maungpersib.com – Profil Simon Tahamata kembali menjadi sorotan setelah namanya dirumorkan akan bergabung dengan Timnas Indonesia sebagai head of talent scouting atau kepala pemandu bakat. Sosok legendaris yang pernah bersinar bersama Ajax Amsterdam ini memang memiliki darah Indonesia, tepatnya Maluku, sehingga tidak mengherankan bila wacana keterlibatannya di sepak bola Indonesia begitu menarik perhatian.
Rumor ini mulai mencuat sejak awal tahun 2025, dan terus berkembang hingga Simon dikabarkan segera diresmikan oleh PSSI untuk menempati posisi penting dalam sistem pembinaan pemain muda Indonesia.
Lantas, siapakah sebenarnya Simon Tahamata? Bagaimana kariernya di lapangan hijau hingga akhirnya terlibat dalam pembinaan bakat muda di berbagai klub Eropa? Mari kita simak profil lengkapnya.
Latar Belakang dan Asal Usul Simon Tahamata
Simon Melkianus Tahamata lahir di Vught, Belanda, pada 26 Mei 1958. Dari nama belakangnya saja, sudah dapat ditebak bahwa ia memiliki keturunan Indonesia. Ya, darah Maluku mengalir dalam dirinya. Orang tuanya adalah warga Maluku yang datang ke Belanda pada dekade 1950-an, disebut sebagai simpatisan Republik Maluku Selatan (RMS) yang diasingkan ke Belanda pasca-konflik politik di Indonesia.
Identitas keturunan Indonesia ini tetap melekat kuat dalam diri Tahamata meski besar di Eropa. Bahkan, hingga kini, ia masih dikenal dekat dengan komunitas Maluku di Belanda dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang berhubungan dengan asal-usulnya.
Perjalanan Karier Simon Tahamata Sebagai Pemain Profesional
Simon Tahamata memulai karier sepak bolanya di usia muda dan berhasil menembus skuad utama Ajax Amsterdam pada tahun 1976. Selama empat tahun (1976–1980), ia menjadi andalan lini tengah klub raksasa Eredivisie itu. Bersama Ajax, Tahamata dikenal sebagai pemain lincah dengan dribbling yang memukau serta visi bermain yang luar biasa.
Setelah masa gemilang di Ajax, Tahamata melanjutkan kariernya ke Standard Liege di Belgia (1980–1984). Di klub ini, performanya terus menanjak. Ia membantu klub tersebut meraih sejumlah prestasi domestik dan tampil gemilang di kompetisi Eropa.
Kariernya berlanjut ke klub besar lainnya di Belanda, yaitu Feyenoord (1984–1987), sebelum akhirnya ia bermain untuk dua klub Belgia lainnya: Beerschot (1987–1990) dan Germinal Ekeren (1990–1996), di mana ia akhirnya mengakhiri karier profesionalnya.
Secara total, Tahamata mencatatkan lebih dari 500 pertandingan profesional dengan lebih dari 100 gol di level klub. Sebuah angka yang menunjukkan konsistensi dan kontribusi besar di setiap klub yang ia bela.
Karier Internasional Bersama Timnas Belanda
Meski memiliki darah Indonesia, Simon Tahamata memilih untuk membela Timnas Belanda di level internasional. Ia melakoni debutnya bersama De Oranje pada tahun 1979, dan memperkuat tim nasional Belanda hingga 1986. Total ia mencatatkan 22 caps dan mencetak 2 gol untuk tim nasional Belanda.
Keputusan membela Belanda tentu bukan hal yang aneh, mengingat pada masa itu, Indonesia belum memiliki sistem naturalisasi atau pendekatan untuk menarik pemain keturunan ke dalam Timnas.
Meski demikian, Tahamata tetap di kenal sebagai salah satu pemain keturunan Indonesia tersukses di Eropa sepanjang sejarah. Namanya kerap di bahas di berbagai forum sepak bola nasional, terutama ketika membahas kiprah diaspora Indonesia di dunia sepak bola.
Kiprah sebagai Pelatih dan Pemandu Bakat
Setelah pensiun sebagai pemain, Simon Tahamata tidak serta-merta meninggalkan dunia sepak bola. Ia melanjutkan kariernya sebagai pelatih dan pemandu bakat, dengan fokus utama di pengembangan pemain muda.
Beberapa klub yang pernah ia latih antara lain:
Standard Liege (1996–2000) – Melatih tim muda.
Beerschot (2000–2004) – Bertanggung jawab atas pengembangan talenta muda.
Ajax Amsterdam (2004–2009, 2014–2024) – Fokus pada akademi muda Ajax yang sangat terkenal sebagai penghasil pemain bintang.
Al-Ahli Arab Saudi (2009–2014) – Mengisi posisi pelatih teknik dan pembinaan usia dini.
Di Ajax, peran Simon sangat penting. Ia di kenal sebagai mentor bagi banyak pemain muda yang kini menjadi bintang. Teknik dasar, etika bermain, dan kedisiplinan adalah nilai-nilai yang selalu ia tekankan dalam pelatihan.
Kaitan dengan Timnas Indonesia dan PSSI
Isu bergabungnya Simon Tahamata dengan Timnas Indonesia mulai ramai di perbincangkan pada Januari 2025. Saat itu, ia sempat di sebut-sebut akan mengisi beberapa posisi penting, mulai dari staf pelatih hingga Direktur Teknik PSSI. Namun, rumor tersebut mereda seiring waktu, meski tidak sepenuhnya padam.
Kini, nama Simon kembali mencuat. Ia di rumorkan akan di angkat sebagai kepala pemandu bakat Timnas Indonesia. Posisinya di anggap strategis untuk membentuk pondasi regenerasi pemain muda, terutama dari kelompok di aspora atau talenta berbakat di luar negeri.
Langkah PSSI mendekati Tahamata di nilai sangat tepat, mengingat pengalamannya membina pemain muda di level top Eropa. Jika benar-benar bergabung, perannya bisa menjadi aset besar dalam membentuk skuad Garuda masa depan.
Antusiasme Komunitas dan Media Belanda
Ketertarikan Simon untuk kembali terlibat dalam dunia sepak bola Indonesia juga di sorot oleh media-media di Belanda. Beberapa media menyebut bahwa Tahamata merasa antusias bisa berkontribusi untuk tanah leluhurnya. Ia di kabarkan tertarik dengan visi jangka panjang Timnas Indonesia, apalagi kini di pimpin oleh sejumlah nama besar, seperti Patrick Kluivert yang di kabarkan juga akan bergabung dalam struktur kepelatihan Timnas.
Media Belanda bahkan menyebutkan bahwa kombinasi antara Kluivert dan Tahamata bisa menciptakan sistem pembinaan pemain yang kokoh, modern, dan berstandar Eropa, namun tetap mengedepankan karakter lokal.
Harapan dan Potensi Masa Depan
Jika benar Simon Tahamata bergabung dengan Timnas Indonesia, ini bisa menjadi langkah strategis untuk membenahi pembinaan usia dini. Indonesia memiliki banyak talenta muda potensial, namun sering kali belum mendapat pembinaan yang optimal sejak dini.
Dengan hadirnya sosok seperti Tahamata, harapan akan munculnya generasi emas sepak bola Indonesia bukan sekadar mimpi. Ia dapat memperkenalkan sistem scouting yang efektif, program pelatihan teknik individu, hingga pencarian pemain diaspora di Eropa yang belum tergali potensinya.
Profil Simon Tahamata adalah potret inspiratif dari seorang legenda sepak bola Eropa yang memiliki akar Indonesia. Karier cemerlangnya sebagai pemain, kontribusinya dalam membina generasi muda, serta potensi keterlibatannya dalam proyek besar PSSI menjadikan namanya layak untuk terus di bicarakan.
Apabila rumor ini menjadi kenyataan, maka Indonesia bukan hanya mendapatkan seorang pelatih, tetapi mentor, pembina, dan tokoh penting dalam membentuk masa depan sepak bola nasional. Semoga niat baik ini terwujud dan menjadi titik balik kebangkitan sepak bola Indonesia di level Asia bahkan dunia.
Jika anda ingin mengikuti perkembangan terbaru seputar kabar Simon Tahamata dan Timnas Indonesia, pantau terus berita olahraga terpercaya dan situs resmi PSSI.

