maungpersib.com – Tiga poin berharga kembali diraih Persib Bandung setelah menumbangkan PSBS Biak dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga lanjutan BRI Super League 2025/2026, Jumat (17/10/2025) malam. Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan posisi Maung Bandung di papan atas klasemen, tetapi juga menjadi bukti bahwa racikan Bojan Hodak kian matang dari laga ke laga.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, itu memperlihatkan betapa dominannya Persib sejak menit awal. Dengan permainan cepat, pressing tinggi, serta kreativitas di lini tengah, Pangeran Biru tampil tanpa kompromi. Gol-gol lahir dari tiga pemain berbeda, Andrew Jung, Uilliam Barros, dan Luciano Guaycochea, yang sekaligus menunjukkan betapa meratanya kontribusi di skuad Persib musim ini.
Kemenangan tersebut membawa Persib naik ke posisi ketiga klasemen sementara, menempel ketat dua tim di atasnya. Hasil ini juga memperpanjang catatan positif mereka setelah serangkaian performa stabil di paruh pertama musim.
Formasi Tangguh Bojan Hodak
Kemenangan atas PSBS Biak tidak lepas dari kecermatan pelatih Bojan Hodak dalam memilih susunan pemain. Sejak awal, pelatih asal Kroasia itu menurunkan kombinasi pemain berpengalaman dan muda yang mampu menjaga keseimbangan permainan. Adapun starting XI Persib Bandung dalam laga tersebut adalah:
- Kiper: Teja Paku Alam
- Bek: Patricio Matricardi, Federico Barba, Eliano Reijnders, Kakang Rudianto
- Gelandang: Marc Klok, Thom Haye, Berguinho
- Penyerang: Uilliam Barros, Saddil Ramdani, Andrew Jung
Kombinasi antara pengalaman dan semangat muda terlihat jelas di lapangan. Reijnders dan Kakang menunjukkan kedisiplinan menjaga area pertahanan, sementara duet Barba–Matricardi tampil solid menghadapi tekanan balik PSBS. Di lini tengah, duet Marc Klok dan Thom Haye menjadi motor serangan dengan distribusi bola yang akurat.
Kehadiran Berguinho menambah dinamika serangan Persib. Ia menjadi penghubung yang efektif antara lini tengah dan depan, membuat aliran bola ke Andrew Jung dan Uilliam Barros berjalan mulus.
Analisis Binder Singh, “Persib Layak Menang Besar”
Pengamat sepak bola nasional, Binder Singh, memberikan apresiasi tinggi terhadap performa Persib Bandung. Melalui kanal YouTube pribadinya, Bola Bung Binder, ia menyebut kemenangan besar tersebut bukan kebetulan, melainkan hasil dari komposisi pemain yang ideal dan kerja sama tim yang solid.
“Persib Bandung layak dan wajar menang dengan skor telak, bahkan seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Bukan hanya karena PSBS Biak sedang tidak dalam performa terbaik, tapi karena starting XI yang diturunkan Bojan Hodak sangat berkualitas di semua lini,” ujar Binder.
Binder menilai sejak melihat line-up awal, ia sudah yakin Persib akan pesta gol. Menurutnya, rotasi pemain yang dilakukan Hodak juga menunjukkan bahwa pelatih memahami betul karakter dan kekuatan setiap pemain. “Begitu saya lihat nama-nama seperti Klok, Haye, Barros, dan Jung dimainkan bersamaan, saya langsung tahu Persib akan dominan. Mereka bermain dengan kecepatan, koordinasi, dan determinasi tinggi,” tambahnya.
Dominasi Persib dari Awal Hingga Akhir
Sejak peluit awal dibunyikan, Persib langsung mengambil inisiatif serangan. Mereka menekan PSBS Biak hingga ke area kotak penalti dan tidak memberi ruang bagi tim lawan untuk membangun serangan. Gol pertama tercipta pada menit ke-14 melalui aksi Andrew Jung yang memanfaatkan umpan silang matang dari Saddil Ramdani. Striker asal Korea Selatan itu dengan tenang menyontek bola ke pojok kanan gawang PSBS.
Tak butuh waktu lama, Persib menggandakan keunggulan lewat Uilliam Barros di menit ke-38. Menerima umpan terobosan dari Thom Haye, Barros menunjukkan ketajaman instingnya di depan gawang. Memasuki babak kedua, Bojan Hodak melakukan rotasi untuk menjaga intensitas permainan. Luciano Guaycochea yang masuk menggantikan Berguinho menambah daya gedor. Hasilnya, pada menit ke-75, pemain asal Argentina itu mencetak gol ketiga melalui tembakan keras dari luar kotak penalti.
Pressing Ketat yang Membuat PSBS Kewalahan
Binder Singh menilai kemenangan Persib juga ditentukan oleh keberhasilan mereka dalam melakukan pressing tinggi sepanjang laga. PSBS Biak nyaris tidak bisa keluar dari tekanan. “Saya pikir Persib akan mendapat perlawanan, tapi ternyata PSBS justru terkurung di area pertahanan sendiri. Itu karena pressing yang luar biasa dari para pemain Persib Bandung,” ungkap Binder.
Gaya bermain agresif itu membuat PSBS sulit mengembangkan permainan. Setiap kali mencoba membangun serangan dari bawah, mereka langsung kehilangan bola karena tekanan dari lini depan Persib. Thom Haye dan Marc Klok berperan besar dalam menutup ruang di tengah. Sementara Saddil dan Barros aktif menekan bek lawan untuk memaksa mereka melakukan kesalahan. Hasilnya, PSBS tercatat hanya menciptakan dua peluang berbahaya sepanjang pertandingan.
Baca juga: Cedera Ramon “Tanque” De Andrade Tidak Serius, Kabar Terbaru dari Dokter Tim Persib
Bojan Hodak, “Ini Kemenangan Kolektif”
Usai laga, pelatih Bojan Hodak menegaskan bahwa kemenangan ini bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja keras kolektif tim. “Saya bangga dengan pemain-pemain saya. Mereka tampil disiplin, fokus, dan bermain sesuai rencana. Kami tidak hanya menyerang, tapi juga bertahan dengan baik,” ujar Bojan dalam konferensi pers pasca laga.
Bojan juga menyoroti peran pemain pengganti yang mampu menjaga tempo permainan. “Luciano masuk dan langsung memberi dampak. Itu yang saya inginkan, semua pemain siap saat dibutuhkan,” tambahnya.
Pelatih berusia 53 tahun itu juga menekankan pentingnya konsistensi. Menurutnya, kemenangan besar bukan tujuan akhir, melainkan dorongan untuk tampil lebih baik di laga berikutnya.
Evaluasi untuk PSBS Biak
Di sisi lain, PSBS Biak tampak kesulitan menandingi permainan cepat Persib. Tim berjuluk Badai Pasifik itu terlihat kehilangan arah setelah kebobolan dua gol di babak pertama. Pelatih PSBS, Yeyen Tumena, mengakui bahwa anak asuhnya kalah kelas dalam hal pengalaman dan organisasi permainan. “Kami tahu Persib tim besar dengan pemain berkualitas. Tapi kami akan belajar dari laga ini. Fokus kami adalah memperbaiki mental dan memperkuat lini belakang,” ujarnya.
PSBS sendiri tengah berada di fase sulit. Dalam lima laga terakhir, mereka hanya meraih satu kemenangan dan tiga kekalahan. Kekalahan dari Persib membuat mereka tertahan di papan bawah klasemen sementara.
Statistik Pertandingan, Persib Unggul Segalanya
Dari sisi statistik, dominasi Persib terlihat jelas. Mereka unggul di hampir semua aspek permainan:
- Penguasaan bola: 67% berbanding 33%
- Tembakan ke gawang: 10 berbanding 2
- Umpan sukses: 88% berbanding 73%
- Corner kick: 7 berbanding 1
- Pelanggaran: 9 berbanding 14
Data tersebut menegaskan betapa superiornya permainan Persib sepanjang laga. Pressing tinggi, kombinasi cepat, dan efektivitas penyelesaian menjadi kunci keberhasilan mereka.
Reaksi Suporter dan Applause di Stadion
Kemenangan telak ini juga mendapat sambutan meriah dari Bobotoh yang hadir di stadion maupun menonton dari layar kaca. Tepuk tangan panjang terdengar saat peluit akhir dibunyikan, sebagai bentuk apresiasi terhadap penampilan gemilang skuad Persib.
Di media sosial, tagar #PersibMenangLagi dan #MaungBangkit sempat menjadi trending topic di X (Twitter) Indonesia. Banyak netizen memuji performa Thom Haye dan Andrew Jung sebagai dua pemain paling berpengaruh dalam laga ini.bSalah satu Bobotoh menulis, “Bukan cuma menang, tapi Persib sekarang mainnya enak ditonton. Kerja keras, kompak, dan penuh semangat!”
Persib Makin Matang Menuju Puncak
Kemenangan atas PSBS Biak menjadi sinyal kuat bahwa Persib Bandung siap bersaing di jalur juara BRI Super League musim ini. Dengan starting XI yang solid, taktik matang dari Bojan Hodak, serta dukungan penuh Bobotoh, Maung Bandung menunjukkan karakter tim besar yang tak mudah dikalahkan.
Applause yang terdengar di Maguwoharjo bukan sekadar euforia kemenangan, melainkan penghormatan atas proses panjang menuju kedewasaan permainan. Persib kini bukan hanya menang dengan skor, tapi juga menang dalam kualitas, konsistensi, dan mental juara. Jika performa seperti ini terus terjaga, bukan mustahil Persib Bandung akan kembali mengangkat trofi BRI Super League 2025/2026, dan menjadikannya simbol kebangkitan sang Pangeran Biru di tanah Nusantara.

