BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-18, Saat Persib Menolak Turun dan Persis Kian Terhimpit - MaungPersib

BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-18, Saat Persib Menolak Turun dan Persis Kian Terhimpit

Maungpersib.com – Persaingan BRI Super League 2025/2026 resmi memasuki babak baru. Pekan ke-18 yang digelar sejak Jumat hingga Senin, 23 sampai 26 Januari 2026, terasa seperti pintu gerbang menuju cerita yang lebih panas di paruh kedua musim. Semua tim sudah memainkan laga mereka, dan hasilnya benar-benar bikin klasemen bergetar. Ada yang tersenyum di puncak, ada pula yang kembali terperosok ke dasar.

Seperti roda nasib yang terus berputar tanpa kompromi. Di pekan ini, kejutan muncul silih berganti. Borneo FC sempat mencuri spotlight dengan merebut puncak klasemen usai kemenangan telak atas Persis Solo. Tapi euforia itu tak bertahan lama. Persib Bandung, yang seperti singa terluka, langsung bangkit dan kembali duduk di singgasana.

Sementara itu, di papan bawah, Persis Solo lagi-lagi harus menelan pil pahit dan kembali jadi juru kunci. Pekan ke-18 seolah mengingatkan bahwa liga ini tak pernah ramah pada mereka yang lengah.

Persib Bandung Kembali Menegaskan Dominasi

Persib Bandung benar-benar menunjukkan mental juara di pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026. Ketika Borneo FC sempat naik ke puncak klasemen setelah mempermalukan Persis Solo, banyak yang mengira posisi Persib mulai terancam. Namun kenyataannya, Maung Bandung justru merespons dengan cara paling sederhana tapi mematikan, yakni menang.

Kemenangan tipis 1-0 atas PSBS Biak di Stadion GBLA menjadi bukti bahwa Persib tak butuh pesta gol untuk tetap berkuasa. Gol tunggal yang dicetak Rosebergne da Silva, atau yang akrab disapa Berguinho, terasa seperti dentuman pelan tapi menghancurkan. Tambahan tiga poin itu membawa Persib kembali ke posisi teratas dengan koleksi 41 poin.

Lebih dari sekadar angka, kemenangan ini memperpanjang catatan tak terkalahkan Persib menjadi lima laga beruntun. Konsistensi inilah yang membuat Persib masih jadi momok bagi para pesaingnya, termasuk Borneo FC dan Persija Jakarta yang terus mengintai dari belakang.

Tekanan Pesaing dan Ketatnya Papan Atas

Meski berada di puncak klasemen, Persib Bandung jelas belum bisa bernapas lega. Borneo FC dan Persija Jakarta masih menjadi bayangan yang siap menerkam kapan saja. Selisih poin yang tak terlalu jauh membuat satu hasil imbang atau kekalahan saja bisa mengubah peta persaingan. Situasi ini membuat setiap pertandingan terasa seperti final kecil, penuh tensi dan emosi.

Ketatnya papan atas juga menunjukkan kualitas liga yang semakin merata. Tak ada lagi laga yang benar-benar mudah, bahkan melawan tim yang berada di papan tengah atau bawah. Persib harus menjaga fokus, sementara Borneo FC dan Persija menunggu celah sekecil apa pun. Di titik ini, mental dan kedalaman skuad akan menjadi penentu, bukan sekadar nama besar atau sejarah klub.

Persebaya Surabaya dan Tren Positif Empat Kemenangan

Persebaya Surabaya menjadi salah satu tim yang paling mencuri perhatian di pekan ke-18. Tim berjuluk Bajul Ijo itu sedang berada dalam fase yang manis, seperti mesin diesel yang baru panas tapi langsung melaju kencang. Kemenangan 3-0 atas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Bantul menjadi penegasan bahwa Persebaya bukan sekadar penggembira musim ini.

Empat kemenangan beruntun yang diraih Persebaya terasa seperti angin segar bagi para pendukungnya. Sebelumnya, mereka sukses menundukkan Persijap dengan skor telak 4-0, lalu mengalahkan Madura United 1-0, dan Malut United 2-1. Rangkaian hasil ini membawa Persebaya naik ke posisi keenam dengan 31 poin. Pelan tapi pasti, Persebaya mulai mengetuk pintu persaingan papan atas.

Dampak Konsistensi Persebaya di Paruh Musim

Konsistensi Persebaya Surabaya tak hanya berdampak pada posisi klasemen, tapi juga pada kepercayaan diri tim. Setiap kemenangan terasa seperti batu bata yang menyusun fondasi mental mereka. Di liga sepanjang BRI Super League, ritme seperti ini sering kali menjadi pembeda antara tim yang sekadar bagus dan tim yang benar-benar siap bersaing.

Dengan performa yang terus menanjak, Persebaya berpotensi menjadi kuda hitam yang merepotkan siapa pun. Lawan-lawan di pekan berikutnya tentu tak bisa lagi memandang remeh. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin Bajul Ijo akan ikut meramaikan perebutan posisi empat besar, atau bahkan lebih tinggi lagi.

Gol Debut Jens Raven Bersama Bali United

Pekan ke-18 juga menghadirkan cerita manis dari Stadion Wayan Dipta. Bali United harus puas bermain imbang 3-3 melawan Semen Padang, tapi laga itu tetap istimewa bagi Jens Raven. Pemain muda berusia 20 tahun tersebut akhirnya mencetak gol debutnya di ajang BRI Super League 2025/2026. Gol itu terasa seperti tanda awal, bukan sekadar angka di papan skor.

Jens Raven, yang datang dari Belanda di awal musim, perlahan mulai menemukan ritmenya bersama Serdadu Tridatu. Dalam pertandingan tersebut, dua gol Bali United lainnya dicetak oleh Mirza Mustafic dan Thijmen Goppel. Namun sorotan tetap tertuju pada Jens Raven, yang menunjukkan bahwa kesabaran dan kerja kerasnya mulai berbuah manis.

Peran Jens Raven untuk Masa Depan Bali United

Musim ini, Jens Raven sudah tampil dalam 13 pertandingan bersama Bali United. Catatannya memang belum mencolok, satu gol dan satu assist, tapi kontribusinya tak bisa diukur dari statistik semata. Pergerakan, keberanian, dan kemauan belajarnya menjadi aset penting bagi tim.

Lebih jauh lagi, performa Jens Raven juga menjadi bekal berharga untuk karier internasionalnya bersama Timnas Indonesia U-22. Gol debut di level tertinggi liga nasional bisa menjadi pemicu kepercayaan diri. Seperti api kecil yang menyala, jika dijaga dengan baik, ia bisa tumbuh menjadi cahaya besar di masa depan.

Baca juga: Eks PSG Mendarat di Bandung, Layvin Kurzawa Dibayar Fantastis? Fakta Gaji yang Bikin Kaget

Persijap Jepara Akhiri Puasa Kemenangan

Di papan bawah, Persijap Jepara akhirnya bisa bernapas lega. Setelah 12 laga tanpa kemenangan, Laskar Kalinyamat sukses menumbangkan PSM Makassar dengan skor 2-0. Kemenangan ini terasa seperti hujan di tengah kemarau panjang, menghapus dahaga yang selama ini menghantui tim.

Gol-gol Persijap dicetak oleh Franca dan Iker Guarrotxena. Tambahan tiga poin ini membuat Persijap naik ke posisi 16 dengan koleksi 12 poin. Sebelumnya, mereka harus melewati rangkaian hasil pahit melawan banyak tim, dari Persita hingga Dewa United. Kemenangan ini setidaknya memberi harapan baru untuk keluar dari zona berbahaya.

Makna Kemenangan bagi Mental Persijap

Lebih dari sekadar poin, kemenangan atas PSM Makassar punya nilai psikologis yang besar. Rentetan hasil buruk sering kali membuat tim kehilangan arah dan keyakinan. Dengan kemenangan ini, Persijap mendapatkan kembali rasa percaya diri yang sempat hilang.

Perjuangan mereka tentu belum selesai. Zona degradasi masih mengintai, dan setiap laga ke depan akan terasa seperti hidup dan mati. Namun setidaknya, Persijap kini tahu bahwa mereka masih bisa menang, masih bisa melawan, dan masih punya peluang untuk bertahan.

Persis Solo Kembali Terpuruk di Dasar Klasemen

Nasib berbeda dialami Persis Solo. Tim ini kembali menunjukkan inkonsistensi yang menyakitkan. Setelah sempat meraih kemenangan di markas Semen Padang dua pekan lalu, Persis justru dipermalukan Borneo FC di Stadion Manahan. Kekalahan ini terasa seperti langkah mundur yang besar.

Mariano Peralta kembali menjadi mimpi buruk bagi Persis Solo. Gol tunggalnya memastikan kemenangan Borneo FC, sekaligus mengulang cerita pahit pada pertemuan pertama kedua tim. Kekalahan ini membuat Persis Solo harus rela kembali menjadi juru kunci klasemen dengan 10 poin.

Ancaman Degradasi dan Jalan Terjal Persis Solo

Kondisi Persis Solo semakin rumit karena tim-tim di zona degradasi lainnya mulai mengumpulkan poin. Persijap dan Semen Padang sama-sama meraih hasil positif di pekan ke-18. Akibatnya, Persis tertinggal dan terjebak di posisi paling bawah.

Jika tak segera berbenah, jurang degradasi bisa semakin menganga. Persis membutuhkan lebih dari sekadar semangat; mereka butuh konsistensi, strategi yang tepat, dan mental baja. Pekan-pekan ke depan akan menjadi ujian sesungguhnya, apakah Persis mampu bangkit atau justru tenggelam lebih dalam.

Penutup Dinamika Pekan ke-18 BRI Super League

Pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026 menyuguhkan potret liga yang penuh warna. Persib Bandung kembali menunjukkan taringnya, Persebaya Surabaya melaju dengan percaya diri, Bali United menemukan harapan baru lewat Jens Raven, Persijap Jepara bangkit dari keterpurukan, dan Persis Solo kembali terjatuh.

Semua cerita ini menjadi pengantar yang menarik menuju paruh kedua musim. Persaingan masih terbuka lebar, kejutan bisa datang dari mana saja, dan setiap laga menyimpan potensi drama. BRI Super League 2025/2026 masih panjang, dan jika pekan ke-18 saja sudah segila ini, siapa yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *