeliharaan atau perbaikan. Stadion Sport Jabar Arcamanik di pilih sebagai opsi alternatif tersebut.
Andang mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait sejak awal, agar ketika terjadi hal-hal teknis yang tidak di inginkan di GBLA, tim tetap bisa berlatih dengan lancar tanpa mengganggu persiapan kompetisi. Pilihan Stadion Sport Jabar di Arcamanik pun di nilai sangat strategis. Selain lokasinya yang masih berada di Kota Bandung, fasilitasnya juga cukup memadai untuk mendukung aktivitas tim profesional seperti Persib.
Selain itu, Stadion Sport Jabar Arcamanik memiliki keunggulan dari segi aksesibilitas dan fasilitas penunjang seperti ruang ganti yang modern, area pemulihan fisik, serta tribun yang cukup representatif. Lingkungan sekitar stadion juga mendukung suasana latihan yang kondusif, jauh dari keramaian pusat kota namun tetap mudah di jangkau oleh pemain dan staf.
Mes Sidolig Kini Ditempati PSBS Biak, Persib Tak Ambil Pusing
Lalu bagaimana dengan Mes Sidolig yang kini di tempati oleh PSBS Biak? Ternyata, manajemen Persib Bandung sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut. Andang menegaskan bahwa Stadion Sidolig, beserta mes yang ada di dalamnya, bukanlah aset milik Persib Bandung. Fasilitas tersebut adalah milik Pemerintah Kota Bandung.
Dengan demikian, keputusan untuk menyewakan atau memanfaatkan fasilitas Sidolig kepada klub lain sepenuhnya menjadi wewenang Pemerintah Kota Bandung sebagai pemilik aset. Selama prosesnya mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku, manajemen Persib mendukung penuh penggunaan fasilitas tersebut oleh pihak lain.
“Bagi kami, hal ini bukanlah sesuatu yang perlu di persoalkan. Ini justru menunjukkan bagaimana Bandung sebagai kota sepak bola membuka diri untuk perkembangan klub-klub lain yang ingin berkontribusi dalam membangun sepak bola nasional,” jelas Andang pada Selasa, 1 Juli 2025.
GBLA Jadi Bagian Penting Identitas Persib Bandung
Dalam beberapa musim terakhir, Stadion GBLA memang sudah menjadi rumah kedua bagi Persib Bandung. Sejak stadion berkapasitas sekitar 38.000 penonton itu mulai aktif di gunakan, Persib perlahan-lahan memusatkan sebagian besar kegiatannya di sana. Kini, stadion kebanggaan warga Gedebage ini sedang dalam tahap renovasi dan penyempurnaan fasilitas, menyambut Liga 1 musim 2025-2026 yang di rencanakan bergulir pada bulan Agustus mendatang.
Renovasi ini meliputi perbaikan ruang ganti pemain, penyempurnaan area media, peningkatan kualitas rumput stadion, hingga penambahan fasilitas pendukung lainnya. Semua upaya ini bertujuan agar stadion GBLA tidak hanya sekadar tempat bertanding, tapi juga menjadi markas yang representatif bagi tim sebesar Persib Bandung.
Baca juga: Paes vs Audero: Duel Sengit Rebut Posisi Kiper Utama
Bandung, Kota Sepak Bola yang Inklusif
Lebih jauh, Andang juga menyampaikan bahwa Bandung sebagai kota sepak bola memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan ekosistem sepak bola nasional. Bukan hanya Persib Bandung yang bisa berkembang di kota ini, tetapi juga klub-klub lain yang datang dari berbagai daerah.
“Inisiatif seperti ini bagus untuk memperkuat ekosistem sepak bola nasional. Asalkan kolaborasinya sehat dan profesional, kami mendukung penuh. Bandung bisa jadi contoh kota yang ramah bagi perkembangan berbagai klub sepak bola,” ungkapnya.
Andang menegaskan, keberhasilan sepak bola Indonesia tidak hanya bergantung pada satu klub atau satu kota, melainkan pada sinergi antar semua pihak yang terlibat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang baik antar pemangku kepentingan demi kemajuan bersama.
Fokus Persib Dalam Konsistensi, Transparansi, dan Kolaborasi
Sebagai penutup, manajemen Persib Bandung menekankan tiga prinsip utama yang menjadi pegangan dalam menjalankan operasional klub, yakni konsistensi dalam perencanaan operasional, transparansi dalam pengelolaan fasilitas, dan kolaborasi yang sehat antar pemangku kepentingan.
Dengan prinsip-prinsip tersebut, Persib berharap mampu menjadi bagian dari solusi bagi sepak bola Indonesia. Bukan sekadar klub yang berprestasi di lapangan, tetapi juga organisasi yang turut mendorong kemajuan industri sepak bola nasional.
“Sepak bola Indonesia butuh ekosistem yang kuat, bukan hanya soal siapa yang menang atau kalah. Ini soal bagaimana kita semua bekerja sama untuk membangun masa depan yang lebih baik,” pungkas Andang.
Kesimpulan
Perpindahan PSBS Biak ke Mes Sidolig bukanlah hal yang harus di besar-besarkan. Persib Bandung sudah sejak lama merencanakan kepindahannya ke GBLA, sebagai bagian dari strategi jangka panjang meningkatkan kualitas tim dan efektivitas operasional.
Persib menunjukkan sikap dewasa dan profesional dalam menyikapi dinamika ini. Mereka memahami bahwa Sidolig adalah aset milik pemerintah yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, selama mengikuti aturan yang berlaku.
Sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia, Persib Bandung terus berbenah, membangun fasilitas modern, dan menciptakan ekosistem sepak bola yang inklusif dan kolaboratif. Dukungan Persib terhadap penggunaan Sidolig oleh PSBS Biak adalah contoh nyata bagaimana sebuah klub besar mampu bersikap bijak demi kemajuan sepak bola secara keseluruhan.

