maungpersib.com – Persib Bandung kembali melangkah dengan ambisi besar di musim baru BRI Super League 2025/2026. Klub kebanggaan warga Jawa Barat ini datang dengan kekuatan yang lebih solid, aroma optimisme yang lebih pekat, dan ekspektasi yang menggantung di langit-langit Stadion Si Jalak Harupat.
Di bawah racikan tangan dingin pelatih Bojan Hodak, Maung Bandung menatap kompetisi dengan tekad untuk tak sekadar bersaing, tapi merebut mahkota juara yang telah lama mereka incar.
Persib Bandung dan Status “Klub Kaya”
Musim ini, Persib menjadi sorotan bukan hanya karena performanya di lapangan, tetapi juga karena komposisi pemainnya yang disebut-sebut mewah. Dua pemain berlabel Timnas Indonesia, Thom Haye dan Eliano Reijnders, resmi bergabung. Nama mereka saja sudah cukup membuat banyak klub lain menelan ludah iri. Kedua pemain tersebut datang bukan dengan harga murah. Kabarnya, kontrak Thom Haye mencapai angka fantastis, sekitar 17 miliar rupiah per musim.
Begitu pula dengan Reijnders yang disebut memiliki nilai kontrak besar. Kehadiran dua pemain naturalisasi ini jelas menambah kualitas di lini tengah Persib, menjadikan permainan mereka lebih cair dan berbahaya di setiap lini. Namun, di tengah sorotan soal finansial klub, Umuh Muchtar selaku Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menegaskan satu hal, uang dan nama besar bukanlah jaminan kesuksesan.
“Bukan masalah Thom Haye-nya atau pemain bagus-bagus. Yang penting itu kekompakannya,” ujar Umuh dengan nada tegas di Bandung, kemarin. Pernyataan itu seperti tamparan halus bagi mereka yang menilai kekuatan Persib hanya dari gemerlap nama-nama besar. Umuh ingin menekankan, sepak bola bukan hanya soal statistik atau nilai kontrak, tapi tentang kebersamaan, semangat, dan harmoni di ruang ganti.
Filosofi Bojan Hodak, Tim Lebih dari Sekadar Bintang
Pelatih Bojan Hodak dikenal sebagai sosok yang tegas dan visioner. Ia bukan tipe pelatih yang memanjakan pemain bintang. Filosofinya sederhana namun tajam, kerja keras mengalahkan bakat jika bakat tak bekerja keras. Hodak memahami bahwa membangun tim sekuat Persib bukan hanya urusan teknis di lapangan. Ia harus menjaga ego para pemain bintang agar bisa selaras dalam satu irama permainan.
Di tangan pelatih asal Kroasia ini, setiap pemain baik lokal maupun asing memiliki peran penting dalam puzzle besar bernama “kemenangan.” Dengan komposisi pemain asing penuh sesuai regulasi (11 pemain), Persib kini berada di jalur yang tepat untuk menantang siapa pun. Kehadiran mereka di dua ajang bergengsi, BRI Super League dan AFC Champions League Two, menjadi bukti keseriusan manajemen dalam menancapkan nama Persib di level nasional dan internasional.
Jadwal Lengkap Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026
Untuk para Bobotoh dan pencinta sepak bola tanah air, berikut jadwal lengkap pertandingan Persib Bandung di BRI Super League musim 2025/2026:
1. Jadwal Bulan Agustus – September:
- 9 Agustus, 15.00 WIB Persib Bandung vs Semen Padang, Skor: 2-0.
Laga pembuka yang manis. Persib tampil dominan di hadapan publik sendiri. Gol cepat di babak pertama menjadi pembuka pesta kemenangan, seolah menjadi pertanda bahwa Maung Bandung siap menerkam siapa pun.
- 18 Agustus, 19.00 WIB: Persijap vs Persib, Skor: 2-1
Pertandingan yang menjadi pelajaran penting. Meski kalah tipis, performa Persib tetap menjanjikan. Bojan Hodak menilai hasil ini sebagai momen refleksi untuk memperkuat lini belakang yang sempat goyah.
- 24 Agustus, 15.30 WIB: PSIM vs Persib, Skor: 1-1
Pertarungan sengit di kandang lawan. Persib sempat tertinggal namun berhasil menyamakan kedudukan di menit akhir lewat aksi individu menawan dari Marc Klok.
- 31 Agustus, 19.00 WIB: Persib vs Borneo, Ditunda
Laga yang seharusnya menjadi duel gengsi tertunda karena jadwal padat dan komitmen Persib di ajang Asia.
- 12 September, 15.30 WIB: Persib vs Persebaya, Skor: 1-0
Pertandingan penuh gengsi antara dua tim besar. Gol tunggal dari Ciro Alves di menit ke-78 menjadi pembeda. Stadion bergemuruh, suasana Bandung pun seakan berpesta.
- 22 September, 15.30 WIB: Arema vs Persib, Skor: 1-2
Kemenangan tandang yang dramatis. Persib menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan di babak kedua.
- 27 September, 19.00 WIB: Persita vs Persib, Skor: 2-1
Kekalahan pahit yang menjadi cambuk bagi tim. Persita tampil agresif, sementara Persib tampak kehilangan fokus di menit-menit akhir.
2. Jadwal Bulan Oktober – November:
- 5 Oktober, 19.00 WIB: Persib vs PSM, Skor: 1-1
Laga berat yang berakhir imbang. Kedua tim saling menekan, tapi penyelesaian akhir menjadi masalah utama bagi Maung Bandung.
- 17 Oktober, 19.00 WIB: PSBS vs Persib, Skor: 0-3
Persib tampil garang. Ramon Tanque mencetak dua gol dan kembali menunjukkan ketajamannya. Ini menjadi titik balik moral setelah hasil imbang di laga sebelumnya.
- 27 Oktober, 15.30 WIB: Persib vs Persis
Pertandingan yang sangat dinanti. Persib ingin melanjutkan tren positif di kandang, sementara Persis bertekad mencuri poin. Laga ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Saddil Ramdani setelah tampil emosional di laga sebelumnya.
- 1 November, 19.00 WIB: Bali United vs Persib
Duel klasik antara dua kekuatan besar. Atmosfer di Stadion Kapten I Wayan Dipta selalu panas setiap kali Persib datang. Ini akan jadi laga penentuan posisi papan atas klasemen.
- 9 November, 19.00 WIB: Malut United vs Persib
Laga tandang panjang yang menguras tenaga. Persib harus mengelola stamina dan rotasi pemain dengan baik agar tak kehilangan momentum.
- 21 November, 19.00 WIB: Persib vs Dewa United
Laga pamungkas bulan November yang diyakini akan penuh drama. Persib bertekad menutup bulan dengan kemenangan dan menjaga asa di jalur juara.
Baca juga: Uilliam Barros, Pahlawan Kemenangan Tipis Lawan Persebaya di Super League 2025/2026
Tantangan Berat di Depan
Meski hasil-hasil awal cukup menjanjikan, Persib masih harus berhati-hati. Jadwal padat dan tekanan tinggi bisa menjadi ujian mental bagi para pemain. Kompetisi yang semakin ketat membuat setiap poin terasa berharga.
Selain itu, keikutsertaan Persib di AFC Champions League Two 2025 juga menambah tantangan tersendiri. Mereka harus pandai menjaga keseimbangan antara ambisi di kancah domestik dan penampilan di level Asia. Rotasi pemain, pengelolaan fisik, dan strategi menjadi kunci utama agar tim tetap konsisten.
Harapan Umuh Muchtar dan Suara Bobotoh
Umuh Muchtar berharap seluruh elemen tim tetap fokus dan tidak terlena dengan hasil sementara. Ia ingin para pemain menjaga disiplin, tetap rendah hati, dan terus berjuang dengan semangat “Sabilulungan” yang menjadi identitas Persib.
Sementara itu, para Bobotoh tetap setia di belakang tim kebanggaannya. Suara mereka menggema di tribun, menyulut api semangat bagi setiap pemain. Bagi mereka, Persib bukan sekadar klub, tapi bagian dari kehidupan, dari darah, dari cerita panjang perjuangan dan kebanggaan.
Mimpi yang Tak Pernah Padam
BRI Super League 2025/2026 baru saja dimulai, namun aroma rivalitas dan semangat juang sudah terasa membara. Persib Bandung, dengan segala kekuatan dan tantangannya, kembali menulis babak baru dalam kisah panjang mereka di dunia sepak bola Indonesia.
Entah berakhir dengan trofi di tangan atau air mata di pipi, perjalanan ini tetap akan dikenang. Karena bagi Persib, setiap langkah di lapangan adalah bentuk cinta. Dan cinta itu tak akan pernah padam.

