Maungpersib.com – Akademi PERSIB Putri kembali menunjukkan taringnya di dunia sepak bola wanita Indonesia. Tim muda Maung Bandung ini berhasil mencatatkan kemenangan telak 11-0 atas Young Tigers pada leg pertama final Piala Pertiwi Regional Jawa Barat yang di gelar di Stadion IPDN Sumedang, Selasa, 21 Oktober 2025.
Kemenangan besar ini bukan hanya mencerminkan kekuatan serangan Akademi PERSIB Putri, tetapi juga memperlihatkan konsistensi dan kedisiplinan dalam bermain. Pertandingan yang berlangsung di bawah cuaca cerah itu menjadi bukti nyata betapa matangnya persiapan tim asuhan Imam Nurjaman dalam menghadapi kompetisi bergengsi ini.
Dengan hasil yang begitu mencolok, Akademi PERSIB Putri kini memiliki modal besar menjelang leg kedua yang akan di gelar pada Kamis, 23 Oktober 2025. Namun, pelatih kepala menegaskan bahwa euforia kemenangan besar tidak boleh membuat timnya lengah.
Parade Gol, Neng Resti Jadi Bintang di Laga Final
Nama Neng Resti Agustiani menjadi sorotan utama dalam laga ini. Striker muda berbakat itu tampil luar biasa dengan memborong lima gol sekaligus, masing-masing pada menit ke-2, 8, 13, 24, dan 40. Performa gemilang Neng Resti tidak hanya menunjukkan naluri golnya yang tajam, tetapi juga membuktikan efektivitas pola serangan yang di terapkan oleh sang pelatih.
Enam gol lainnya pun datang dari berbagai pemain lain yang menunjukkan keseimbangan tim dalam hal produktivitas. Zahra N. Agustin (20’), Yulia D. Julianti (22’), Siti N. Sadiah (32’), Sisil M. Putri (67’), Nindry Ayu (77’), dan Shela R. Sahara (77’)turut mencatatkan namanya di papan skor.
Kombinasi serangan dari sisi sayap dan tengah, serta kemampuan membaca ruang dari setiap pemain membuat Young Tigers kewalahan sejak awal pertandingan. Tempo tinggi dan pressing ketat yang di terapkan Akademi PERSIB Putri menjadi kunci utama dominasi mereka.
Evaluasi Sang Pelatih, Kemenangan Besar Bukan Alasan untuk Puas
Meski menang dengan skor mencolok, pelatih Akademi PERSIB Putri, Imam Nurjaman, menegaskan bahwa dirinya belum sepenuhnya puas dengan performa tim. Menurutnya, laga final ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi kelemahan yang masih muncul di lapangan.
“Bagi kami, dua pertandingan di final ini jadi ajang untuk mencari kelemahan. Anak-anak sudah dipersiapkan sejak lama dan terus berlatih, tapi kalau ingin melangkah ke putaran nasional, tentu permainan harus lebih baik lagi,” ujar Imam selepas pertandingan. Sang pelatih juga menyoroti penurunan intensitas permainan di babak kedua. Beberapa pergantian pemain yang dilakukan justru memperlihatkan adanya celah dalam koordinasi dan transisi antar lini.
“Di babak kedua, kami kehilangan intensitas permainan. Kami memang melakukan pergantian pemain karena ingin melihat kemampuan mereka dalam menyerang dan bertahan. Namun, setelah rotasi dilakukan, terlihat ada sedikit penurunan dalam hal itu,” tambahnya. Evaluasi ini menunjukkan bahwa kemenangan besar tidak membuat tim terlena. Justru sebaliknya, Imam ingin memastikan setiap pemain memahami pentingnya konsistensi permainan selama 90 menit penuh.
Fokus ke Leg Kedua, Jaga Intensitas dan Rotasi Pemain
Menatap leg kedua final Piala Pertiwi Jawa Barat, Imam Nurjaman berencana kembali melakukan rotasi pemain. Strategi ini bukan hanya untuk menjaga stamina tim utama, tetapi juga memberi kesempatan bagi pemain-pemain muda untuk menunjukkan kualitas mereka. “Kami masih punya satu pertandingan lagi.
Saya berharap pemain-pemain pengganti bisa lebih menunjukkan kontribusinya terhadap tim agar intensitas permainan tetap terjaga sampai akhir,” kata Imam optimistis. Pelatih asal Jawa Barat ini ingin memastikan bahwa seluruh pemain mendapat pengalaman bertanding di laga penting seperti final.
Hal ini menjadi bagian dari proses pembinaan yang dilakukan di Akademi PERSIB Putri, bukan sekadar mengejar trofi, tetapi juga membentuk mental juara di usia muda.
Strategi dan Filosofi Permainan Akademi PERSIB Putri
Akademi PERSIB Putri dikenal dengan gaya permainan menyerang yang cepat dan efisien. Tim ini mengandalkan umpan-umpan pendek, pergerakan tanpa bola yang dinamis, serta pressing tinggi sejak lini depan. Filosofi permainan ini diterapkan sejak awal pembentukan tim akademi sebagai bagian dari sistem pembinaan PERSIB secara menyeluruh.
Di bawah asuhan Imam Nurjaman, para pemain muda dididik untuk memahami taktik modern, disiplin posisi, dan mental kompetitif. Setiap sesi latihan tidak hanya fokus pada teknik individu, tetapi juga kerja sama tim dan komunikasi antar pemain.
Dalam laga melawan Young Tigers, filosofi itu terlihat jelas. Akademi PERSIB Putri tampil dengan penguasaan bola dominan, sirkulasi cepat, dan kemampuan eksploitasi ruang di area pertahanan lawan. Hasilnya, serangan demi serangan mengalir tanpa henti hingga menciptakan 11 gol.
Kiprah Akademi PERSIB Putri di Piala Pertiwi Jawa Barat
Keberhasilan menembus final dan meraih kemenangan besar ini bukanlah kejutan. Sepanjang turnamen, Akademi PERSIB Putri tampil konsisten dengan catatan gol produktif dan pertahanan yang solid. Sejak babak penyisihan, mereka mencatatkan kemenangan demi kemenangan dengan skor mencolok. Kedisiplinan dalam latihan, manajemen waktu, serta dukungan dari manajemen PERSIB dan tim pelatih menjadi kunci sukses perjalanan mereka.
Selain menjadi ajang pembinaan, Piala Pertiwi juga merupakan wadah bagi pencarian bakat muda potensial yang kelak bisa memperkuat tim nasional Indonesia Putri. Melalui performa seperti ini, Akademi PERSIB Putri berpotensi menjadi lumbung pemain masa depan bagi sepak bola wanita tanah air.
Dukungan Penuh dari Manajemen dan Suporter
Kemenangan besar ini juga disambut antusias oleh para pendukung PERSIB, baik di stadion maupun di media sosial. Dukungan moral dari bobotoh menjadi energi tambahan bagi para pemain muda untuk terus tampil percaya diri.
Manajemen PERSIB juga memberikan apresiasi atas kerja keras tim akademi. Dalam beberapa tahun terakhir, klub memang gencar membangun sistem pembinaan dari usia dini, termasuk tim putri. Langkah ini sejalan dengan komitmen PERSIB untuk berkontribusi dalam pengembangan sepak bola wanita Indonesia.
Harapan ke Depan, Menatap Putaran Nasional dengan Percaya Diri
Dengan modal kemenangan 11-0, Akademi PERSIB Putri berada di atas angin untuk lolos ke putaran nasional Piala Pertiwi 2025. Namun, sang pelatih menegaskan bahwa tim tidak boleh menganggap remeh pertandingan leg kedua.
Fokus utama mereka adalah menjaga performa, memperbaiki detail kecil, dan memastikan semua pemain siap secara mental maupun fisik. Target utama bukan hanya menang, tetapi menampilkan permainan yang solid dan berkarakter. Jika mampu mempertahankan kualitas permainan seperti ini, Akademi PERSIB Putri berpeluang besar membawa nama Jawa Barat berjaya di tingkat nasional.
Kemenangan yang Lebih dari Sekadar Skor
Kemenangan 11-0 atas Young Tigers bukan sekadar hasil gemilang di papan skor. Lebih dari itu, laga ini menjadi simbol kemajuan pembinaan sepak bola wanita di Jawa Barat, khususnya di tubuh Akademi PERSIB. Di bawah komando Imam Nurjaman, para pemain muda terus tumbuh, bukan hanya dalam kemampuan teknis, tetapi juga dalam mental bertanding dan semangat sportivitas. Kemenangan besar ini adalah hasil kerja keras, disiplin, dan dedikasi seluruh tim.
Dengan persiapan matang dan semangat juang tinggi, Akademi PERSIB Putri kini melangkah mantap menuju putaran nasional Piala Pertiwi 2025, membawa harapan baru bagi masa depan sepak bola wanita Indonesia.

