Jelang Gabung Tim Persib Bandung, Saddil Ramdani Latihan Gila,

Jelang Gabung Tim Persib Bandung, Saddil Ramdani Latihan Gila, Lari 90 Menit hingga Berenang di Mata Air

Maungpersib.com – Meski belum bergabung secara resmi dalam latihan Tim Persib Bandung, Saddil Ramdani tidak tinggal diam. Winger lincah yang kini resmi berseragam Maung Bandung itu terus menjaga kebugaran tubuhnya secara disiplin di kampung halamannya, Kepulauan Muna, Sulawesi Tenggara. Dalam kondisi libur sekalipun, Saddil tetap menjalani latihan mandiri setiap hari.

Rutinitas latihan ini di lakukannya bukan tanpa alasan. Menurutnya, menjaga kondisi fisik sebelum pramusim adalah bagian penting dalam dunia profesional sepak bola. Terlebih, musim kompetisi baru akan segera di mulai, dan tim seperti Persib tentu mengharapkan pemain dalam kondisi prima.

“Setiap hari, saya rutin lari setiap pagi selama kurang lebih 90 menit. Setelah itu saya berenang di kolam mata air di Desa Labone,” ujar Saddil Ramdani dalam wawancara dengan laman resmi Persib.

Latihan Pagi, Kombinasi Lari dan Berenang

Saddil Ramdani memulai harinya dengan lari sejauh mungkin selama 90 menit. Durasi ini bukan main-main, mengingat standar latihan profesional rata-rata hanya berkisar 30–60 menit untuk latihan endurance. Rutinitas ini menunjukkan keseriusan Saddil dalam mempersiapkan fisik terbaiknya.

Lari di lakukan di jalur kampung sekitar rumahnya. Udara segar, medan alami, serta ketenangan desa memberikan pengalaman latihan yang berbeda di bandingkan dengan fasilitas gym modern. Meskipun sederhana, Saddil percaya bahwa latihan seperti ini justru membantunya lebih fokus.

Usai lari, Saddil langsung menyegarkan tubuh dengan berenang di kolam mata air di Desa Labone. Berenang bukan hanya soal relaksasi, tapi juga bagian dari latihan kardio yang memperkuat paru-paru dan daya tahan otot tubuh. “Berenang di air alami rasanya menyegarkan dan membantu pemulihan setelah lari jauh,” ungkap Saddil.

Kegiatan berenang ini di lakukan rutin tanpa mengenal cuaca, kecuali jika hujan deras yang membuat perjalanan ke kolam menjadi sulit. Menurutnya, latihan fisik di alam terbuka jauh lebih menyenangkan dan memberikan semangat tersendiri.

Baca juga: Zandbergen Merapat ke Persib? Ini Rumornya!

Latihan Sore, Menjaga Sentuhan Bola

Tak hanya berfokus pada fisik, Saddil juga tidak melupakan aspek teknis. Setiap sore, ia menyempatkan waktu bermain bola bersama teman-temannya di lapangan kampung. Aktivitas ini di lakukan untuk menjaga ball feeling atau sentuhan bola agar tetap terasah.

“Kalau cuaca bagus dan tidak hujan, setiap sore saya pasti ke lapangan. Latihan dengan bola bareng teman di sini supaya tetap terjaga sentuhannya,” katanya.

Latihan teknis ini menjadi penting karena seorang winger seperti Saddil harus punya kelincahan, kontrol bola yang baik, dan kemampuan olah bola yang tajam. Ia sadar bahwa kemampuan teknis bisa menurun jika terlalu lama tidak di asah.

Meski berada di kampung halaman, Saddil tetap menyesuaikan diri dengan target barunya bersama Persib. Ia sadar bahwa bermain di klub sebesar Maung Bandung adalah tantangan baru dalam kariernya. Untuk itu, latihan teknis di lakukan seoptimal mungkin agar ia siap ketika nanti mulai berlatih bersama tim.

Program Pramusim dari Tim Pelatih Persib

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengonfirmasi bahwa latihan tim akan di mulai pada 30 Juni 2025. Pelatih asal Kroasia itu meminta seluruh pemain untuk memanfaatkan waktu liburan mereka dengan baik, agar bisa kembali ke tim dalam kondisi fit. “Kemungkinan latihan bersama di mulai 30 Juni. Mereka harus istirahat dengan baik karena musim lalu sangat padat dan minim waktu rehat,” ujar Bojan Hodak.

Menariknya, meski belum mulai latihan bersama, tim pelatih telah menyiapkan program latihan individu. Dua asisten pelatih, yakni Miro Petric dan Yaya Sunarya, akan bertanggung jawab membagikan dan memantau latihan tersebut. “Miro dan Yaya akan membagikan program latihan pramusim untuk para pemain. Ini penting agar mereka tetap bugar saat latihan tim di mulai,” lanjut Bojan.

Program ini di susun agar para pemain bisa menyesuaikan diri secara bertahap sebelum menghadapi kompetisi yang lebih intens seperti Piala Presiden dan Liga 1.

Baca juga: Persib Bandung: Kisah Sukses dan Gagal Para Wonderkid

Tantangan dan Target Bersama Persib Bandung

Saddil Ramdani tentu menyadari ekspektasi tinggi dari bobotoh. Sebagai pemain baru, penampilannya akan menjadi sorotan. Terlebih, musim ini Persib kehilangan beberapa pilar penting, sehingga kehadiran Saddil di harapkan mampu menambah kekuatan sektor sayap yang dinamis.

Dengan modal pengalaman bermain di luar negeri bersama Sabah FC di Liga Malaysia, Saddil memiliki kualitas yang di butuhkan. Namun, ia juga harus cepat beradaptasi dengan gaya permainan tim dan arahan pelatih Bojan Hodak.

Persib Bandung di pastikan akan tampil di turnamen pramusim Piala Presiden 2025. Turnamen ini menjadi ajang pemanasan penting sekaligus pembuktian awal bagi Saddil. Latihan mandiri yang ia jalani di kampung tentu akan menjadi fondasi kuat untuk menghadapi turnamen tersebut. Manajemen tim juga menargetkan prestasi di Piala Presiden, sebagai bagian dari upaya menjaga moral dan konsistensi tim sebelum memasuki Liga 1.

Baca juga: Rumor Panas Jelang Akhir Musim, Malut United Digosipkan Gaet 4 Pemain Asing Persib, Ini Kata Imran Nahumarury

Profil Singkat Saddil Ramdani

Saddil Ramdani memulai kariernya bersama Persela Lamongan. Namanya melejit saat tampil impresif bersama Timnas Indonesia U-19. Setelah itu, ia sempat bermain di Bhayangkara FC, lalu merantau ke Malaysia membela Sabah FC.

Dengan kepindahannya ke Persib, Saddil kembali ke kancah sepak bola Indonesia dengan semangat baru. Ia menjadi bagian dari generasi pemain muda yang memiliki mental juara dan pengalaman internasional.

Posisi utama Saddil adalah sebagai winger. Kecepatannya di sisi sayap, kemampuan dribble, serta naluri menyerang menjadi modal penting. Ia kerap menciptakan peluang dari sisi lapangan, serta punya insting umpan yang matang.

Fleksibilitasnya dalam menyerang dan bertahan membuatnya menjadi sosok penting dalam skema permainan modern yang membutuhkan pemain multifungsi.

Dukungan Keluarga dan Lingkungan Jadi Kunci Motivasi Saddil

Di balik keseriusan Saddil Ramdani menjalani latihan mandiri, ada dukungan besar dari keluarga dan lingkungan sekitarnya. Berada di kampung halaman ternyata menjadi keuntungan tersendiri bagi Saddil, karena ia merasa lebih tenang secara mental dan emosional.

Orang tua dan warga Desa Labone memberi ruang dan semangat setiap kali melihat Saddil berlatih. Hal ini membangkitkan motivasi tersendiri bagi mantan pemain Sabah FC tersebut.

“Saya merasa nyaman berlatih di sini. Lingkungan dan keluarga sangat mendukung. Ini membantu menjaga semangat saya tetap tinggi,” ucap Saddil.

Dukungan tersebut menjadi modal penting saat nanti ia kembali ke Bandung dan menghadapi kerasnya kompetisi Liga 1. Mental yang stabil, di dukung fisik yang prima, adalah kombinasi yang di butuhkan untuk tampil maksimal di level tertinggi.

Baca juga: Hamra Hehanussa ke Persib: Reuni Keluarga & Jejak Legenda

Kesimpulan

Latihan mandiri yang di jalani Saddil Ramdani menunjukkan keseriusan dan dedikasinya sebagai pemain profesional. Dari lari pagi selama 90 menit, berenang di kolam mata air, hingga latihan bola di sore hari, semua ia lakukan untuk menyambut musim baru bersama Tim Persib Bandung.

Dengan program latihan individu dari tim pelatih, di tambah pengalaman dan kualitasnya sebagai winger lincah, Saddil siap menjawab tantangan besar di Piala Presiden 2025 dan Liga 1 musim ini. Saddil Ramdani kini tinggal menunggu waktu untuk bergabung dengan rekan-rekannya dan menunjukkan kualitas terbaiknya bersama Tim Persib Bandung.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *