Maungpersib.com – Bojan Hodak tak bisa menyembunyikan rasa waswas jelang Piala Presiden 2025. Ia mengingat betul kejadian pahit musim lalu. Febri Hariyadi harus menepi lama akibat cedera serius di ajang pramusim tersebut. Kali ini, Hodak enggan mengulangi kesalahan yang sama.
Kekhawatiran Hodak bukan tanpa alasan. Turnamen seperti Piala Presiden memang berguna sebagai ajang pemanasan. Tapi di sisi lain, ada risiko besar. Terutama bagi pemain yang belum dalam kondisi fit sepenuhnya. Dengan jadwal padat di Liga 1 dan ACL Two, kebugaran skuad jadi prioritas utama.
Pelatih asal Kroasia itu belajar dari pengalaman. Ia kini memilih pendekatan berbeda. Piala Presiden bukan tempat bertempur habis-habisan. Tapi lebih sebagai ajang untuk membangun kekompakan dan mengukur kesiapan tim.
Cedera Febri Jadi Pengingat Pahit
Musim lalu, Febri Hariyadi mengalami cedera parah saat tampil di Piala Presiden 2024. Akibatnya, ia harus absen dalam sebagian besar laga Liga 1. Ia baru kembali menjelang akhir musim. Kehilangan Febri sangat terasa. Ia adalah pemain kunci di sisi sayap. Cedera yang dideritanya bukan hanya memengaruhi penampilannya.
Tapi juga berdampak pada stabilitas taktik tim secara keseluruhan. Bagi Hodak, kejadian itu menjadi pelajaran besar. Ia sadar bahwa memforsir pemain di awal musim hanya akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Maka dari itu, musim ini ia ingin lebih hati-hati.
Fokus Persib, Matangkan Taktik, Jaga Kebugaran
Dalam pernyataan resminya, Hodak menegaskan bahwa Piala Presiden bukan target gelar. Fokus utamanya adalah menguji formasi, mengenal kemampuan pemain baru, dan membangun ritme permainan. “Musim lalu banyak pemain yang cedera. Kali ini, kami akan gunakan turnamen ini sebagai ajang persiapan,” kata Hodak.
Persib juga sudah menyusun program latihan khusus. Tujuannya jelas: mencegah kelelahan berlebih. Rotasi akan diterapkan sejak awal. Semua dipantau ketat oleh tim medis dan pelatih fisik. Hodak tak ingin pemainnya jadi korban lagi.
Persib Masuk Grup Berat
Meski berhati-hati, Persib tetap harus menghadapi tantangan berat. Di Grup B, mereka akan bertemu Dewa United dan Port FC. Dua lawan ini bukan tim sembarangan. Port FC adalah wakil Thailand yang bermain disiplin dan cepat. Sedangkan Dewa United punya lini muda yang agresif. Kedua tim ini diyakini cocok untuk menguji kedalaman skuad Persib.
“Dewa dan Port adalah tim bagus. Tapi semua tergantung pada kapan mereka memulai latihan pramusim,” ujar Hodak. Laga-laga ini dinilai penting. Bukan untuk menang, tapi untuk melihat sejauh mana kemajuan yang sudah dicapai tim.
Fisik dan Mental Jadi Prioritas
Untuk meminimalkan risiko cedera, Hodak menaruh perhatian besar pada kesiapan fisik dan mental pemain. Dalam beberapa pekan terakhir, latihan tertutup digelar. Fokusnya pada kekuatan otot inti, kelenturan, dan daya tahan tubuh.
Selain itu, teknologi pemantauan kebugaran juga diterapkan. Dengan alat GPS, detak jantung, dan sensor pemulihan otot, pelatih bisa menilai kesiapan setiap pemain. Jika ada yang belum siap, maka akan diistirahatkan. Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya Persib menjaga kebugaran pemain. Hodak tidak sedang paranoid. Ia hanya ingin menghindari kerugian besar akibat cedera seperti musim lalu.
Panggung bagi Pemain Muda dan Rekrutan Baru
Walau waspada, Hodak tetap melihat sisi positif turnamen ini. Piala Presiden bisa jadi ajang uji coba ideal bagi pemain muda dan pemain baru. Nama-nama seperti Robi Darwis, Putra Sheva, dan beberapa pemain asing anyar akan mendapat kesempatan tampil. Bahkan, rumor menyebut Uilliam Barros dan Luciano Guaycochea bakal langsung diuji coba. “Turnamen ini bagus untuk melihat seberapa cepat pemain baru bisa beradaptasi. Tapi kami tidak akan paksakan mereka jika belum fit,” tegas Hodak.
Rotasi dan Taktik Fleksibel Jadi Andalan
Musim depan jadwal sangat padat. Persib harus tampil di Liga 1 dan ACL Two. Karena itu, Hodak sudah menyiapkan sistem rotasi pemain sejak awal. Ia juga akan menerapkan beberapa formasi alternatif.
Piala Presiden akan dijadikan tempat eksperimen. Mulai dari skema tiga bek, permainan pressing tinggi, hingga kombinasi baru di lini tengah dan depan. Semua akan diuji coba di sini. Hodak tak ingin Persib hanya bergantung pada satu cara bermain. Ia ingin tim yang adaptif dan siap menghadapi berbagai situasi.
Baca juga: Persib Lepas Hingga 10 Pemain, Ryan Kurnia Juga Pamit
Dukungan Bobotoh, Antusias Tapi Dewasa
Para Bobotoh juga menyambut turnamen ini dengan semangat tinggi. Mereka ingin melihat bagaimana wajah baru skuad Persib di lapangan. Tapi antusiasme itu diimbangi dengan sikap dewasa. Di media sosial, banyak komentar yang mendukung strategi Hodak.
Mayoritas lebih memilih tim yang sehat dan utuh di Liga 1, daripada menang di pramusim tapi harus kehilangan pemain kunci. Hal ini menunjukkan adanya keselarasan antara pelatih dan suporter. Keduanya sadar bahwa target utama bukanlah kemenangan sesaat. Tapi prestasi besar di akhir musim.
Penutup
Piala Presiden 2025 akan segera dimulai. Persib Bandung menyambutnya dengan persiapan matang dan strategi hati-hati. Bojan Hodak tidak ingin mengulang kesalahan tahun lalu. Ia menempatkan kebugaran pemain sebagai prioritas utama.
Dengan dukungan tim medis, rotasi cerdas, dan pendekatan taktik yang fleksibel, Bojan Hodak dan Persib siap memanfaatkan turnamen ini sebagai batu loncatan. Bukan untuk gelar, tapi untuk membangun fondasi kuat menuju musim yang panjang dan penuh tantangan.

