maungpersib.com – Persib Bandung kembali menemukan ritme permainan terbaiknya di kompetisi BRI Super League 2025/2026. Setelah sempat terseok di awal musim, kini Maung Bandung mulai memperlihatkan kebangkitan yang nyata. Kemenangan telak 3-0 atas PSBS Biak di pekan kesembilan menjadi bukti nyata bahwa pasukan Bojan Hodak tak bisa diremehkan begitu saja.
Kemenangan itu bukan hanya menambah tiga poin penting, tetapi juga memperbaiki posisi Persib di papan klasemen sementara. Tim kebanggaan Bobotoh ini kini bertengger di peringkat keempat dengan koleksi 13 poin, hanya terpaut satu angka dari Persija Jakarta yang ada di posisi ketiga. Lebih menarik lagi, Persib masih menyimpan satu laga tunda, yang berarti peluang mereka untuk naik ke papan atas sangat terbuka lebar.
Performa Persib Bandung di Awal Musim
Dari tujuh laga yang telah dijalani, Persib Bandung berhasil mencatatkan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan. Produktivitas gol juga cukup impresif, 11 gol tercipta dan hanya enam kali kebobolan. Angka tersebut memperlihatkan keseimbangan antara lini depan yang tajam dan pertahanan yang mulai solid.
Awal musim sempat berjalan berat bagi Persib. Beberapa pemain pilar sempat absen karena cedera dan jadwal padat akibat keikutsertaan di AFC Champions League Two (ACL 2). Namun, Bojan Hodak berhasil melakukan rotasi yang tepat. Para pemain muda diberi kesempatan, sementara para senior seperti Marc Klok, Nick Kuipers, dan David da Silva tampil konsisten menjaga ritme permainan tim.
Kemenangan atas PSBS Biak menjadi momentum penting. Tidak hanya menambah kepercayaan diri, tetapi juga menunjukkan bahwa Persib telah belajar dari kesalahan di laga-laga sebelumnya. Bojan Hodak tampak mulai menemukan formula ideal untuk menyeimbangkan lini tengah dan pertahanan.
Marc Klok Bicara Soal Kunci Kebangkitan Persib
Gelandang sekaligus kapten tim, Marc Klok, menjadi salah satu sosok sentral dalam kebangkitan Persib Bandung musim ini. Dalam wawancaranya, pemain kelahiran Belanda itu menegaskan bahwa kepercayaan, baik dari pelatih, rekan setim, maupun Bobotoh, menjadi faktor utama di balik performa impresif Maung Bandung.
“So, di sini sangat baik. Kepercayaan dari pelatih, kepercayaan dari Bobotoh, dan juga kami kasih tahu di lapangan dengan hasil yang selalu bagus,” ujar Marc Klok dengan senyum yakin. Klok juga menambahkan bahwa kepercayaan itu membuat para pemain berani berekspresi di lapangan. Bahkan saat performa belum maksimal, semangat untuk terus memperbaiki diri tidak pernah surut.
“Kalau walaupun tidak bagus, kami sangat kerja keras untuk berubah itu. Dan juga di klub kita punya waktu karena banyak pertandingan,” lanjutnya. Kalimat itu mencerminkan mentalitas juang yang dimiliki skuad Persib musim ini. Mereka sadar bahwa kompetisi panjang membutuhkan konsistensi, adaptasi, dan semangat pantang menyerah.
Peran Sentral Marc Klok di Lini Tengah
Hingga pekan kesembilan, Marc Klok telah mencatatkan lima penampilan dengan total 418 menit bermain. Meski belum mencetak gol, kontribusinya di lini tengah sangat vital. Klok berperan sebagai pengatur tempo permainan, menghubungkan antara lini belakang dan lini depan.
Selain itu, Klok juga dikenal dengan kemampuan membaca permainan dan distribusi bola yang akurat. Dalam dua laga terakhir, ia sukses menutup ruang gerak lawan dan membantu transisi serangan Persib menjadi lebih cepat. Walau sempat mengantongi dua kartu kuning saat menghadapi Persijap Jepara dan Persebaya Surabaya, hal itu justru menunjukkan betapa aktifnya Klok dalam duel lini tengah.
Pemain berusia 32 tahun itu juga menegaskan bahwa timnya akan terus berkembang seiring berjalannya waktu.
“Kami punya tim bagus. Kami punya strategi seperti yang kami tahu. Di klub juga pasti beda dari tim nasional karena banyak waktu di sini untuk bikin strategi, untuk tahu permainan, untuk tahu teman juga sebelah-sebelah,” ucap pemain naturalisasi tersebut.
Baca juga: Striker Andalan Persib Cedera! Akankah ‘Tanque’ Meledak Lagi di Super League?
Kepercayaan dari Bobotoh yang Tak Pernah Padam
Tidak bisa dipungkiri, dukungan Bobotoh menjadi elemen yang membuat Persib tetap berdiri tegak meski menghadapi tekanan besar. Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) selalu menjadi lautan biru penuh semangat setiap kali Maung Bandung bermain di kandang.
Marc Klok mengakui bahwa semangat Bobotoh memberikan energi tambahan bagi para pemain. “Mereka (Bobotoh) selalu hadir, selalu dukung, bahkan saat hasil belum maksimal. Itu yang bikin kami semangat. Kami bermain bukan hanya untuk klub, tapi untuk kota dan masyarakat Bandung,” tutur Klok.
Kehadiran suporter bukan hanya memberi warna di tribun, tapi juga menjadi sumber motivasi yang menjaga nyala semangat dalam diri setiap pemain. Bojan Hodak pun beberapa kali menegaskan pentingnya atmosfer positif dari suporter untuk menjaga fokus tim sepanjang musim.
Tantangan Ganda, Super League dan AFC Champions League Two
Musim ini menjadi salah satu musim paling padat bagi Persib Bandung. Selain berkompetisi di BRI Super League, mereka juga berlaga di AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026. Jadwal yang rapat tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Bojan Hodak dalam mengatur rotasi pemain.
Persib harus pintar menjaga kondisi fisik sekaligus menjaga konsistensi performa di dua ajang berbeda. Apalagi, laga-laga di ACL 2 menghadirkan lawan-lawan tangguh dari Asia Tenggara dan Asia Timur. Namun, bagi Klok dan rekan-rekan, ini justru menjadi kesempatan emas untuk membuktikan kualitas mereka di level internasional.
“Main di dua kompetisi itu tidak mudah, tapi justru bagus untuk kami. Banyak pertandingan artinya banyak kesempatan untuk berkembang,” ujar Klok optimistis.
Laga Berikutnya, Persib vs Selangor FC
Persib Bandung akan menghadapi ujian berat berikutnya saat menjamu Selangor FC (Malaysia) dalam lanjutan matchday ketiga Grup G ACL 2, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (23/10/2025) malam WIB. Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama sedang mengincar posisi puncak grup.
Bermain di hadapan Bobotoh tentu menjadi keuntungan besar bagi Persib. Atmosfer stadion yang penuh semangat bisa menjadi faktor tambahan untuk menekan tim lawan. Bojan Hodak diperkirakan akan tetap mengandalkan kombinasi antara pemain senior dan pemain muda untuk menjaga keseimbangan tim.
Persib Fokus Hadapi Persis Solo di Laga Domestik
Usai laga melawan Selangor FC, Persib tak punya banyak waktu untuk beristirahat. Hanya berselang empat hari, Thom Haye dan kolega sudah harus menjamu Persis Solo dalam lanjutan pekan ke-10 BRI Super League, yang juga akan digelar di GBLA pada Minggu (27/10/2025) pukul 19.00 WIB.
Pertandingan melawan Persis akan menjadi ajang penting bagi Persib untuk menjaga momentum positif di kompetisi domestik. Jika berhasil meraih kemenangan, Persib berpeluang besar menembus posisi tiga besar atau bahkan puncak klasemen sementara.
Baca juga: Jung Akhirnya Tahu Jika PERSIB Klub Besar!
Bojan Hodak Puas dengan Performa Tim
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengaku puas dengan perkembangan anak asuhnya dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, tim mulai menemukan chemistry dan pola permainan yang diinginkan. “Kami bekerja keras untuk mencapai stabilitas. Sekarang para pemain sudah lebih kompak, mereka tahu apa yang harus dilakukan di lapangan,” ungkap Hodak dalam sesi konferensi pers.
Hodak juga menyoroti peran Marc Klok sebagai pemimpin di lapangan. Menurutnya, Klok menjadi jembatan antara pemain dan pelatih, serta menjaga mentalitas tim tetap kuat dalam situasi sulit.
Kepercayaan Jadi Pondasi Kebangkitan Persib
Perjalanan Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026 masih panjang, namun sinyal kebangkitan sudah tampak jelas. Di balik semua hasil positif itu, kepercayaan menjadi kata kunci yang menyatukan semua elemen, pelatih, pemain, dan Bobotoh.
Marc Klok menjadi simbol dari semangat itu, bermain dengan hati, berjuang dengan keyakinan, dan membawa pesan bahwa keberhasilan bukan hanya hasil dari taktik, tapi juga dari kepercayaan dan kebersamaan.
Dengan mentalitas seperti ini, bukan tidak mungkin Persib akan kembali menjadi kekuatan menakutkan di kancah nasional maupun Asia. Maung Bandung sudah bangkit, dan musim ini bisa menjadi saksi bagaimana kepercayaan mengubah segalanya.

