Gak Banyak Gol, Tapi Tetap Dipercaya! Ini Alasan Uilliam Barros Masih Jadi Andalan Persib - MaungPersib

Gak Banyak Gol, Tapi Tetap Dipercaya! Ini Alasan Uilliam Barros Masih Jadi Andalan Persib

Maungpersib.com – Penampilan Uilliam Barros bareng Persib Bandung lagi jadi bahan obrolan panas di kalangan Bobotoh. Gimana nggak, striker asal Brasil ini lagi seret gol banget di putaran kedua Super League. Buat ukuran penyerang utama, jelas ini bikin banyak orang mulai khawatir.

Tapi yang menarik, pelatih Persib, Bojan Hodak, justru santai aja. Nggak panik, nggak buru-buru ganti, malah tetap kasih kepercayaan penuh. Jadi sebenarnya, apa sih yang di lihat Hodak dari Barros? Kenapa dia masih terus di mainkan meski jarang cetak gol? Yuk kita kupas pelan-pelan.

Performa Uilliam Barros Lagi Turun, Tapi Nggak Sepenuhnya Buruk

Kalau di lihat dari angka, memang nggak bisa di pungkiri kalau performa Uilliam Barros lagi menurun. Di putaran kedua Super League, kontribusi golnya jauh dari ekspektasi.

Gol terakhir Barros tercatat saat Persib menghadapi Madura United pada 26 Februari. Dan itu jadi satu-satunya gol yang ia cetak sampai pertengahan Maret. Sebelum itu? Bahkan lebih lama lagi. Barros terakhir kali mencetak gol sebelumnya terjadi pada 30 November tahun lalu,  dan uniknya, lawannya juga Madura United. Jadi bisa di bilang, dalam beberapa bulan terakhir, produktivitasnya benar-benar drop drastis.

Situasi ini bikin banyak Bobotoh mulai gelisah. Wajar sih, karena striker itu biasanya di nilai dari gol. Kalau mandul, ya otomatis jadi sorotan.Tapi kalau di lihat lebih dalam, performa Barros sebenarnya nggak sejelek yang di bayangkan. Dia tetap aktif di lapangan. Pergerakannya masih bikin repot lini belakang lawan. Bahkan, dalam beberapa momen, dia justru jadi pemancing ruang buat pemain lain. Jadi ya, walaupun nggak sering cetak gol, bukan berarti dia “hilang” di pertandingan.

Bojan Hodak Punya Standar Berbeda Soal Striker

Nah, di sinilah perbedaan sudut pandang mulai kelihatan. Bojan Hodak nggak cuma menilai striker dari jumlah gol. Buat dia, sepak bola itu lebih kompleks dari sekadar siapa yang cetak gol terbanyak. Menurut pelatih asal Kroasia tersebut, kontribusi pemain di lapangan jauh lebih penting di banding angka di papan skor Dia bahkan bilang kalau Barros bermain fantastis.

Bukan cuma soal menyerang, tapi juga soal bagaimana dia bantu tim secara keseluruhan. Barros dinilai punya peran besar dalam skema permainan Persib Mulai dari buka ruang, pressing ke lawan, sampai bantu pertahanan Dan ini bukan omong kosong.

Statistik Bicara, Barros Rajin Bantu Bertahan

Kalau lihat data, kontribusi Barros di luar mencetak gol ternyata cukup gila Berdasarkan statistik, dia rata-rata bisa merebut bola sebanyak 4,6 kali per pertandingan. Angka ini tinggi banget untuk ukuran seorang striker. Bahkan hampir setara dengan bek Persib, Kakang Rudianto, yang mencatatkan 4,8 kali recovery bola per laga. Artinya apa? Barros bukan tipe striker yang cuma nunggu bola di depan. Dia aktif turun, bantu pressing, bahkan ikut bertahan kalau dibutuhkan. Ini yang bikin Hodak tetap percaya.

Karena dalam sistem permainan modern, striker memang dituntut lebih dari sekadar mencetak gol. Mereka harus jadi pemain pertama yang menekan lawan, sekaligus bantu transisi bertahan.

Dan Barros menjalankan peran itu dengan cukup baik.

Baca juga: Serunya Aksi PERSIB Bagi-Bagi Takjil di Dago, Bobotoh Sampai Ikut Antusias

Tetap Main 90 Menit Lawan Borneo, Bukti Kepercayaan Pelatih

Kepercayaan Bojan Hodak ke Barros benar-benar kelihatan di laga melawan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, pada 15 Maret lalu. Di pertandingan itu, Persib harus puas dengan hasil imbang 1-1. Dan yang bikin banyak orang heran, Barros tetap dimainkan full 90 menit. Padahal secara performa, dia nggak terlalu menonjol di laga tersebut.

Keputusan ini sempat jadi bahan perdebatan. Banyak yang merasa Hodak harusnya coba opsi lain, atau setidaknya mengganti Barros di babak kedua Tapi lagi-lagi, Hodak punya pandangan berbeda Buat dia, kehadiran Barros di lapangan tetap penting, meskipun nggak mencetak gol. Dia dianggap masih bisa menjaga keseimbangan tim. Dan dalam sepak bola, kadang yang nggak terlihat justru punya dampak besar.

Masalah Persib Bukan Cuma Barros, Tapi Penyelesaian Akhir

Kalau ditarik lebih luas, sebenarnya masalah Persib bukan cuma soal Barros yang mandul Ada faktor lain yang juga cukup krusial, yaitu penyelesaian akhir tim secara keseluruhan. Hodak sempat menyinggung soal peluang penalti yang gagal dimanfaatkan. Menurut dia, kalau peluang-peluang itu bisa dikonversi jadi gol, Persib mungkin jadi tim dengan produktivitas terbaik di liga.Jadi, bukan cuma Barros yang harus disorot. Seluruh lini serang juga perlu evaluasi. Karena sepak bola itu permainan tim, bukan individu.

Tekanan ke Striker Itu Wajar, Tapi Nggak Harus Berlebihan

Nggak bisa dipungkiri, posisi striker memang selalu jadi sorotan. Sedikit mandul, langsung jadi bahan kritik. Tapi dalam kasus Barros, mungkin kita perlu lihat dari sudut yang lebih luas. Dia tetap bekerja keras. Tetap kasih kontribusi. Dan yang paling penting, masih dipercaya pelatih. Dan dalam dunia sepak bola, kepercayaan pelatih itu mahal banget. Karena kalau pelatih masih percaya, artinya pemain itu masih punya nilai dalam tim.

Momentum Kebangkitan Tinggal Nunggu Waktu

Buat seorang striker, yang dibutuhkan kadang cuma satu momen. Satu gol aja bisa jadi titik balik. Bisa balikin kepercayaan diri, dan bikin performa naik lagi. Barros jelas punya kualitas. Dia pernah membuktikan itu di putaran pertama. Jadi sekarang, mungkin tinggal nunggu waktu aja sampai dia “pecah telur” lagi. Kalau itu terjadi, bukan nggak mungkin dia bakal kembali jadi mesin gol andalan Persib.

Peran Taktis Barros yang Sering Nggak Terlihat, Tapi Penting Banget

Kalau dilihat sekilas, mungkin banyak yang ngerasa kontribusi Uilliam Barros biasa aja karena jarang cetak gol. Tapi coba perhatiin lebih detail, perannya di lapangan sebenarnya cukup krusial, cuma sering nggak kelihatan di statistik sederhana. Barros sering jadi target man di depan. Dia nahan bola, nunggu support datang, lalu buka ruang buat winger atau gelandang nyusup ke kotak penalti. Pergerakan tanpa bolanya juga penting banget, karena bisa narik bek lawan keluar dari posisinya.

Efeknya? Ruang jadi kebuka buat pemain lain. Ini yang kadang bikin serangan Persib tetap hidup meski Barros nggak jadi finisher. Belum lagi soal duel fisik. Dengan postur yang cukup ideal, Barros sering menang duel udara. Bola-bola panjang dari belakang jadi lebih efektif karena dia bisa kontrol dan distribusi lagi ke rekan setim.

Di sistem permainan Bojan Hodak, striker memang nggak harus selalu jadi top skor. Yang penting, dia bisa jadi penghubung antar lini dan bantu tim tetap solid saat menyerang maupun bertahan. Jadi ya, walaupun nggak banyak gol, bukan berarti Barros nggak berkontribusi. Justru di balik itu semua, dia lagi menjalankan peran yang mungkin nggak semua orang sadartapi dampaknya nyata buat permainan tim.

Gol Penting, Tapi Bukan Segalanya

Cerita Uilliam Barros ini jadi pengingat kalau sepak bola nggak sesederhana angka di papan skor.Gol memang penting, apalagi buat striker. Tapi kontribusi di lapangan jauh lebih luas dari itu.Bojan Hodak paham betul soal ini. Makanya dia tetap percaya, meski Barros lagi seret gol. Sekarang tinggal bagaimana Barros menjawab kepercayaan itu. Karena pada akhirnya, performa akan berbicara. Dan kalau momennya datang, bisa jadi semua kritik itu bakal berubah jadi pujian.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *