Maungpersib.com – Persib Bandung kembali mendapat sorotan publik setelah kiprah mereka di AFC Champions League Two 2025/2026. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keberadaan gelandang anyar Thom Haye, yang ternyata belum bisa tampil maksimal. Meski di gadang-gadang menjadi motor serangan baru Maung Bandung, nyatanya sang gelandang masih harus rela duduk di bangku cadangan.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa pemain timnas Indonesia itu masih sulit menembus starting eleven Persib di laga-laga penting? Mari kita cari tahu jawabannya, melalui penjelasan di bawah ini.
Profil Singkat Thom Haye, Rekrutan Anyar yang Dinantikan
Thom Haye adalah nama besar di kancah sepak bola Eropa sebelum akhirnya memilih bergabung dengan Persib Bandung pada 28 Agustus 2025. Pemain berusia 30 tahun itu pernah berkarier di Belanda bersama klub SC Heerenveen, NAC Breda, hingga Almere City.
Selain itu, Haye juga merupakan bagian dari Timnas Indonesia, sejak memutuskan untuk berganti kewarganegaraan. Dengan pengalaman internasional dan jam terbang tinggi, kehadirannya jelas membuat bobotoh menaruh harapan besar. Namun, kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan. Ketika banyak orang menunggu magisnya di lini tengah Persib, kondisi fisik justru menjadi penghalang utama.
Baca juga: Uilliam Barros, Pahlawan Kemenangan Tipis Lawan Persebaya di Super League 2025/2026
Datang Tanpa Kebugaran Optimal
Thom Haye bergabung dengan Persib setelah kompetisi Liga 1 dan AFC Champions League Two sudah berjalan. Saat itu, Persib sedang dalam ritme kompetisi yang padat, sementara Haye datang dari periode panjang tanpa klub.
- Musim lalu: Ia tidak memiliki klub hingga pertengahan September sebelum akhirnya berlabuh ke Almere City.
- Musim ini: Haye menganggur sejak Juni dan baru memutuskan bergabung dengan Persib pada akhir Agustus.
Kebiasaan terlalu lama libur musim panas membuat kondisi fisiknya tidak berada pada level terbaik. Inilah yang menyebabkan pelatih Bojan Hodak enggan langsung memasukkannya ke skuad utama.
Performa di Timnas Indonesia Belum Maksimal
Masalah kebugaran Thom Haye juga terlihat ketika ia membela Timnas Indonesia di jeda internasional. Dalam dua laga uji coba menghadapi Taiwan dan Lebanon, Haye hanya bermain selama 25 menit dan 30 menit.
Waktu bermain yang terbatas tersebut menunjukkan bahwa ia belum siap tampil penuh. Pelatih timnas pun tampaknya masih berhati-hati dalam mengelola kondisi fisik sang gelandang agar tidak memaksakan diri.
Bojan Hodak Masih Menahan Diri
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menilai Thom Haye masih membutuhkan waktu untuk mencapai level terbaiknya. Hodak dikenal sebagai pelatih yang realistis, ia tidak ingin memaksakan pemain yang belum sepenuhnya bugar.
Menurut Hodak, skuad Persib sudah memiliki keseimbangan di lini tengah. Dengan kehadiran Marc Klok, Dedi Kusnandar, dan Levy Madinda, lini tengah Maung Bandung tetap solid meski Haye belum banyak berkontribusi. Keputusan untuk menempatkan Haye di bangku cadangan bukan berarti ia gagal, melainkan bagian dari proses adaptasi.
Baca juga: Frans Putros Terpukau! Ini Alasan Jersey Biru Persib Jadi Spesial Baginya
Persaingan Ketat di Lini Tengah Persib
Satu hal yang perlu dicatat, lini tengah Persib saat ini dihuni pemain-pemain berkualitas. Kehadiran Thom Haye justru menambah persaingan ketat, karena di sana sudah ada beberapa pemain lainnya, seperti:
- Marc Klok: Pemain naturalisasi yang sudah menjadi jenderal lapangan tengah Persib.
- Dedi Kusnandar: Sosok pekerja keras yang konsisten menjaga keseimbangan tim.
- Levy Madinda: Gelandang asing yang piawai mengatur tempo permainan.
Dengan komposisi tersebut, Haye harus bekerja ekstra untuk bisa mendapatkan tempat. Tanpa kondisi fisik prima, sulit baginya untuk menggeser pemain yang sudah terbiasa dengan intensitas kompetisi.
Harapan Bobotoh terhadap Thom Haye
Kehadiran Thom Haye jelas menimbulkan ekspektasi besar di kalangan bobotoh. Mereka berharap pemain ini bisa menjadi sosok pembeda di ajang AFC Champions League Two, sekaligus membantu Persib bersaing di papan atas Liga 1 Indonesia.
Namun, bobotoh juga realistis. Mereka memahami bahwa adaptasi butuh waktu, apalagi jika menyangkut masalah kebugaran. Meski sempat kecewa karena Haye belum tampil penuh, dukungan tetap mengalir agar sang gelandang bisa segera pulih.
Dan dalam dunia sepak bola, kesabaran menjadi kunci penting. Persib tampaknya memilih jalur aman dengan memberikan waktu bagi Haye untuk memulihkan kondisi. Bojan Hodak kemungkinan akan mulai memberi menit bermain lebih banyak secara bertahap, baik di kompetisi domestik maupun internasional. Dengan cara ini, Haye bisa mendapatkan ritme permainan tanpa risiko cedera yang lebih besar.
Baca juga: Bobotoh Antusias Saksikan Duel Persib vs Persebaya, 20 Ribu Tiket Ludes
Peluang di Liga Champions Asia 2
Meski saat ini lebih banyak duduk di bangku cadangan, peluang Haye untuk bersinar di AFC Champions League Two masih terbuka. Kompetisi panjang dan jadwal padat akan memaksa pelatih melakukan rotasi.
Haye bisa menjadi kartu truf di laga-laga penting, terutama jika lawan membutuhkan pemain dengan visi permainan dan distribusi bola yang matang. Jika kondisinya sudah membaik, peran Haye bisa sangat vital bagi Persib.
Jalan Panjang Adaptasi Thom Haye
Bergabung dengan klub baru, apalagi di benua berbeda, tentu bukan perkara mudah. Haye tidak hanya harus mengembalikan kebugaran fisiknya, tetapi juga beradaptasi dengan gaya bermain Persib dan intensitas Liga 1 yang berbeda dengan Eropa. Proses adaptasi ini akan menentukan seberapa cepat ia bisa memberikan kontribusi nyata. Jika berhasil, Haye berpotensi menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Persib.
Dampak Kehadiran Thom Haye bagi Skema Taktik Persib
Meski belum tampil penuh, kehadiran Thom Haye tetap memberi pengaruh dalam skema taktik Persib Bandung. Haye di kenal sebagai gelandang dengan visi bermain tinggi, kemampuan passing akurat, serta kecerdikan dalam membaca situasi pertandingan. Karakteristik ini sangat di butuhkan Persib, terutama untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di AFC Champions League Two.
Bojan Hodak kemungkinan akan memanfaatkan Haye sebagai deep-lying playmaker, yaitu pemain yang mengatur tempo dari lini tengah. Dengan gaya bermain ini, Haye bisa menjadi penghubung antara lini belakang dan lini serang, sekaligus membuka ruang bagi pemain sayap maupun striker.
Selain itu, pengalaman Haye bermain di Eropa juga bisa membawa nilai tambah. Ia terbiasa dengan intensitas tinggi dan atmosfer kompetisi besar, sehingga dapat menularkan mentalitas positif bagi rekan-rekan setimnya. Jika kebugarannya sudah pulih, bukan tidak mungkin Haye akan menjadi sosok kunci dalam strategi Persib menghadapi laga-laga besar.
Baca juga: Cedera Ramon Tanque DanĀ PERSIB Siap Menunggu Pemulihan Striker Andalan
Perjuangan Baru Sang Maestro
Kisah Thom Haye bersama Persib baru saja di mulai. Meski datang dalam kondisi fisik yang belum ideal, perjalanan panjang masih menantinya. Sebagai pemain dengan pengalaman Eropa dan status gelandang timnas Indonesia, publik tentu menaruh harapan besar. Namun, sepak bola bukan hanya tentang nama besar, melainkan juga kesiapan fisik dan mental.
Kini, semuanya bergantung pada seberapa cepat Haye bisa memulihkan diri. Jika ia mampu kembali ke performa terbaik, Persib Bandung akan mendapat tambahan kekuatan yang luar biasa, baik di Liga 1 maupun di kancah AFC Champions League Two.

