Serunya Aksi PERSIB Bagi-Bagi Takjil di Dago, Bobotoh Sampai Ikut Antusias - MaungPersib

Serunya Aksi PERSIB Bagi-Bagi Takjil di Dago, Bobotoh Sampai Ikut Antusias

maungpersib.com – Menjelang waktu berbuka puasa di bulan Ramadan, suasana jalanan biasanya mulai berubah. Arus kendaraan makin padat, klakson sesekali terdengar, dan orang-orang terlihat buru-buru ingin segera sampai ke rumah. Pemandangan seperti ini juga terlihat di kawasan Simpang Dago–Cikapayang, Bandung, pada Jumat, 6 Maret 2025.

Lalu lintas di kawasan tersebut bergerak cukup pelan menjelang maghrib. Bagi warga Bandung, kondisi seperti ini sebenarnya sudah biasa saat Ramadan. Banyak orang masih berada di jalan ketika azan maghrib hampir tiba. Tapi sore itu ada sesuatu yang berbeda. Di tengah kemacetan dan hiruk pikuk kendaraan, muncul dua sosok yang cukup dikenal oleh Bobotoh. Mereka adalah pemain PERSIB, Teja Paku Alam dan Adam Alis.

Keduanya terlihat berdiri di tepi jalan sambil menyapa para pengendara. Bukan untuk menuju latihan atau pertandingan, melainkan untuk berbagi takjil kepada masyarakat yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka. Aksi PERSIB Bagi-Bagi Takjil ini merupakan bagian dari kegiatan Ramadan bertajuk “Nunggu Beduk Bareng Pucuk”, sebuah kolaborasi antara PERSIB dan mitranya, Teh Pucuk Harum.

Suasana Dago Jadi Lebih Hidup Menjelang Maghrib

Biasanya, kemacetan menjelang buka puasa terasa membosankan bagi pengendara. Banyak yang sudah lapar dan lelah setelah seharian beraktivitas. Tapi suasana di Dago sore itu terasa sedikit berbeda. Di dekat lampu merah, muncul sebuah pertunjukan unik dari Pasukan Beduk Pucuk. Mereka memainkan pertunjukan perkusi dengan irama yang enerjik. Dentuman ritme yang mereka bawakan cukup keras, tapi justru bikin suasana jadi lebih hidup.

Banyak pengendara yang awalnya terlihat lelah langsung memperhatikan pertunjukan tersebut. Ada yang membuka kaca mobil, ada juga yang memperlambat kendaraan hanya untuk melihat lebih jelas.

Beberapa orang bahkan terlihat mengeluarkan ponsel mereka untuk merekam momen tersebut. Bukan setiap hari pengendara bisa melihat pertunjukan musik di tengah kemacetan, apalagi menjelang buka puasa.Suasana yang tadinya terasa sumpek karena macet, perlahan berubah jadi lebih santai dan menyenangkan.

Baca juga: Preview Borneo FC vs PERSIB, Duel Panas di Samarinda, Maung Bandung Fokus Tampil Maksimal

Teja Paku Alam dan Adam Alis Turun Langsung ke Jalan

Di tengah keramaian itu, dua pemain PERSIB terlihat berjalan dari satu kendaraan ke kendaraan lain. Mereka menyapa para pengendara sambil membagikan botol minuman untuktakjil.Ya, Teja Paku Alam dan Adam Alis benar-benar turun langsung ke jalan. Di tangan mereka sudah tersedia botol Teh Pucuk Harum yang siap dibagikan kepada masyarakat. Tidak hanya kepada Bobotoh, tapi juga kepada pengendara lain yang kebetulan masih berada di jalan saat waktu berbuka hampir tiba.

Banyak pengendara yang tampak terkejut ketika menyadari siapa yang sedang membagikan takjil tersebut. Ada yang langsung tersenyum, ada juga yang menyapa balik. Beberapa Bobotoh bahkan terlihat cukup antusias. Mereka menyempatkan diri menyapa pemain idolanya meskipun hanya sebentar di lampu merah. Momen seperti ini tentu jarang terjadi. Biasanya para pemain hanya terlihat di stadion atau di lapangan latihan. Tapi kali ini mereka hadir langsung di tengah masyarakat.

Respons Hangat dari Bobotoh dan Pengendara

Aksi berbagi takjil ini mendapat respons yang cukup positif dari masyarakat. Banyak pengendara yang terlihat senang menerima takjil secara langsung dari pemain PERSIB. Tidak sedikit juga yang mengucapkan terima kasih sambil tersenyum. Beberapa Bobotoh bahkan sempat berbincang singkat dengan Teja dan Adam Alis. Walau waktunya tidak lama karena lampu lalu lintas terus berganti, momen itu tetap terasa berkesan.

Bagi para pengendara yang masih berada di jalan, takjil tersebut tentu sangat membantu. Setidaknya mereka bisa membatalkan puasa tepat waktu meskipun belum sampai rumah. Selain itu, kehadiran pemain PERSIB di tengah jalan juga memberi kejutan kecil yang menyenangkan.

Teja Paku Alam,  Senang Bisa Menyapa Warga Bandung

Teja Paku Alam mengaku sangat senang bisa ikut terlibat dalam kegiatan berbagi takjil tersebut. Baginya, Ramadan memang selalu menjadi momen yang tepat untuk berbagi dengan sesama. Apalagi kegiatan ini memungkinkan dirinya untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Menurut Teja, banyak warga Bandung yang masih berada di jalan ketika waktu berbuka tiba.

Karena itu, kegiatan seperti ini bisa menjadi cara sederhana untuk membantu mereka. Ia juga berharap kehadiran mereka di jalan bisa memberi sedikit kebahagiaan bagi para pengendara. Bukan hanya sekadar membagikan minuman, tapi juga menghadirkan suasana Ramadan yang lebih hangat.

Pengalaman Baru bagi Adam Alis

Sementara itu, Adam Alis mengaku kegiatan ini merupakan pengalaman yang cukup baru baginya. Ia belum pernah sebelumnya berbagi takjil secara langsung di tengah jalan seperti ini. Namun justru itulah yang membuat pengalaman ini terasa seru. Menurut Adam, bertemu langsung dengan banyak Bobotoh di jalan memberikan kesan yang berbeda. Biasanya mereka bertemu di stadion, tapi kali ini suasananya jauh lebih santai. Ia juga merasa senang melihat respons positif dari masyarakat yang menerima takjil tersebut. Apalagi kegiatan ini juga dilakukan sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Kenapa Dago Jadi Lokasi Pilihan?

Kawasan Dago dipilih bukan tanpa alasan. Daerah ini dikenal sebagai salah satu titik dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi di Bandung.Menjelang maghrib, kawasan ini sering dipadati kendaraan dari berbagai arah. Banyak orang yang masih berada di perjalanan pulang ketika waktu berbuka hampir tiba.

Situasi ini sebenarnya cukup umum terjadi di kota besar. Aktivitas kerja, kemacetan, dan jarak tempuh sering membuat seseorang belum sampai rumah saat azan berkumandang.Karena itu, kegiatan berbagi takjil di jalan seperti ini terasa sangat relevan. Pengendara yang masih berada di jalan tetap bisa membatalkan puasa dengan nyaman tanpa harus menunggu terlalu lama.

Ramadan Jadi Momen Berbagi yang Bermakna

Bulan Ramadan memang identik dengan kegiatan berbagi. Banyak komunitas, organisasi, maupun perusahaan yang memanfaatkan momen ini untuk melakukan aksi sosial. Kegiatan berbagi takjil menjadi salah satu yang paling sering dilakukan. Selain sederhana, kegiatan ini juga sangat bermanfaat bagi orang yang sedang dalam perjalanan.

Kolaborasi antara PERSIB dan Teh Pucuk Harum dalam kegiatan ini menjadi contoh bagaimana olahraga dan komunitas bisa terhubung dengan masyarakat. Tidak hanya soal sepak bola, tapi juga tentang kebersamaan.

Kolaborasi yang Mendekatkan Klub dengan Fans

PERSIB selama ini dikenal memiliki basis suporter yang sangat besar. Bobotoh bukan hanya sekadar penonton di stadion, tapi juga bagian penting dari perjalanan klub. Karena itu, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung seperti ini terasa sangat berarti. Melalui aktivitas Ramadan seperti “Nunggu Beduk Bareng Pucuk”, PERSIB ingin menunjukkan bahwa klub ini tidak hanya hadir di lapangan pertandingan.

PERSIB juga ingin tetap dekat dengan kehidupan sehari-hari para pendukungnya. Bagi Bobotoh, melihat pemain idolanya turun langsung ke jalan tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Baca juga: Emil Audero dan Maarten Paes Mengunci Pos Kiper Timnas Indonesia, Tantangan Serius Bagi Kiper Lokal

Kampanye “Abis Beduk Teguk Pucuk”

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kampanye Ramadan bertajuk “Abis Beduk Teguk Pucuk” Kampanye tersebut ingin mengingatkan bahwa momen berbuka puasa adalah waktu yang spesial. Banyak orang menunggu momen ini setelah seharian menahan lapar dan haus. Karena itu, minuman segar sering menjadi pilihan utama untuk membatalkan puasa.Melalui kegiatan ini, Teh Pucuk Harum ingin hadir sebagai teman berbuka yang praktis bagi masyarakat yang masih berada di perjalanan. Apalagi dalam kondisi macet, memiliki minuman yang siap diminum tentu sangat membantu.

Momen Sederhana yang Bikin Ramadan Lebih Berkesan

Kadang, hal kecil justru bisa menciptakan kenangan yang cukup berarti. Seperti yang terjadi di Simpang Dago sore itu. Kemacetan yang biasanya terasa membosankan berubah menjadi momen yang lebih menyenangkan. Ada pertunjukan musik, ada aksi berbagi takjil, dan ada juga kesempatan bertemu langsung dengan pemain PERSIB. Bagi sebagian pengendara, mungkin ini hanya kejadian singkat di lampu merah. Tapi bagi yang mengalaminya, momen itu bisa jadi cerita menarik yang diingat cukup lama.

Aksi berbagi takjil yang dilakukan PERSIB bersama Teh Pucuk Harum di kawasan Dago menunjukkan bahwa Ramadan selalu punya cara untuk menghadirkan kebersamaan. Di tengah kemacetan dan kesibukan kota, masih ada ruang untuk berbagi dan saling menyapa.Kehadiran Teja Paku Alam dan Adam Alis di jalan bukan hanya sekadar membagikan minuman. Mereka juga membawa semangat kebersamaan yang terasa hangat di bulan suci.

Lewat kegiatan seperti “Nunggu Beduk Bareng Pucuk”, PERSIB kembali menunjukkan bahwa klub ini bukan hanya milik stadion, tapi juga milik masyarakat. Dan bagi Bobotoh yang kebetulan berada di Dago sore itu, momen berbuka puasa mereka jelas terasa sedikit lebih spesial.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *